-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026


Langgur, JejakInfo.id — Warga di pelosok Kecamatan Hoat Sorbay kini bisa bernapas lega. Akses layanan kesehatan yang selama ini terasa jauh dan melelahkan, perlahan berubah menjadi lebih dekat, cepat, dan manusiawi.
Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara resmi menghadirkan Puskesmas Pembantu (Pustu) Wirin. Sebuah jawaban atas kebutuhan mendasar masyarakat akan layanan kesehatan yang layak.
Peresmian yang berlangsung di wilayah kerja Puskesmas Wab, Senin (20/4), bukan sekadar seremoni. Ini adalah penanda perubahan bagi warga yang selama bertahun-tahun harus menempuh perjalanan hingga 15 kilometer hanya untuk mendapatkan penanganan medis dasar.
Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, tak menutupi makna penting kehadiran fasilitas ini. Ia menyebut Pustu Wirin sebagai langkah strategis yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Sekarang pelayanan kesehatan tidak lagi jauh. Masyarakat bisa mendapatkan pertolongan lebih cepat,” ujarnya dengan nada optimistis.
Pustu Wirin dibangun bukan asal jadi. Fasilitas ini dirancang mengikuti standar Kementerian Kesehatan, baik dari sisi bangunan maupun jenis layanan yang diberikan. Di dalamnya tersedia ruang pendaftaran, layanan untuk lansia dan dewasa, ruang ibu dan anak, hingga ruang bersalin menunjukkan keseriusan pemerintah menghadirkan layanan dasar yang lengkap.
Di balik berdirinya bangunan ini, ada kolaborasi yang patut dicatat. Pemerintah daerah, pemerintah ohoi, hingga masyarakat setempat turut berperan, terutama dalam penyediaan lahan dan kelengkapan administrasi. Dukungan itulah yang membuat proyek ini bisa terwujud melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Tahun 2025.
“Ini bukan hanya kerja pemerintah. Ini kerja bersama,” tegas Bupati.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa sektor kesehatan tetap menjadi prioritas pembangunan daerah, berdampingan dengan pendidikan. Pemerintah daerah terus menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat untuk memperkuat dukungan anggaran dan mempercepat pembangunan layanan publik.
Tak berhenti di pembangunan fisik, perhatian juga diarahkan pada kualitas layanan. Pemerintah menargetkan peningkatan jumlah tenaga medis mulai dari dokter umum, dokter gigi, hingga dokter spesialis agar masyarakat tidak hanya mendapatkan akses, tetapi juga pelayanan yang berkualitas.
Di saat yang sama, penguatan RSUD Karel Sadsuitubun sebagai rumah sakit rujukan terus didorong, khususnya untuk penanganan penyakit serius seperti kanker, jantung, stroke, dan gangguan ginjal.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Maluku Tenggara, Muchsin Rahayaan, memastikan bahwa operasional Pustu Wirin sudah berjalan dengan tenaga yang tersedia. Saat ini, tiga tenaga kesehatan telah ditugaskan: seorang tenaga administrasi, perawat, dan bidan.
“Pelayanan sudah bisa dimanfaatkan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa sistem layanan di Pustu Wirin telah mengikuti arah transformasi kesehatan nasional, dengan pendekatan pelayanan primer yang terintegrasi.
Peresmian ini kemudian ditutup dengan suasana yang lebih hangat, halalbihalal tenaga medis se-Kabupaten Maluku Tenggara. Momen itu bukan sekadar tradisi, tetapi juga ruang memperkuat kebersamaan dan semangat melayani.
Kini, dengan hadirnya Pustu Wirin, harapan itu terasa lebih dekat. Bagi warga Hoat Sorbay, ini bukan hanya tentang bangunan baru. Ini tentang kemudahan hidup, rasa aman, dan masa depan yang lebih sehat. (ji4)
