Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, hadir langsung dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) Bank Maluku dan Maluku Utara di GIIA, Maluku Hotel, Jakarta, Senin (24/8). (Ist)

Bupati Thaher Hadiri RUPS LB Bank Maluku-Malut, Kawal Kepentingan Malra di Tengah Agenda Besar Bank Daerah

23

Jakarta, JejakInfo.id — Bupati Maluku Tenggara (Malra), Muhamad Thaher Hanubun, hadir langsung dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) Bank Maluku dan Maluku Utara di Jakarta, Senin (24/8/2026).

Kehadiran Thaher dalam forum tersebut bukan sekadar memenuhi agenda korporasi. Sebagai kepala daerah sekaligus bagian dari pemegang saham Bank Maluku-Malut, kehadirannya menjadi bentuk keterlibatan Maluku Tenggara dalam menentukan arah dan masa depan bank pembangunan daerah milik Maluku dan Maluku Utara.

Thaher hadir bersama para kepala daerah dan wakil kepala daerah dari kedua provinsi yang juga memiliki saham di Bank Maluku-Malut. RUPS LB berlangsung di GIIA Maluku Hotel, Lantai 8, Kebun Kacang, Jakarta, dan turut dihadiri Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa serta Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda.

Forum pemegang saham tersebut membahas sejumlah agenda penting, mulai dari pengelolaan aset hingga reposisi jajaran pengurus perseroan.

Salah satu keputusan yang mendapat persetujuan pemegang saham adalah rencana penjualan aset Bank Maluku-Malut yang berada di Kota Surabaya.

Namun, proses tersebut tidak serta-merta dilakukan. Perseroan terlebih dahulu akan melakukan penilaian melalui dua Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP), dengan tetap memperhatikan aspek hukum, nilai kewajaran aset dan ketentuan perbankan yang berlaku.

Bagi Thaher, langkah tersebut menunjukkan bahwa setiap keputusan strategis dalam tubuh Bank Maluku-Malut harus ditempatkan dalam kerangka tata kelola yang baik dan kepentingan perseroan.

Ia menilai perkembangan Bank Maluku-Malut harus terus dikawal agar bank milik daerah tersebut semakin sehat, profesional dan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat di Maluku dan Maluku Utara.

Menurut Thaher, bank pembangunan daerah memiliki posisi yang sangat penting karena tidak hanya berbicara mengenai bisnis perbankan, tetapi juga berkaitan dengan kebutuhan pemerintah daerah, pelaku usaha dan masyarakat.

Karena itu, kata dia, setiap kebijakan yang dihasilkan melalui RUPS harus mampu memperkuat posisi Bank Maluku-Malut agar semakin kompetitif dan mampu menjawab tantangan perkembangan dunia perbankan.

“Bank Maluku-Malut harus terus berkembang dan maju. Sebagai pemegang saham, kita tentu berharap bank ini semakin profesional, sehat dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat serta daerah,” ujar Thaher.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan tata kelola dan kualitas jajaran pengurus. Menurutnya, perubahan maupun reposisi dalam struktur manajemen harus diarahkan untuk memperkuat kinerja dan kepercayaan terhadap Bank Maluku-Malut.

“Yang paling penting adalah bagaimana bank ini dikelola dengan baik, transparan dan profesional, sehingga kepercayaan masyarakat maupun pemerintah daerah sebagai pemegang saham semakin kuat,” katanya.

Dalam RUPS LB tersebut, pemegang saham juga menyetujui reposisi sejumlah anggota jajaran pengurus.

Ichwan diangkat sebagai Komisaris Utama Independen dan akan efektif setelah memperoleh persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

RUPS juga menetapkan Faizal Kilian sebagai Komisaris Independen dan Zulfikryshah sebagai Direktur Keuangan. Keduanya efektif sejak RUPS ditutup.

Sementara itu, menyusul berakhirnya masa jabatan Abidin sebagai Direktur Kepatuhan, RUPS mencalonkan Xaverius Robert Ondang untuk mengikuti proses Penilaian Kemampuan dan Kepatutan (PKK) di OJK.

Pengangkatan Xaverius sebagai Direktur Kepatuhan baru akan efektif setelah mendapatkan persetujuan OJK dan setelah masa jabatan Abidin berakhir.

Bagi Maluku Tenggara, keterlibatan langsung Thaher dalam RUPS LB menjadi bagian dari upaya memastikan kepentingan daerah tetap berada dalam percaturan kebijakan Bank Maluku-Malut.

Thaher berharap keputusan yang dihasilkan tidak berhenti pada perubahan struktur maupun pengelolaan aset, tetapi benar-benar bermuara pada penguatan bank dan peningkatan manfaat bagi masyarakat.

“Kita ingin Bank Maluku-Malut menjadi bank daerah yang semakin kuat, mampu bersaing dan benar-benar hadir untuk mendukung pembangunan di daerah. Itu yang harus menjadi perhatian kita bersama,” tegasnya.

RUPS LB kemudian ditutup dengan sejumlah keputusan strategis yang diharapkan menjadi pijakan baru bagi Bank Maluku-Malut dalam memperkuat tata kelola, struktur kepengurusan dan pengelolaan aset perseroan.

Kehadiran para kepala daerah, termasuk Bupati Maluku Tenggara, memperlihatkan bahwa masa depan Bank Maluku-Malut tidak hanya menjadi urusan internal perseroan. Bank tersebut juga menjadi bagian penting dari kepentingan pembangunan daerah yang harus terus dikawal bersama oleh para pemegang saham. (ji4)

1 Menyukai postingan ini