Bupati Muhammad Thaher Hanubun menyapa anak-anak saat membuka Kampanye Germas dan Cek Kesehatan Gratis di Ohoi Dunwahan, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara, Selasa (1/9). (Foto: Diskominfo Malra)

Bupati Thaher: Jangan Tunggu Sakit Baru Periksa Kesehatan

7

Langgur, JejakInfo.id — Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu sakit untuk memeriksakan kesehatan.

Menurut Thaher, pemeriksaan kesehatan secara berkala menjadi langkah penting untuk mengetahui gangguan kesehatan sejak dini. Dengan begitu, penyakit dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi lebih serius.

Pesan tersebut disampaikan Thaher saat membuka Kampanye dan Pergerakan Masyarakat untuk Hidup Sehat (Germas), Cek Kesehatan Gratis (CKG), serta pemeriksaan dokter spesialis anak dan dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan (THT) di Ohoi Dunwahan, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara, Selasa (1/9/2026).

Thaher meminta masyarakat memanfaatkan fasilitas kesehatan yang sudah tersedia, mulai dari puskesmas, puskesmas pembantu (pustu), hingga tenaga medis yang bertugas di wilayah masing-masing.

“Sudah ada Puskesmas, Pustu, sudah ada dokter. Harus diajarkan untuk datang konsultasi tentang kesehatan, paling tidak periksa darah dan lain-lain supaya kita tahu lebih dini,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Thaher turut menyoroti peran Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat ohoi.

Ia meminta kader Posyandu yang selama ini aktif tetap diberdayakan. Pergantian kader, kata dia, tidak boleh dilakukan begitu saja tanpa koordinasi dengan Dinas Kesehatan maupun puskesmas.

Bagi Thaher, kader Posyandu memiliki peran strategis karena mereka berhadapan langsung dengan masyarakat. Mereka tidak hanya membantu pelayanan kesehatan dasar, tetapi juga memberikan edukasi serta ikut memantau pertumbuhan dan perkembangan anak.

Perhatian khusus juga diberikan Thaher terhadap upaya pencegahan stunting. Ia menegaskan bahwa pencegahan stunting tidak boleh baru dilakukan ketika seorang anak sudah mengalami gangguan pertumbuhan.

“Pencegahan tidak dimulai ketika anak itu sudah mengalami stunting, tetapi harus dimulai sejak masa remaja calon pengantin,” tegasnya.

Menurutnya, perhatian terhadap kesehatan sejak usia remaja hingga memasuki masa pernikahan merupakan bagian penting dalam mempersiapkan generasi yang sehat.

Kehadiran dokter spesialis anak dan THT dalam kegiatan tersebut juga dinilai penting. Pemeriksaan sejak dini memungkinkan berbagai gangguan kesehatan pada anak diketahui lebih cepat dan ditangani sesuai kebutuhan.

Thaher menekankan, kemampuan mendengar memiliki kaitan erat dengan tumbuh kembang serta proses belajar anak. Karena itu, gangguan pendengaran perlu diketahui sedini mungkin agar tidak menghambat perkembangan anak.

Ia juga mengajak masyarakat membiasakan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari mengonsumsi makanan bergizi seimbang, rutin beraktivitas fisik, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, menggunakan air bersih dan sanitasi yang baik, hingga menghindari kebiasaan merokok.

Thaher berharap kegiatan Germas dan CKG tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Pengetahuan dan informasi yang diperoleh masyarakat, menurutnya, harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan diteruskan kepada masyarakat di wilayah masing-masing.

“Saya berharap ilmu dan informasi yang diperoleh pada kegiatan ini tidak berhenti di tempat kegiatan, tetapi bagaimana kita kembangkan di wilayah kerja masing-masing,” kuncinya. (ji4)

1 Menyukai postingan ini