Bupati Maluku Tenggara, M. Thaher Hanubun, menghadiri Rapat Koordinasi Program Strategis Tahap II Asosiasi Pemerintah Daerah Kepulauan dan Pesisir Seluruh Indonesia (ASPEKSINDO) bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Senin (28/9). (Ist)

Bupati Thaher Kawal Kepentingan Daerah Kepulauan dalam Audiensi ASPEKSINDO-KKP

21

Jakarta, JejakInfo.id — Kepentingan daerah kepulauan kembali diperjuangkan di tingkat nasional. Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, menghadiri Audiensi dan Koordinasi Program Strategis Tahap II Asosiasi Pemerintah Daerah Kepulauan dan Pesisir Seluruh Indonesia (ASPEKSINDO) bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, Senin (28/9/2026).

Pertemuan yang berlangsung di Gedung Mina Bahari I, Jakarta Pusat, itu menjadi ruang penting untuk membahas arah dan alokasi berbagai program KKP bagi daerah kepulauan dan pesisir.

Kehadiran Thaher Hanubun dalam forum tersebut memiliki posisi strategis. Ia tidak hanya hadir sebagai kepala daerah, tetapi juga menjalankan peran sebagai Sekretaris Bidang Budaya Bahari Dewan Pengurus ASPEKSINDO.

Posisi tersebut membuat Maluku Tenggara ikut berada di garis depan dalam mendorong kepentingan pembangunan wilayah kepulauan dan pesisir di tingkat nasional.

Audiensi ini merupakan tindak lanjut surat ASPEKSINDO Nomor 135/A/ASPEKSINDO/IX/2026 tertanggal 23 September 2026. Surat tersebut ditandatangani Ketua Umum ASPEKSINDO Dr. Hj. Erlina, S.H., M.H., yang juga Bupati Mempawah, bersama Sekretaris Jenderal Dr. Safaruddin, S.Sos., M.S.P., Bupati Aceh Barat Daya.

Sebelumnya, ASPEKSINDO telah menyampaikan dokumen program serta daftar usulan daerah penerima manfaat kepada KKP RI. Dalam audiensi tahap kedua ini, pembahasan diarahkan lebih rinci pada mekanisme alokasi program antara Tim Eksekutif ASPEKSINDO dan jajaran pejabat teknis Biro Perencanaan KKP RI.

Bagi Maluku Tenggara, pembahasan tersebut menyentuh langsung kebutuhan pembangunan daerah yang karakter wilayahnya sangat bergantung pada laut.

Sebagai salah satu kabupaten kepulauan terluar di Indonesia, Maluku Tenggara memiliki lebih dari 1.100 pulau dengan wilayah pesisir yang luas. Kondisi geografis itu membuat berbagai program sektor kelautan dan perikanan memiliki arti penting bagi masyarakat.

Karena itu, program pemberdayaan nelayan, penguatan infrastruktur pesisir, pengembangan ekonomi biru hingga pelestarian budaya bahari diharapkan benar-benar menjangkau daerah kepulauan, termasuk Maluku Tenggara.

Dalam forum tersebut, Thaher Hanubun bersama 16 kepala daerah yang tergabung dalam jajaran pengurus ASPEKSINDO turut menyampaikan kepentingan daerah masing-masing.

Di antara kepala daerah yang hadir terdapat Ketua Umum ASPEKSINDO Erlina, Sekjen Safaruddin, Bupati Trenggalek, Bupati Malaka, Bupati Lampung Selatan, Bupati Luwu Utara, Bupati Bengkayang, Bupati Seluma, Bupati Kubu Raya, Wali Kota Bitung, Wali Kota Banda Aceh serta Bupati Tanggamus.

ASPEKSINDO sebelumnya menekankan pentingnya kehadiran dan masukan seluruh jajaran Dewan Pengurus karena program yang dibahas berkaitan langsung dengan kebutuhan pembangunan daerah kepulauan dan pesisir.

Dalam kesempatan itu, kepentingan Maluku Tenggara menjadi bagian dari agenda yang dikawal Thaher Hanubun. Ia mendorong agar pelaksanaan program strategis KKP tahap kedua memperhatikan karakter geografis dan kebutuhan daerah kepulauan di kawasan timur Indonesia.

Maluku Tenggara, sebagai wilayah perbatasan sekaligus salah satu beranda terdepan NKRI, membutuhkan perhatian yang sejalan dengan tantangan geografis dan potensi kelautan yang dimilikinya.

Audiensi ASPEKSINDO dan KKP tersebut pun menjadi momentum untuk memastikan suara daerah kepulauan tidak berhenti di tingkat daerah, tetapi turut masuk dalam pembahasan kebijakan dan alokasi program pemerintah di tingkat nasional. (ji4)

1 Menyukai postingan ini