Bupati Maluku Tenggara Muhamad Thaher Hanubun membuka kegiatan Go To School dan Bupati Cup Tenis Meja 2026 di Gedung Serbaguna (GSG) Larvul Ngabal, Rabu (21/10). (Ist)

Bupati Thaher Perintahkan Tiap Sekolah di Malra Wajib Punya Meja Pingpong Berkualitas

14

Langgur, JejakInfo.id — Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, mengeluarkan perintah tegas kepada seluruh sekolah di Kabupaten Maluku Tenggara agar menyediakan minimal satu meja pingpong (tenis meja) yang berkualitas dan layak digunakan.

Kebijakan ini menjadi langkah nyata pemerintah daerah untuk memperkuat pembinaan olahraga sejak usia dini sekaligus membuka jalan bagi lahirnya atlet-atlet berprestasi dari Bumi Larvul Ngabal.

Penegasan itu disampaikan Bupati Thaher saat membuka kegiatan Go To School dan Bupati Cup Tenis Meja 2026 di Gedung Serbaguna (GSG) Larvul Ngabal, Rabu (21/10/2026).

Di hadapan peserta kegiatan, Thaher menegaskan bahwa penyediaan fasilitas tenis meja di sekolah bukan sekadar imbauan, melainkan instruksi yang harus ditindaklanjuti oleh Dinas Pendidikan.

“Ini perintah, bukan imbauan. Mulai hari ini, Ibu Kadis Pendidikan harus merencanakan. SD, SMP, SMA minimal satu meja. Mejanya harus yang bagus dan layak, jangan yang murah lalu jelek,” tegasnya.

Menurut Thaher, pembinaan olahraga tidak boleh hanya berorientasi pada kejuaraan. Proses pencarian dan pengembangan bakat harus dimulai sejak bangku sekolah, dengan dukungan fasilitas yang memadai serta pembinaan yang berkesinambungan.

Melalui program Go To School, ia ingin tenis meja berkembang mulai dari tingkat sekolah dasar, sekolah menengah pertama hingga sekolah menengah atas. Dengan demikian, potensi atlet muda dapat ditemukan lebih awal dan dipersiapkan untuk bersaing di tingkat yang lebih tinggi.

“Go to School, mulai dari yang paling bawah. Pembinaan prestasi dari SD, SMP sampai SMA. Mudah-mudahan suatu saat Maluku punya wakil dari Maluku Tenggara dan Kota Tual,” ujarnya.

Tak hanya menyoroti fasilitas, Bupati Thaher juga mengingatkan pentingnya menjunjung tinggi prinsip keadilan dalam menentukan atlet yang akan mewakili daerah ke tingkat provinsi.

Ia menyoroti praktik penentuan pemain berdasarkan hubungan keluarga atau kedekatan pribadi yang, menurutnya, tidak sejalan dengan semangat sportivitas dalam olahraga.

Thaher menegaskan, atlet yang berhak mewakili daerah harus ditentukan berdasarkan kemampuan dan prestasi yang ditunjukkan di lapangan, bukan karena faktor kedekatan.

“Selama ini ada yang kurang bagus. Menentukan pemain berdasarkan kedekatan keluarga. Olahraga itu fair play. Siapa yang juara di Malra, dia yang berhak mewakili provinsi,” tegasnya.

Penegasan tersebut menjadi pesan bahwa pembinaan olahraga harus memberikan kesempatan yang adil kepada setiap atlet untuk berkembang dan meraih prestasi. Hasil pertandingan harus menjadi dasar utama dalam menentukan siapa yang layak melangkah ke kompetisi berikutnya.

Komitmen mengembangkan tenis meja di Maluku Tenggara tidak hanya menyasar lingkungan sekolah. Bupati Thaher turut menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara agar menyediakan meja tenis meja di masing-masing instansi.

Ia bahkan merencanakan penyelenggaraan kejuaraan tenis meja antardinas yang melibatkan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta instansi vertikal.

Langkah ini diharapkan dapat memperluas minat masyarakat terhadap tenis meja sekaligus menjadikan olahraga tersebut sebagai bagian dari aktivitas positif di lingkungan pemerintahan.

Bupati Thaher, yang memiliki latar belakang sebagai guru olahraga, menaruh harapan agar tenis meja tidak hanya berkembang sebagai olahraga rekreasi, tetapi juga menjadi wadah pembinaan atlet potensial yang mampu mengharumkan nama Maluku Tenggara.

Dengan penyediaan fasilitas yang layak, pembinaan sejak usia dini, serta seleksi atlet yang mengutamakan prestasi, Maluku Tenggara diharapkan mampu melahirkan pemain-pemain berkualitas yang siap bersaing di tingkat provinsi hingga nasional. (ji4)