-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026



Langgur, JejakInfo.id — Langit Langgur tampak sendu ketika Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara melepas kepergian salah satu putra terbaiknya. Di halaman Masjid Agung Raudah Langgur, Rabu (18/2), upacara pelepasan jenazah almarhum Ahmad Dahlan Tamher berlangsung khidmat dan penuh haru.
Ratusan pelayat memadati halaman masjid. Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, pimpinan dan anggota DPRD, jajaran aparatur sipil negara, tokoh agama, hingga masyarakat dari berbagai penjuru Kabupaten Maluku Tenggara hadir memberikan penghormatan terakhir. Isak tangis keluarga dan kerabat berpadu dengan doa yang dipanjatkan, mengiringi kepergian sosok yang selama ini dikenal sederhana dan bersahaja.
Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, bertindak sebagai inspektur upacara. Dengan suara bergetar, ia menyampaikan duka mendalam atas wafatnya almarhum yang menjabat sebagai Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah.
“Hari ini saya berdiri dengan hati yang penuh duka untuk melepas saudara kita, almarhum Ahmad Dahlan Tamher, yang telah mengabdikan diri sepenuhnya bagi daerah ini,” ujarnya.
Bagi Bupati, almarhum bukan sekadar pejabat birokrasi. Ia adalah figur pekerja keras yang memikul tanggung jawab dengan dedikasi tinggi. Selain sebagai Plt Sekretaris Daerah, Ahmad Dahlan Tamher juga menjabat Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil serta Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran Kabupaten Maluku Tenggara. Di tangan almarhum, pelayanan administrasi kependudukan terus diperluas hingga menjangkau kecamatan-kecamatan, mendekatkan negara kepada masyarakatnya.
Kepergian almarhum pun menyisakan kisah yang menyentuh. Ia wafat usai menunaikan salat Asar di masjid, menjelang azan Magrib pada penghujung bulan Syakban, saat umat Muslim bersiap menyambut Ramadan. Momen tersebut, menurut Bupati, menjadi tanda kebaikan seorang hamba yang menutup hidupnya dalam ibadah.
Untuk meluruskan berbagai kabar yang beredar, Bupati menegaskan bahwa dirinya berada di lokasi dan menyaksikan langsung detik-detik terakhir almarhum sebelum sempat dibawa ke fasilitas kesehatan guna memastikan kondisi medisnya. Klarifikasi itu disampaikan agar masyarakat tidak terpengaruh informasi yang tidak benar.
“Atas nama pemerintah daerah, kami juga memohon maaf kepada masyarakat dan seluruh ASN apabila selama pengabdian beliau terdapat kekhilafan,” ucapnya.
Usai upacara, jenazah diberangkatkan menuju Dusun Fair untuk dimakamkan. Langkah para pelayat mengiringi kepergian almarhum dengan doa dan penghormatan terakhir.
Kepergian Ahmad Dahlan Tamher meninggalkan duka mendalam bagi Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara dan masyarakat luas. Ia dikenang sebagai pribadi religius, rendah hati, dan konsisten menjaga amanah hingga akhir hayatnya: seorang abdi daerah yang menutup perjalanan hidupnya dalam pengabdian dan doa. (ji4)


