-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026


Ohoirenan, JejakInfo.id — Kebahagiaan terlihat di wajah tiga keluarga korban bencana di Ohoi Ohoirenan, Kecamatan Kei Besar Selatan, Kabupaten Maluku Tenggara. Setelah menanti sejak bencana melanda pada 2025, mereka akhirnya menerima kunci rumah yang akan menjadi tempat tinggal baru.
Tiga kunci rumah tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Maluku Tenggara Muhamad Thaher Hanubun, didampingi Wakil Bupati Charlos Viali Rahantoknam, Sabtu (5/9/2026).
Penyerahan itu turut dihadiri Dandim, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman beserta jajaran, Camat Kei Besar Selatan, Kepala Ohoi Ohoirenan, serta masyarakat setempat.
Di hadapan warga, Bupati Thaher menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh absen ketika masyarakat menghadapi musibah. Kehadiran pemerintah, menurutnya, merupakan bentuk tanggung jawab negara untuk memastikan warga yang terdampak bencana mendapatkan perhatian dan bantuan.
“Begitu ada musibah, maka negara harus hadir, negara harus menjawab,” tegas Thaher.
Menurutnya, warga yang sedang menghadapi kesulitan tidak semestinya semakin dibebani dengan berbagai persoalan. Pemerintah harus melihat kebutuhan masyarakat secara langsung dan memastikan kebutuhan dasar mereka tetap terpenuhi.
Thaher pun memberikan apresiasi kepada Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman yang telah bekerja membantu menyelesaikan pembangunan rumah bagi warga terdampak bencana.
Ia mengatakan, pembangunan rumah tersebut tidak terlepas dari kerja sama dan dukungan berbagai pihak hingga akhirnya tiga keluarga dapat kembali memiliki tempat tinggal yang layak.
“Yang penting masyarakat menikmati dulu,” ujarnya.
Namun, bagi Thaher, penyerahan kunci bukan berarti tugas pemerintah selesai. Ia meminta agar rumah yang telah dibangun benar-benar dapat ditempati dengan nyaman, bukan sekadar berdiri secara fisik.
Karena itu, ia meminta jajaran Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk memperhatikan kebutuhan dasar para penerima bantuan, termasuk perabot rumah tangga. Kebutuhan tersebut, kata dia, dapat diupayakan melalui penganggaran perubahan.
“Rumah saja apa mau pakai tikar lalu tidur di atas keramik? Kita harus punya hati manusia, biarkan mereka merasakan juga apa yang kita rasakan,” kata Thaher.
Pernyataan itu menggambarkan pesan utama yang ingin disampaikan Bupati: bantuan bagi korban bencana tidak boleh berhenti pada pembangunan rumah. Masyarakat harus dipastikan bisa kembali menjalani kehidupan secara layak setelah kehilangan atau mengalami kerusakan tempat tinggal akibat bencana.
Kepada tiga keluarga penerima rumah, Thaher meminta agar tidak lagi merasa khawatir dan tetap mensyukuri bantuan yang telah diberikan.
Penyerahan tiga kunci rumah di Ohoirenan pun menjadi lebih dari sekadar seremoni. Bagi warga penerima, kunci tersebut membuka kembali harapan untuk memiliki tempat tinggal yang aman dan nyaman setelah melewati masa sulit akibat bencana.
Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan perhatian dan bantuan, sehingga pembangunan benar-benar dirasakan hingga ke tingkat ohoi. (ji4)
