-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026


Langgur, JejakInfo.id – Antrean panjang kendaraan dan warga yang berburu bahan bakar minyak (BBM) serta minyak tanah kembali mewarnai aktivitas masyarakat di Kabupaten Maluku Tenggara.
Di tengah kebutuhan energi yang terus berjalan setiap hari, kelangkaan tersebut mulai menjadi persoalan serius yang tidak bisa dibiarkan berlarut-larut.
Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara pun turun tangan. Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, meminta persoalan pasokan dan distribusi BBM serta minyak tanah segera dicarikan jalan keluar agar masyarakat tidak terus menjadi korban dari kondisi tersebut.
Desakan itu disampaikan Thaher dalam pertemuan bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kabupaten Maluku Tenggara serta perwakilan Pertamina Wilayah Maluku di ruang kerjanya, Senin (10/8/2026), siang.
Dalam pertemuan itu, Bupati secara khusus menyoroti antrean panjang masyarakat di sejumlah SPBU. Warga harus menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mendapatkan BBM maupun minyak tanah yang menjadi kebutuhan penting bagi rumah tangga dan aktivitas ekonomi.
Menurut Thaher, kondisi tersebut harus segera diurai. Pemerintah tidak boleh membiarkan masyarakat terus berada dalam situasi sulit akibat terbatasnya ketersediaan bahan bakar.
“Di tengah kelangkaan minyak, jangan rakyat yang dibuat susah. Kita harus cari solusi dan pastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi,” tegas Thaher.
Bagi pemerintah daerah, persoalan BBM bukan sekadar masalah antrean di SPBU. Kelancaran pasokan berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat, mulai dari kebutuhan rumah tangga, transportasi, hingga aktivitas ekonomi warga.
Karena itu, Thaher meminta seluruh pihak yang terlibat dalam rantai distribusi BBM dan minyak tanah bekerja lebih serius memastikan pasokan sampai kepada masyarakat sesuai kebutuhan.
Ia juga mengingatkan agar kelangkaan tidak dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk melakukan penimbunan ataupun penyalahgunaan distribusi. Penyaluran bahan bakar harus dilakukan secara tertib, transparan dan tepat sasaran.
“Jangan sampai kondisi seperti ini dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu. Masyarakat harus menjadi prioritas,” ujarnya.
Jam Operasional SPBU Diusulkan Diperpanjang
Salah satu langkah yang didorong Bupati untuk mengurai antrean adalah memperpanjang jam operasional SPBU.
Menurut Thaher, pelayanan yang dimulai lebih awal dan berlangsung hingga lebih larut dapat memberikan ruang pelayanan yang lebih panjang bagi masyarakat. Dengan begitu, penumpukan kendaraan dan warga pada jam-jam tertentu diharapkan dapat dikurangi.
Namun, persoalan antrean bukan satu-satunya yang menjadi perhatian. Pemerintah daerah bersama Pertamina dan Dinas Perindag juga membahas kemungkinan penambahan kuota pasokan minyak tanah.
Tambahan pasokan dinilai penting untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang tersebar di dua wilayah utama Maluku Tenggara, yakni Pulau Kei Kecil dan Pulau Kei Besar.
Kondisi geografis daerah kepulauan membuat kelancaran distribusi menjadi hal yang sangat menentukan. Ketika pasokan tersendat, dampaknya dapat langsung dirasakan masyarakat, terutama mereka yang bergantung pada minyak tanah untuk kebutuhan sehari-hari.
Karena itu, Pemkab Maluku Tenggara meminta koordinasi dengan Pertamina dan instansi terkait tidak berhenti pada pertemuan, tetapi berlanjut pada langkah nyata di lapangan.
Pemerintah daerah memastikan akan terus memantau kondisi pasokan dan distribusi BBM serta minyak tanah. Upaya tersebut dilakukan agar kebutuhan energi masyarakat dapat kembali terpenuhi dan antrean panjang tidak terus menjadi pemandangan sehari-hari di Maluku Tenggara.
Bagi Pemkab Maluku Tenggara, masyarakat tidak boleh dibiarkan menanggung beban dari persoalan distribusi. Ketika bahan bakar menjadi kebutuhan dasar untuk menjalankan kehidupan dan aktivitas ekonomi, maka memastikan ketersediaannya merupakan bagian penting dari pelayanan kepada masyarakat. (ji4)

