Sosialisasi pembangunan jaringan perpipaan dan sambungan rumah sistem penyediaan air minum di Maluku Tenggara. (Ist)

Bupati Thaher Tegaskan Target Besar: Tak Boleh Ada Lagi Warga Malra Kesulitan Air Bersih

10

Langgur, JejakInfo.id — Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara terus berupaya memastikan masyarakat mendapatkan akses air minum yang layak. Salah satunya melalui pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang disertai sambungan rumah (SR) bagi 300 pelanggan.

Bupati Maluku Tenggara, Muhammad Thaher Hanubun, menegaskan air bersih dan air minum bukan sekadar kebutuhan sehari-hari, tetapi menjadi bagian penting dalam meningkatkan kesehatan, produktivitas, perekonomian, hingga kualitas hidup masyarakat.

“Kami sangat mengharapkan dukungan untuk mencapai target-target Pemerintah Daerah di bidang layanan air bersih dan air minum. Kami berharap tidak ada lagi wilayah di Kabupaten Maluku Tenggara yang kesulitan mendapatkan akses air bersih dan air minum,” tegas Thaher di Langgur, Rabu (2/9/2026).

Menurut Thaher, pembangunan infrastruktur air minum juga memiliki kaitan erat dengan pembangunan sumber daya manusia. Ketersediaan air bersih yang layak, kata dia, turut menjadi bagian dari upaya mempercepat penurunan angka stunting.

Ia menyebut prevalensi stunting di Kabupaten Maluku Tenggara tercatat 10,25 persen pada Juni 2026.

“Pembangunan air bersih menjadi salah satu pilar penting dalam program nasional kita, termasuk percepatan penurunan angka stunting,” ujarnya.

Namun, Thaher mengingatkan pembangunan SPAM tidak akan memberikan manfaat maksimal tanpa keterlibatan masyarakat. Karena itu, ia meminta para camat, kepala ohoi, tokoh agama, dan tokoh masyarakat ikut memberikan pemahaman kepada warga agar fasilitas yang telah dibangun dapat dijaga dan dimanfaatkan dalam jangka panjang.

“Pahami dan dukung program ini. Saya meminta seluruh camat, kepala ohoi, tokoh agama, dan tokoh masyarakat membantu mengedukasi warga,” pesannya.

Ia juga menitipkan pesan kepada masyarakat untuk menjaga sumber air, jaringan perpipaan, serta seluruh fasilitas SPAM setelah mulai beroperasi.

“Setelah SPAM ini beroperasi, aset ini adalah milik kita bersama. Saya titip pesan agar masyarakat ikut menjaga dan merawat, baik sumber air maupun fasilitas yang sudah dibangun agar tidak cepat rusak,” kata Thaher.

Thaher turut menyampaikan apresiasi kepada Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan BPBPK Maluku atas dukungan terhadap pembangunan SPAM di Maluku Tenggara.

“Semoga apa yang kita lakukan hari ini dapat membawa berkah dan manfaat yang besar bagi seluruh masyarakat di Kabupaten Maluku Tenggara,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Maluku, Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum, Andreas Budi Wirawan, mengatakan pembangunan SPAM di Maluku Tenggara diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas hidup masyarakat, tetapi juga ikut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Penyediaan air minum merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat dalam meningkatkan kualitas manusia dan pertumbuhan ekonomi suatu wilayah,” jelas Andreas.

Ia mengatakan penyelenggaraan SPAM diarahkan untuk menjamin pelayanan air minum yang memenuhi aspek kualitas, kuantitas, kontinuitas, dan keterjangkauan bagi masyarakat. Pelaksanaannya juga mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 122 Tahun 2015 tentang Sistem Penyediaan Air Minum.

“Pembangunan SPAM diharapkan dapat mewujudkan pelayanan air minum yang aman, efisien, dan berkelanjutan melalui pengelolaan yang profesional serta sesuai standar teknis,” katanya.

Untuk tahap pembangunan saat ini, SPAM dan sambungan rumah di Kabupaten Maluku Tenggara menyasar 300 pelanggan.

Andreas menegaskan seluruh proses pekerjaan harus dilakukan secara tertib, transparan, tepat sasaran, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Setiap rupiah harus digunakan sebaik-baiknya dan tepat sasaran. Tidak ada tagihan dalam pekerjaan. Diharapkan sarana ini dapat dipergunakan dengan baik dan bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Ia juga mengajak pemerintah daerah, pemerintah ohoi, pelaksana pekerjaan, tokoh masyarakat, serta warga membangun sinergi agar fasilitas yang telah dibangun tidak berhenti sebagai infrastruktur semata, tetapi benar-benar berfungsi dan memberikan manfaat bagi masyarakat secara berkelanjutan. (ji4)

1 Menyukai postingan ini