Bupati Timotius Kaidel menghadiri kegiatan Koordinasi dan Evaluasi Pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis Kabupaten Kepulauan Aru Tahun 2026 yang berlangsung di Gospel Caffe, Dobo, Kamis (25/6). (Foto: Diskominfo Malra)

Capaian Terendah di Maluku, Bupati Aru Genjot Program Cek Kesehatan Gratis

7

Dobo, JejakInfo.id — Bupati Kabupaten Kepulauan Aru, Timotius Kaidel, menargetkan cakupan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di wilayahnya bisa mencapai 90 persen dalam lima tahun ke depan. Target ambisius itu dibarengi dengan instruksi tegas kepada seluruh tenaga kesehatan untuk lebih aktif menjangkau masyarakat hingga ke desa-desa.

Menurut Kaidel, keberhasilan program ini tidak bisa hanya bergantung pada masyarakat yang datang ke fasilitas kesehatan. Sebaliknya, petugas kesehatan harus hadir lebih dekat dan proaktif mendatangi warga.

“Kalau masyarakat belum datang ke puskesmas, maka petugas harus punya strategi untuk mendatangi masyarakat. Kita harus jemput bola,” tegas Kaidel.

Pernyataan itu disampaikan saat membuka kegiatan Koordinasi dan Evaluasi Pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis Kabupaten Kepulauan Aru Tahun 2026 yang berlangsung di Gospel Caffe, Dobo, Kamis (25/6).

Kegiatan tersebut dihadiri Plt Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Aru Adolof Pokar, Kepala Dinas P2KBP3A yang juga Plt Kepala Dinas Pendidikan Aris Frits I. Gainau, dr. Sakti Zakaria Sitorus, Danramil 1503-03/Dobo Kapten Infanteri Edi Patimin, para camat, lurah, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
Dalam arahannya, Kaidel menegaskan Program Cek Kesehatan Gratis merupakan program nasional yang membutuhkan dukungan semua pihak. Ia menilai program ini tidak boleh hanya menjadi urusan Dinas Kesehatan semata.

“Program ini tanggung jawab bersama. Pemerintah daerah, tenaga kesehatan, TNI, Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga seluruh warga harus terlibat,” ujarnya.

Kaidel mengungkapkan, berdasarkan data yang diterima pemerintah daerah, capaian pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis di Kabupaten Kepulauan Aru saat ini masih berada di posisi terbawah dibanding kabupaten/kota lain di Provinsi Maluku.

Kondisi itu menjadi alarm serius bagi pemerintah daerah. Rendahnya partisipasi masyarakat dinilai harus segera diatasi melalui pendekatan yang lebih efektif dan menyentuh langsung kebutuhan warga.

Bupati menekankan, pemeriksaan kesehatan gratis memiliki manfaat besar untuk mendeteksi berbagai risiko penyakit sejak dini. Dengan deteksi awal, langkah pencegahan dan penanganan bisa dilakukan lebih cepat sebelum kondisi berkembang menjadi lebih serius.

Ia pun mengajak masyarakat untuk tidak takut menjalani pemeriksaan kesehatan.

“Jangan takut cek kesehatan. Justru dengan mengetahui kondisi tubuh sejak awal, kita bisa mengambil langkah pencegahan maupun pengobatan lebih cepat,” katanya.

Kaidel juga memastikan seluruh hasil pemeriksaan masyarakat akan dijaga kerahasiaannya oleh tenaga kesehatan. Karena itu, masyarakat diminta tidak ragu memanfaatkan program yang telah disiapkan pemerintah.

Menurutnya, keberhasilan Program Cek Kesehatan Gratis sangat bergantung pada kolaborasi lintas sektor. Semua elemen diharapkan berperan aktif menyosialisasikan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin agar kesadaran masyarakat terus meningkat dari tahun ke tahun.

Usai pembukaan kegiatan, agenda dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Bupati Kepulauan Aru, Plt Sekretaris Daerah Adolof Pokar, dan dr. Sakti Zakaria Sitorus terkait strategi percepatan pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis di Kabupaten Kepulauan Aru. (ji3)