-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026



Ternate, JejakInfo.id – Suasana santai coffee morning di lingkungan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku Utara, Senin (4/5), berubah menjadi momentum penting untuk membenahi kinerja.
Di balik cangkir kopi dan obrolan hangat, Plt Kepala BPJN Maluku Utara, Ir. Abdul Hamid Payapo, ST.,MT, menyampaikan pesan tegas: disiplin bukan lagi pilihan, melainkan keharusan.
Forum rutin itu tak sekadar menjadi ajang silaturahmi. Ia menjelma ruang evaluasi terbuka, tempat pimpinan dan staf duduk sejajar, membahas persoalan sekaligus merumuskan langkah perbaikan.
Dalam arahannya, Abdul Hamid yang akrab disapa Haji Mito menyasar hal paling mendasar namun krusial: kepatuhan terhadap jam kerja.
“Disiplin harus ditingkatkan. Ini tanggung jawab bersama, terutama dalam pembinaan oleh bagian tata usaha,” ujarnya lugas.
Bagi Haji Mito, ketepatan waktu bukan sekadar memenuhi aturan administratif. Lebih dari itu, ia mencerminkan wajah profesionalisme institusi. Ia ingin setiap pegawai, baik ASN maupun PPPK, menyadari bahwa kinerja organisasi dibangun dari kebiasaan kecil yang konsisten.
Namun, pembenahan tak berhenti pada soal disiplin. Dalam forum itu, ia juga membuka kran komunikasi selebar-lebarnya. Kritik, ide, hingga usulan dari seluruh lapisan pegawai justru diharapkan mengalir sebagai bahan evaluasi.
“Silakan beri masukan. Semua demi perbaikan bersama,” katanya.
Pesan itu menandai perubahan pendekatan: dari pola kerja yang kaku menuju budaya organisasi yang lebih partisipatif dan responsif. Lingkungan kerja yang sehat pun ikut disorot, termasuk hal sederhana seperti kebersihan kantor.
Ia bahkan menyinggung kerja bakti sebelumnya, ketika pegawai bersama unsur pemadam kebakaran membersihkan saluran air—sebuah contoh kolaborasi yang ingin terus dijaga.
Sebagai langkah nyata, BPJN Maluku Utara kini memperketat sistem absensi. Tak hanya mengandalkan sistem digital, absensi manual diberlakukan hingga empat kali sehari. Kebijakan ini menjadi instrumen kontrol tambahan untuk memastikan kedisiplinan benar-benar dijalankan, bukan sekadar slogan.
“Mulai hari ini, semua harus menyesuaikan,” tegasnya.
Dari forum sederhana itu, arah perubahan mulai ditegaskan. BPJN Maluku Utara menargetkan terciptanya organisasi yang lebih solid, disiplin, dan terbuka. Coffee morning pun bukan lagi rutinitas biasa, melainkan titik awal untuk membangun kinerja yang lebih efektif, transparan, dan akuntabel. (ji1)
