Muhamad Daniel Rigan. (Ist)

Daniel Rigan: Perjuangan Gubernur untuk MIP Adalah Demi Masa Depan Maluku

110

Ambon, JejakInfo.id — Dukungan terhadap langkah Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa terus mengalir. Salah satunya datang dari pengusaha tambang asal Maluku, Muhamad Daniel Rigan (MDR), yang menilai kehadiran Maluku Integrated Port (MIP) sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) adalah tonggak penting kebangkitan ekonomi daerah kepulauan ini.

Kepada JejakInfo.id dari Jakarta, MDR menyampaikan apresiasinya. Ia menegaskan, kerja keras gubernur untuk terus memperjuangkan MIP patut mendapat dukungan penuh seluruh elemen masyarakat Maluku.

“Ini bukan sekadar proyek pelabuhan. Ini tentang masa depan Maluku,” ujarnya.

Menurut Owner Dabe Beaute itu, MIP dirancang sebagai kawasan pelabuhan terintegrasi yang menyatukan berbagai layanan dalam satu simpul strategis; mulai dari logistik dan kargo, pelabuhan perikanan, terminal kapal roro, hingga terminal LNG. Kehadiran fasilitas selengkap ini diyakini akan menjadikan Maluku sebagai pusat distribusi baru di kawasan timur Indonesia.

Lebih dari itu, MIP diharapkan memperkuat konektivitas antarpulau dan mendukung program tol laut, sehingga biaya logistik yang selama ini membebani masyarakat bisa ditekan signifikan. 

“Kalau distribusi lancar dan biaya turun, dampaknya langsung terasa ke harga barang dan daya beli masyarakat,” kata MDR.

Dari sisi investasi, proyek ini disebut-sebut berpotensi menarik kucuran dana besar, termasuk kerja sama internasional untuk pembangunan terminal peti kemas, terminal roro, serta fasilitas logistik modern. Arus investasi tersebut diyakini akan membuka ribuan lapangan kerja bagi tenaga lokal, baik pada tahap pembangunan maupun saat operasional berjalan.

Tak hanya sektor logistik dan energi, MIP juga diproyeksikan menjadi pusat industri perikanan terpadu. Hasil laut Maluku yang melimpah nantinya dapat diekspor langsung tanpa harus transit ke Jawa. Kondisi ini tentu membuka peluang pasar lebih luas bagi nelayan, pelaku usaha perikanan, hingga UMKM lokal. Efek berantainya pun diharapkan berdampak pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“MIP ini simbol kebangkitan Maluku. Daerah kepulauan seperti kita harus bisa berdiri sejajar dengan pusat-pusat ekonomi lain di Indonesia,” tegas MDR.

Suami Bella Shofie Nasution ini pun menutup pernyataannya dengan dukungan penuh kepada gubernur.

“Apa yang dilakukan Bapak Gubernur Hendrik semua itu par Maluku pung bae,” tutupnya.

Sebagai informasi, Gubernur Hendrik Lewerissa baru saja menghadiri Forum Bilateral Kemaritiman Indonesia–Belanda yang dipimpin Menteri Infrastruktur dan Pengelolaan Air Kerajaan Belanda, Robert Tieman.

Forum tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegroseno, perwakilan sejumlah kementerian terkait, Tim Project Management MIP R.J. Lino, PT Pelindo, serta Konsul Kehormatan Kerajaan Belanda di Ambon.

Langkah diplomasi ini menjadi bagian dari ikhtiar memperkuat dukungan internasional bagi pengembangan Maluku Integrated Port, sebuah proyek yang diharapkan menjadi pintu gerbang baru kemajuan Maluku di masa depan. (ji2)