-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026



Langgur, JejakInfo.id — Bupati Maluku Tenggara menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada Presiden Prabowo yang telah mensuport pembangunan di wilayah itu dengan menggelontorkan penambahan anggaran sebesar Rp.56.607.663.000.
Total anggaran tersebut terbagi atas Dana Alokasi Umum (DAU) sebanyak Rp52.098.266.000 dan Dana Bagi Hasil (DBH) sebesar Rp4.509.397.000.
"Kami berterima kasih kepada Presiden Bapak Prabowo Subianto yang telah menggelontorkan anggaran bagi Kabupaten Maluku Tenggara," ucap Thaher usia menghadiri Upacara HUT Kemerdekaan RI ke-81, Senin (17/8/2026) di Langur.
Dalam kesempatan tersebut, Thaher menyampaikan apresiasi kepada Presiden RI Prabowo Subianto atas dukungan pemerintah pusat melalui tambahan dana bagi hasil bagi Kabupaten Maluku Tenggara.
Dukungan tersebut dinilai menjadi tambahan kekuatan bagi pemerintah daerah dalam menjalankan pembangunan dan memperkuat pelayanan kepada masyarakat.
“Atas nama 91 desa/kelurahan dan 11 kecamatan, kami mengucapkan terima kasih. Insya Allah, dana ini akan kami maksimalkan untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Thaher menegaskan, tambahan dukungan fiskal tersebut harus dikelola secara efektif, transparan dan tepat sasaran. Anggaran yang tersedia harus benar-benar kembali kepada kepentingan masyarakat dan tidak boleh kehilangan arah dari tujuan pembangunan.
Optimisme menghadapi keterbatasan bukan tanpa pengalaman. Thaher mengingatkan kembali bagaimana Maluku Tenggara melewati masa pandemi COVID-19.
Saat itu, tekanan ekonomi dan sosial begitu kuat. Namun, pemerintah bersama masyarakat berupaya menjaga stabilitas daerah, termasuk mengendalikan harga kebutuhan pokok.
Pengalaman tersebut bahkan membawa Maluku Tenggara meraih penghargaan sebagai tim pengendali inflasi.
“Pada masa pandemi COVID-19, Maluku Tenggara berhasil meraih penghargaan sebagai tim pengendali inflasi. Ini menunjukkan bahwa ketika kita bekerja bersama, keterbatasan bukan menjadi alasan untuk menyerah,” katanya.
Bagi Thaher, pengalaman tersebut menjadi pelajaran bahwa daerah dapat melewati situasi sulit ketika pemerintah dan masyarakat memiliki tujuan yang sama.
Karena itu, semangat kolaborasi, inovasi dan keberanian mengambil langkah harus terus dipelihara. Tantangan pembangunan hari ini memang berbeda, tetapi prinsipnya tetap sama: jangan menyerah hanya karena keterbatasan.
Thaher pun mengajak seluruh masyarakat Maluku Tenggara mengisi kemerdekaan dengan kerja dan pengabdian sesuai kemampuan masing-masing.
“Masyarakat Maluku Tenggara tidak boleh putus asa. Kita harus tetap semangat mengisi pembangunan. Mari kita bekerja sesuai kemampuan masing-masing untuk daerah dan untuk Indonesia,” tegasnya.
Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa bagi Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara, keterbatasan anggaran bukan akhir dari sebuah ikhtiar pembangunan. Di tengah ruang fiskal yang terbatas, masih ada potensi yang bisa digerakkan, kreativitas yang bisa dilahirkan, dan kekuatan masyarakat yang dapat disatukan.
Semangat kemerdekaan pun diharapkan tidak berhenti pada perayaan 17 Agustus. Ia harus menjelma menjadi keberanian untuk bekerja, berinovasi, menjaga persatuan dan mengubah kekayaan Maluku Tenggara menjadi kesejahteraan nyata bagi masyarakat. (ji4)



