-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026



Dobo, JejakInfo.id — Dukungan terhadap langkah Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel, untuk menggandeng investor asal Cina terus mengalir.
Kali ini datang dari Ketua DPC Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kabupaten Kepulauan Aru, Yandri Hukom.
Menurut Hukom, rencana kerja sama tersebut bukan sekadar agenda investasi biasa, melainkan peluang besar untuk menghidupkan kembali denyut industri perikanan di Desa Benjina, Kecamatan Aru Tengah yang telah lama terhenti.
“Ini harus diapresiasi dan didukung sepenuhnya,” tegasnya.
Sebagai daerah yang dikenal luas dengan potensi lautnya, Kabupaten Kepulauan Aru menyimpan ironi tersendiri. Salah satu perusahaan perikanan terbesar di wilayah itu telah berhenti beroperasi selama beberapa tahun terakhir. Akibatnya, geliat ekonomi di Benjina meredup dan peluang kerja bagi masyarakat ikut menyusut.
Memasuki Tahun 2026, gebrakan yang dilakukan Bupati Kaidel dinilai sebagai langkah berani untuk memulihkan kejayaan sektor perikanan Aru. Bagi GAMKI, kebangkitan perusahaan perikanan di Benjina akan membawa dampak nyata, terutama dalam membuka lapangan pekerjaan dan mengurangi angka pengangguran.
“Kalau perusahaan di Benjina kembali berjalan, dampaknya bukan hanya pada peningkatan pendapatan daerah, tetapi yang lebih penting adalah membuka peluang kerja bagi masyarakat kita,” ujar Hukom.
Ia pun mengingatkan agar perekrutan tenaga kerja nantinya memprioritaskan putra-putri daerah. Untuk itu, pemerintah didorong mengoptimalkan peran Balai Latihan Kerja (BLK) agar masyarakat lokal memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri perikanan modern.
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, menurutnya, mendatangkan investasi menjadi salah satu jalan realistis untuk menjaga pertumbuhan ekonomi daerah. Kehadiran investor diyakini dapat menggerakkan roda ekonomi dari hulu hingga hilir. Mulai dari aktivitas produksi, distribusi, hingga usaha-usaha kecil yang tumbuh di sekitarnya.
Hukom juga menekankan pentingnya menciptakan iklim investasi yang sehat dan aman. Stabilitas keamanan serta kepastian usaha, katanya, menjadi kunci agar investor merasa nyaman menanamkan modalnya di Aru.
“Agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat, pemerintah harus memastikan kehadiran investor membawa kesejahteraan nyata. Dan yang paling penting, kondusivitas keamanan harus dijaga,” pungkasnya. (ji3)

