-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026



Ternate, JejakInfo.id — Penunjukan Abdul Hamid Payapo, atau yang lebih dikenal sebagai Haji Mito oleh Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, sebagai Pelaksana Tugas Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Maluku Utara menghadirkan angin segar di tengah besarnya kebutuhan pembangunan infrastruktur di wilayah kepulauan ini.
Bagi banyak kalangan, ini bukan sekadar pergantian jabatan. Ada harapan yang ikut berpindah. Harapan akan jalan yang lebih layak, jembatan yang menghubungkan, dan akses yang membuka peluang ekonomi baru.
Sosok Haji Mito dinilai datang bukan dengan tangan kosong, melainkan dengan pengalaman panjang yang ditempa langsung di lapangan.
Ia bukan nama baru dalam dunia pembangunan infrastruktur di tanah air. Jejaknya sebagai Pejabat Pembuat Komitmen hingga Kepala Satuan Kerja di wilayah strategis seperti Batam, Kepulauan Riau dan Kota Ambon, Maluku menjadi bukti bahwa ia terbiasa bekerja dalam tekanan target dan tuntutan kualitas.
Dari perencanaan hingga eksekusi, ia dikenal memahami setiap detail proses. Pengalaman itu kini diuji di Bumi Kie Raha, Provinsi Maluku Utara, daerah dengan tantangan geografis yang tak sederhana. Wilayah kepulauan ini selama bertahun-tahun bergulat dengan keterbatasan akses, terutama di daerah-daerah terpencil yang masih bergantung pada konektivitas yang belum merata.
Di sinilah publik menaruh ekspektasi besar. Bukan hanya percepatan pembangunan, tetapi juga kualitas yang benar-benar dirasakan manfaatnya. Jalan yang baik bukan sekadar bentangan aspal, melainkan urat nadi yang menggerakkan ekonomi, memperlancar distribusi, dan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.
Ada satu hal yang membuat harapan itu terasa lebih kuat: kedekatan emosional. Haji Mito bukan orang jauh bagi Maluku Utara. Ia memiliki ikatan dengan daerah ini. Sebuah faktor yang kerap menjadi pembeda antara bekerja sekadar menjalankan tugas dan bekerja dengan panggilan hati.
Kedekatan itu diharapkan melahirkan kebijakan yang lebih peka terhadap kebutuhan masyarakat, terutama di wilayah yang selama ini masih berada di pinggiran pembangunan.
Namun, membangun tidak pernah menjadi pekerjaan satu orang. Peran BPJN memang strategis, tetapi keberhasilan hanya bisa dicapai melalui kerja bersama. Pemerintah daerah, legislatif, hingga masyarakat memiliki peran penting dalam memastikan setiap program berjalan tepat sasaran.
Momentum ini menjadi kesempatan untuk memperkuat kolaborasi. Kaum muda, akademisi, dan organisasi masyarakat sipil juga diharapkan ikut mengawal, memberi masukan, sekaligus menjadi bagian dari proses pembangunan itu sendiri.
Penunjukan Haji Mito membawa optimisme yang nyata. Bukan karena janji, tetapi karena rekam jejak dan kapasitas yang telah teruji.
Kini, harapan itu disematkan di pundaknya. Harapan akan konektivitas yang lebih kuat, pembangunan yang lebih merata, dan masa depan Maluku Utara yang lebih terbuka.
Selamat bertugas, Haji Mito. Publik di Bumi Kie Raha menunggu karya nyata. (RULLY PUTURUHU)

