-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026


Tulehu, JejakInfo.id — Setelah sekitar 13 tahun nyaris tak terurus, Kampus Universitas Darussalam (Unidar) Ambon di Negeri Tulehu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, kini kembali menunjukkan wajah berbeda.
Kampus yang sebelumnya dipenuhi semak belukar dan pepohonan liar itu perlahan berubah menjadi lingkungan pendidikan yang kembali tertata. Aktivitas perkuliahan pun mulai berjalan setelah kawasan kampus dibenahi dalam rangka pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Laskar Partai Gerindra Provinsi Maluku.
Selama sekitar satu bulan, panitia bersama pihak rektorat, mahasiswa, dan masyarakat Tulehu gotong royong, bahu-membahu membersihkan lingkungan serta membenahi sejumlah fasilitas kampus.
Ketua Panitia Diklat Laskar Partai Gerindra Provinsi Maluku, Saudah Tuankotta/Tethool, mengatakan pemilihan Kampus Unidar Tulehu sebagai lokasi kegiatan tidak hanya berkaitan dengan kepentingan pelaksanaan diklat, tetapi juga menjadi momentum untuk menghidupkan kembali kawasan pendidikan tersebut.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari inisiatif Ketua DPD Partai Gerindra Maluku, Hendrik Lewerissa.
“Ada tiga pesan dari Ketua DPD. Pertama, mengurangi kepadatan penduduk di kawasan Warah Air Kuning. Kedua, mengurangi potensi konflik akibat kepadatan penduduk. Ketiga, menghidupkan kembali Kampus Universitas Darussalam Tulehu,” kata Saudah dari lokasi Diklat Laskar Gerindra, Kampus Unidar Tulehu, Senin (28/9/2026).
Ia mengatakan, masyarakat Maluku telah mengetahui kondisi Kampus Unidar Tulehu yang selama kurang lebih 13 tahun tidak menunjukkan aktivitas pendidikan seperti sebelumnya.
Karena itu, kehadiran kegiatan Diklat Laskar Gerindra menjadi momentum untuk membenahi kembali kawasan tersebut.
“Kehadiran kami di sini membawa nuansa baru. Hari ini perkuliahan di Universitas Darussalam Tulehu kembali dihidupkan. Aksesnya juga sudah dibuka kembali oleh Kopertis,” ujarnya.
Ketua Komisi IV DPRD Maluku ini menjelaskan, pembenahan dilakukan pada sejumlah fasilitas kampus. Di antaranya masjid, aula, Fakultas Teknik, Fakultas Pertanian, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), serta Fakultas Hukum.
"Pekerjaan tersebut dilakukan secara bersama-sama oleh panitia Diklat Laskar Gerindra, pihak rektorat dan dekanat, mahasiswa, serta masyarakat Tulehu," sebutnya.
Saudah menegaskan, kehadiran Partai Gerindra di kawasan kampus tersebut lebih diarahkan pada manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.
“Bukan soal partai politik masuk ke dalam sarana pendidikan, tetapi lebih kepada manfaat dari kehadiran kami di sini. Kami membantu merenovasi dan membangun kembali, sehingga harapan masyarakat agar kampus ini kembali aktif hari ini sudah terbukti,” katanya.
Menurut dia, kegiatan perkuliahan bahkan telah berjalan sejak pekan sebelumnya. Masjid kampus juga sudah kembali digunakan mahasiswa dan masyarakat sekitar untuk beribadah.
Selain pembenahan gedung, lanjut Saudah, Gerindra juga tengah menyiapkan fasilitas air bersih melalui pembangunan sumur bor. Air bersih tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan kampus sekaligus membantu masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan Unidar Tulehu.
“Air bersih selama ini sangat sulit didapatkan masyarakat. Karena itu, kami berupaya membuat sumur bor untuk menghasilkan air bagi masyarakat di sekitar kampus dan Universitas Darussalam,” ujarnya.
Kembali aktifnya kampus juga mulai memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat Tulehu.
Sejumlah warga mulai menyiapkan rumah kos, sementara warung makan dan usaha jajanan kembali ramai. Kondisi tersebut menjadi tanda mulai bergeraknya roda ekonomi di sekitar kampus.
“Ekonomi masyarakat Tulehu akan kembali bangkit. Sekarang masyarakat mulai mempersiapkan rumah-rumah kos, jajanan mulai laku, rumah makan mulai hidup. Itu menandakan adanya perputaran ekonomi setelah kegiatan ini hadir di Tulehu,” kata Saudah.
Ia menjelaskan, proses pembenahan kampus berlangsung selama satu bulan. Sementara Diklat Laskar Partai Gerindra sendiri dijadwalkan berlangsung selama lima hari sejak Selasa 29 September hingga 3 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut dibuka dan ditutup oleh Ketua DPD Partai Gerindra Maluku, Hendrik Lewerissa.
Sejumlah tokoh juga dijadwalkan hadir dalam kegiatan tersebut, termasuk Sudaryono, Kepala Badan Gizi Nasional, yang akan memberikan materi kepada para peserta.
Sebanyak 500 peserta dari 11 kabupaten/kota di Maluku mengikuti Diklat Laskar Partai Gerindra. Panitia menyebut tingkat kehadiran peserta mencapai sekitar 100 persen.
Saudah berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung aman dan lancar, sekaligus meninggalkan manfaat yang lebih panjang bagi masyarakat Tulehu dan keberlangsungan Kampus Unidar. (ji1)