-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026


Masohi, JejakInfo.id – Situasi di Negeri Waai, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, pascainsiden yang terjadi pada Sabtu (8/8) siang, mendapat perhatian dari sejumlah pihak. Di tengah dinamika yang berkembang, masyarakat diharapkan tidak terbawa pada tindakan yang dapat memperlebar persoalan.
Anggota DPRD Kabupaten Maluku Tengah, Frederik Bakarbessy, mengajak seluruh masyarakat Negeri Waai untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban. Menurutnya, penyelesaian persoalan harus dikedepankan melalui komunikasi dan mekanisme yang baik, sehingga suasana di tengah masyarakat tetap kondusif.
Politisi Partai Gerindra itu juga meminta masyarakat memberikan ruang kepada Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah di bawah kepemimpinan Bupati Zulkarnain Awat Amir dan Wakil Bupati Mario Lawalatta untuk mengambil langkah penyelesaian sesuai kewenangan pemerintah daerah.
Sebagai tokoh masyarakat Waai, Bakarbessy memberikan apresiasi atas kehadiran langsung Wakil Bupati Mario Lawalatta di lokasi ketika persoalan tersebut terjadi.
"Sebagai tokoh masyarakat Waai, saya mengapresiasi kehadiran langsung Wakil Bupati, Pak Mario Lawalatta dalam insiden yang terjadi kemarin," ujar Bakarbessy, yang akrab disapa Edy, kepada JejakInfo.id di Masohi, Senin (10/8).
Ia menilai, persoalan yang berkembang di Negeri Waai pada dasarnya berawal dari adanya perbedaan pandangan dan ketersinggungan antara Kepala Pemerintahan Negeri (KPN) dengan tokoh adat.
Perbedaan tersebut, kata dia, semestinya dapat dibicarakan melalui ruang dialog dengan mengedepankan kepentingan bersama. Namun, karena menyentuh persoalan status dan kedudukan adat, dinamika yang muncul kemudian turut memengaruhi hubungan antara para kepala-kepala Soa dan KPN.
Karena itu, Bakarbessy berharap Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah dapat mengambil langkah yang tepat untuk mencegah persoalan berkembang menjadi situasi yang lebih luas.
Menurut dia, pendekatan yang mengedepankan komunikasi, musyawarah dan penghormatan terhadap tata kehidupan adat perlu menjadi bagian penting dalam proses penyelesaian.
"Saya berharap langkah selanjutnya dapat ditempuh Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah guna mengeliminir segala bentuk tindakan di luar ekspektasi," katanya.
Di sisi lain, Bakarbessy mengingatkan seluruh pihak, termasuk KPN dan unsur-unsur masyarakat adat, agar tidak menjadikan perbedaan sebagai alasan untuk mempertajam ketegangan.
Ia berharap setiap pihak dapat mengesampingkan kepentingan maupun ego pribadi demi kepentingan masyarakat Waai secara keseluruhan.
Sebab, menurutnya, setiap persoalan yang tidak segera diredam berpotensi membawa dampak terhadap kehidupan sosial masyarakat. Ketika suasana tidak kondusif, aktivitas warga, pelayanan pemerintahan hingga agenda pembangunan dapat ikut terganggu.
"Jangan sampai perbedaan yang ada justru mengganggu keberlangsungan hidup masyarakat di Negeri Waai. Kepentingan masyarakat harus menjadi perhatian bersama," ujarnya.
Pesan tersebut dinilai semakin penting mengingat Negeri Waai merupakan salah satu kawasan yang berkaitan dengan rencana pembangunan Maluku Integrated Port (MIP), yang masuk dalam agenda Proyek Strategis Nasional.
Karena itu, keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi kepentingan pemerintah, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
Bakarbessy mengajak masyarakat Waai untuk tidak mudah terprovokasi dan memberikan kesempatan kepada pemerintah bersama unsur terkait untuk menyelesaikan persoalan melalui jalur yang tepat.
"Keamanan dan ketertiban harus kita jaga. Sebab ini program nasional yang harus kita dukung bersama," tegasnya.
Bagi Bakarbessy, pembangunan tidak akan berjalan baik tanpa suasana masyarakat yang aman dan harmonis. Karena itu, di tengah perbedaan yang ada, ruang dialog harus tetap terbuka agar setiap persoalan dapat menemukan jalan keluar tanpa menimbulkan persoalan baru.
Kini, harapan utama adalah agar dinamika yang terjadi di Negeri Waai dapat segera diredam, sehingga masyarakat kembali menjalankan aktivitas secara normal dan berbagai agenda pembangunan dapat terus berjalan dalam suasana yang aman, damai dan kondusif. (ji5)
