-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026


Masohi, JejakInfo.id — Usai mengikuti Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) di Jakarta, Senin (24/8/2026), jajaran Dewan Komisaris Bank Maluku Maluku Utara (Bank Maluku Malut) langsung turun melakukan Kunjungan Kerja ketiga Kabupaten yaitu kabupaten SBT, Kabupaten SBB, dan Kabupaten Maluku Tengah dalam rangka membangun Sinegitas yg lebih strategis bersama para pemegang saham selaku pemilik Bank Daerah Maluku dan Maluku Utara.
Selain bertemu dengan para pemegang saham, Dua komisaris bank milik pemerintah daerah itu melakukan Fungsi Pengawasan terhadap aktivitas sejumlah kantor cabang dan cabang pembantu di wilayah Pulau Seram didampingi Direktur Kepatuhan.
Komisaris Independen Faizal Kelian dan Komisaris Non Independen Maichel Papilaya bersama Direktur Kepatuhan Abidiin Kamis (3/9/2026), mengawali kunjungan dengan menyambangi Kantor Cabang Piru, Kabupaten Seram Bagian Barat.
Pertemuan tersebut dihadiri pimpinan cabang dan jajaran karyawan. Dalam kesempatan itu, manajemen Kantor Pusat Bank Maluku Malut menekankan pentingnya peningkatan kinerja untuk mendorong pertumbuhan pendapatan.
Bagian pemasaran dan kredit diminta tidak berjalan sendiri-sendiri. Kedua lini tersebut harus bekerja lebih maksimal dalam membuka peluang bisnis sekaligus memperluas layanan kepada masyarakat.
Manajemen juga menaruh perhatian pada kualitas pelayanan. Fasilitas Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dan layanan mobile banking diminta terus dioptimalkan agar kebutuhan nasabah dapat dilayani dengan lebih cepat dan mudah.
Dari Piru, rombongan kemudian melanjutkan monev ke Cabang Pembantu Kobisonta dan Kantor Cabang Bula.
Kunjungan di Kabupaten Seram Bagian Timur menjadi semakin penting karena turut dihadiri Bupati Seram Bagian Timur Fachri Alkatiri.
Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi Bank Maluku Malut dan pemerintah daerah untuk memperkuat komunikasi sekaligus membangun sinergi yang lebih erat.
Bank Maluku Malut berharap dukungan pemerintah daerah sebagai pemegang saham terus diperkuat, termasuk melalui peningkatan penyertaan modal.
Bagi manajemen, tambahan modal bukan semata-mata persoalan angka. Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas bank daerah dalam menjalankan fungsi intermediasi, memperluas pelayanan, serta ikut menggerakkan perekonomian masyarakat.
Setelah menyisir sejumlah unit kerja di Pulau Seram, jajaran Bank Maluku Malut kembali memperkuat komunikasi dengan pemerintah daerah.
Minggu (6/9/2026), Komisaris Bank Maluku Malut bersama Direktur Kepatuhan bertatap muka dengan Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir. Pertemuan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Maluku Tengah Herry Man Carl Haurissa.
Pertemuan berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Namun, di balik suasana santai tersebut, terdapat agenda penting menyangkut masa depan Bank Maluku Malut di Kabupaten Maluku Tengah.
Bupati Zulkarnain menyatakan komitmennya untuk berupaya meningkatkan penyertaan modal pemerintah daerah pada Bank Maluku Malut Cabang Masohi.
Saat ini, penyertaan modal Pemkab Maluku Tengah disebut telah mencapai Rp11 miliar. Nilai tersebut masih terbuka untuk ditingkatkan.
Komitmen itu menjadi angin segar bagi Bank Maluku Malut, terutama dalam memperkuat keberadaannya di wilayah Maluku Tengah.
Bupati yang akrab disapa Ozan itu menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan Bank Maluku Malut. Menurutnya, bank milik daerah harus terus diperkuat agar mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pembangunan daerah dan perekonomian masyarakat.
Rangkaian kunjungan para komisaris ke sejumlah cabang di Pulau Seram sekaligus menunjukkan bahwa penguatan Bank Maluku Malut tidak hanya dibicarakan di ruang rapat.
Kinerja cabang, kualitas pelayanan, pertumbuhan bisnis hingga dukungan pemegang saham menjadi bagian yang harus berjalan beriringan.
Dengan dukungan pemerintah daerah dan kerja maksimal seluruh jajaran, Bank Maluku Malut diharapkan semakin kuat sebagai bank daerah yang mampu hadir lebih dekat dengan masyarakat di Maluku dan Maluku Utara.
Direktur Kepatuhan Bank Maluku Malut, Abidin, mengatakan kunjungan kerja itu telah direncanakan untuk menjangkau seluruh pemegang saham di Provinsi Maluku dan Maluku Utara, termasuk 21 kabupaten/kota dan dua pemerintah provinsi.
“Kami memang sudah merencanakan kunjungan kerja di seluruh pemegang saham yang ada di Provinsi Maluku dan Maluku Utara,” kata Abidin dalam kunjungan kerja di Kantor Cabang Masohi didampingi Kepala Cabang Rahman Hamsidi, Minggu (6/9/2026).
Dalam kunjungan tersebut, jajaran manajemen tidak hanya menemui kepala daerah sebagai pemegang saham, tetapi juga turun langsung ke kantor-kantor cabang untuk melihat kondisi pegawai sekaligus memberikan pembinaan.
Rute kunjungan diawali dari wilayah Seram Bagian Barat, kemudian berlanjut ke Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur, dan Masohi, Kabupaten Maluku Tengah.
Di Seram Bagian Timur dan Maluku Tengah, jajaran manajemen berkesempatan bertemu langsung dengan Bupati Fachri Alkatiri. Sementara di Seram Bagian Barat, kunjungan dilakukan ke kantor cabang karena bupati sedang tidak berada di tempat.
Abidin mengatakan, pertemuan dengan pemerintah daerah menjadi bagian penting untuk membangun komunikasi sekaligus memastikan dukungan pemegang saham terhadap perkembangan Bank Maluku Malut. Namun, kunjungan tersebut juga diarahkan untuk membenahi dan mendorong kinerja cabang.
“Kami memberikan pembinaan kepada cabang, memberikan pengarahan bagaimana meningkatkan kinerja masing-masing cabang, termasuk strategi pemasaran, tata kelola, pengelolaan kredit dan bagaimana menekan kredit bermasalah atau NPL,” jelasnya.
Selain aspek bisnis, manajemen juga memberikan motivasi kepada para pegawai agar bekerja lebih optimal dan tetap berpegang pada ketentuan yang berlaku.
Pemda SBT dan Malteng Siap Dukung
Respons positif datang dari pemerintah daerah yang dikunjungi. Abidin menceritakan, Bupati Seram Bagian Timur Fachri Alkatiri bahkan menyambut langsung kedatangan jajaran Bank Maluku Malut dan mengunjungi kantor cabang di Bula.
Menurutnya, sambutan tersebut menunjukkan adanya hubungan yang baik antara bank dengan pemerintah daerah selaku pemegang saham.
“Bank ini adalah bank mereka, bank para bupati sebagai pemegang saham. Jadi memang supporting mereka yang kami butuhkan,” ujarnya.
Ia mengatakan, dukungan pemerintah daerah bukan hanya dalam bentuk penyertaan modal, tetapi juga dengan memperkuat kepercayaan terhadap Bank Maluku Malut dalam mengelola aktivitas keuangan pemerintah daerah.
Untuk Seram Bagian Timur, Abidin menyebut penyertaan modal daerah telah berada di kisaran Rp30 miliar. Ia mengatakan angka tersebut akan kembali dicek untuk memastikan nominal terakhir. Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah saat ini tercatat memiliki penyertaan modal sekitar Rp11 miliar.
Abidin mengatakan, pemerintah daerah juga telah menyampaikan komitmen untuk menambah modal apabila kondisi memungkinkan.
“Beliau juga sudah menyampaikan, ke depan bila sudah memungkinkan, mereka akan menambah modal,” katanya.
Selain penyertaan modal, manajemen berharap pengelolaan gaji ASN, dana pemerintah daerah, serta aktivitas keuangan pemerintah dapat terus diperkuat melalui Bank Maluku Malut.
Komisaris Turut Dampingi
Kunjungan tersebut tidak hanya dilakukan jajaran direksi. Manajemen juga didampingi Komisaris Non-Independen Michael Papilaya dan Komisaris Independen Faizal Kelian.
Menurut Abidin, keterlibatan komisaris penting untuk melihat langsung kondisi cabang dan memberikan masukan terhadap langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk meningkatkan kinerja.
Kunjungan ke cabang Masohi, misalnya, dimanfaatkan untuk bertemu langsung dengan seluruh pegawai dan memberikan arahan terkait kepatuhan, tata kelola, pelayanan, operasional, penghimpunan dana, hingga penyaluran kredit.
“Fokus kami memang di bidang kepatuhan. Tetapi tentu kami juga memberikan arahan terkait tata kelola dan bagaimana strategi meningkatkan kinerja cabang,” katanya.
Di sisi pelayanan, Bank Maluku Malut juga terus mendorong pengembangan layanan berbasis digital agar mampu bersaing dengan perbankan lainnya.
Abidin mengatakan, saat ini Bank Maluku Malut telah memiliki sejumlah layanan digital seperti mobile banking, kartu debit, dan QRIS.
Ke depan, bank juga akan memperluas layanan melalui program Laku Pandai. Dengan layanan tersebut, masyarakat di daerah yang belum memiliki akses kantor cabang atau kantor kas dapat memperoleh layanan perbankan melalui mitra yang telah bekerja sama dengan bank.
“Dengan adanya Laku Pandai, kita tidak perlu lagi membuka cabang pembantu atau kantor kas di setiap tempat. Kita bisa bekerja sama dengan tokoh masyarakat atau pengusaha untuk menjadi mitra layanan,” jelasnya.
Menurutnya, penguatan layanan tersebut menjadi bagian dari upaya Bank Maluku Malut mendekatkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus menjawab kebutuhan transaksi perbankan yang semakin berkembang.
Tekan Fraud, Tingkatkan Kinerja
Abidin menegaskan, ada pesan penting yang dibawa dalam setiap kunjungan ke cabang: seluruh pegawai harus bekerja sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan kebijakan bank.
Kepatuhan terhadap aturan dinilai menjadi kunci untuk mencegah terjadinya fraud sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Bank Maluku Malut.
“Harapan kami kepada seluruh pimpinan cabang, jajaran dan para pegawai agar tetap bekerja sesuai SOP dan kebijakan masing-masing,” tegasnya.
Ia berharap kepatuhan terhadap prosedur tidak hanya mampu menekan potensi fraud, tetapi juga menjadi fondasi untuk meningkatkan kinerja seluruh cabang.
“Kami ingin fraud bisa ditekan, bahkan kalau bisa dihilangkan. Pada saat yang sama, kinerja masing-masing cabang harus terus ditingkatkan,” tandasnya. (ji1)
