Direktur Jenderal Sumber Daya Air (Dirjen SDA) Kementerian Pekerjaan Umum, Mayjen TNI (Purn) Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw, meluruskan narasi yang beredar di media sosial terkait video percakapan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo. (Ist)

Dirjen SDA Luruskan Narasi Video Menteri Dody: Bukan Saya yang Dimarahi

47

Ambon, JejakInfo.id — Direktur Jenderal Sumber Daya Air (Dirjen SDA) Kementerian Pekerjaan Umum, Mayjen TNI (Purn) Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw, meluruskan narasi yang beredar di media sosial terkait video percakapan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo.

Dalam sejumlah pemberitaan dan unggahan media sosial, Ritiauw disebut sebagai pihak yang dimarahi Menteri Dody hingga mendapat ucapan “bego”. Namun, berdasarkan klarifikasi langsung kepada Ritiauw, pihak yang menerima teguran tersebut bukan dirinya, melainkan pejabat di lingkungan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum.

Klarifikasi itu disampaikan Ritiauw setelah JejakInfo.id menghubunginya untuk memastikan siapa sebenarnya pejabat yang menjadi sasaran teguran Menteri PU dalam video yang beredar.

“Itu bukan beta, Bung. Medsos yang putar bale akang,” tepis Ritiauw melalui sambungan telepon, Selasa (29/9/2026).

Penjelasan tersebut sekaligus memberikan konteks berbeda terhadap potongan percakapan yang sebelumnya beredar luas. Jika video dilihat secara utuh berdasarkan urutan komunikasinya, terdapat dua percakapan berbeda, yakni antara Menteri Dody dengan pejabat BBWS Citarum dan komunikasi berikutnya antara Menteri Dody dengan Dirjen SDA.

Dalam bagian awal video, Menteri Dody Hanggodo berkomunikasi dengan Abdul Ghoni Majdi yang saat ini menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BBWS Citarum.

Dalam percakapan tersebut, Menteri PU terdengar memberikan teguran keras berkaitan dengan persoalan pekerjaan dan kinerja di wilayah BBWS Citarum.

Ucapan “bego” yang kemudian menjadi sorotan dalam sejumlah unggahan media sosial muncul dalam rangkaian komunikasi tersebut. Berdasarkan urutan percakapan yang ditelusuri, ucapan itu berada dalam komunikasi Menteri Dody dengan Abdul Ghoni Majdi, bukan dengan Ritiauw.

Artinya, konteks percakapan menjadi penting untuk melihat secara tepat siapa yang sedang diajak berbicara oleh Menteri PU ketika teguran tersebut disampaikan.

Setelah itu, Menteri Dody menghubungi Dirjen SDA. Percakapan kemudian berlanjut. Menteri Dody berkomunikasi dengan Dirjen SDA Arnold Ritiauw. Namun, isi komunikasi pada bagian ini sudah berbeda. Pembicaraan mengarah pada evaluasi terhadap jajaran BBWS Citarum, termasuk kemungkinan melakukan pergantian terhadap pejabat atau personel yang dinilai tidak menjalankan tugas sebagaimana mestinya.

Dalam video tersebut, Menteri Dody antara lain menyampaikan: “Berarti anak buah lu kalau perlu diganti semua aja gitu, daripada tidur gitu. Ngapain kita melihara orang yang tidur.”

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa percakapan Menteri PU dengan Ritiauw berkaitan dengan tindak lanjut dan evaluasi terhadap jajaran yang berada di bawah koordinasi Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.

Dengan demikian, ada perbedaan antara pihak yang menerima teguran langsung dengan pejabat yang kemudian diajak membahas langkah evaluasi.

Ritiauw berada dalam percakapan kedua tersebut sebagai Dirjen SDA, sementara teguran keras pada bagian awal video ditujukan kepada pejabat BBWS Citarum.

Ritiauw: Narasi di Medsos Diputarbalikkan

Klarifikasi Ritiauw menjadi penting karena narasi yang berkembang sebelumnya telah mengaitkan dirinya secara langsung dengan teguran Menteri PU.

Padahal, menurut penjelasan Ritiauw, dirinya bukan orang yang dimarahi dalam percakapan tersebut.

Ia justru kemudian diajak berkomunikasi oleh Menteri Dody untuk membahas persoalan jajaran di bawahnya dan kemungkinan langkah evaluasi terhadap personel yang dianggap tidak menjalankan tugas secara optimal.

Perbedaan urutan percakapan tersebut menunjukkan bahwa potongan video tanpa konteks yang lengkap berpotensi menimbulkan kesan berbeda dari rangkaian komunikasi sebenarnya.

Karena itu, penyebutan nama Dirjen SDA sebagai pihak yang disebut “bego” perlu diluruskan. Berdasarkan konfirmasi langsung Ritiauw dan penelusuran terhadap rangkaian percakapan dalam video, pihak yang menerima teguran tersebut adalah pejabat BBWS Citarum.

Sementara itu, komunikasi antara Menteri Dody dengan Ritiauw berlangsung setelahnya dan membahas evaluasi terhadap jajaran BBWS Citarum.

Klarifikasi ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih utuh kepada publik sekaligus mencegah berkembangnya informasi yang mencampuradukkan dua percakapan berbeda dalam satu rangkaian video.

Dengan demikian, persoalan utama dalam video tersebut bukan teguran Menteri PU kepada Dirjen SDA, melainkan teguran terhadap pejabat BBWS Citarum yang kemudian ditindaklanjuti melalui komunikasi Menteri PU dengan Dirjen SDA mengenai evaluasi jajaran di bawahnya. (ji1)

1 Menyukai postingan ini