Direktur Utama Perumda Panca Karya, Muhammad Rany Tualeka bantah terjadi pungli di Lintasan Hunimua-Waipirit. (Ist)

Dirut Perumda Panca Karya Bantah Terjadi Pungli di Lintasan Hunimua-Waipirit

11

Ambon, JejakInfo.id – Direktur Utama Perumda Panca Karya, Muhammad Rany Tualeka menegaskan jika tarif untuk tiap kelas yang dipatok untuk seluruh kelas di lintasan Hunimua-Waipirit sudah sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku.

"Tidak ada pungutan atau biaya lain-lain untuk penumpang kelas ekonomi. Harga tiket itu sudah sesuai dengan peraturan, dan tiket dibeli melalui aplikasi online," tegas Tualeka kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (17/6).

Tualeka menegaskan, bahwa tarif yang digunakan Perumda Panca Karya bahkan masih cukup murah, baik untuk kelas ekonomi, bisnis maupun VIP.

"Tarif kami masih sangat terjangkau dan memang sesuai dengan fasilitas yang kami sediakan untuk masing-masing penumpang di tiap kelas," ucapnya.

Adapun tarif tambahan itu hanya berlaku untuk pengguna yang menginginkan fasilitas tambahan, seperti penumpang yang sudah memiliki tiket ekonomi tapi mengingkan fasilitas bisnis ataupun dari bisnis ke fasilitas ekslusif (VIP).

"Memang ada biaya tambahan sebesar Rp6.500. Tapi itu berlaku bagi penumpang kelas ekonomi yang meninginkan fasilitas bisnis," sebutnya.

Tualeka juga menyebut kebijakan ini hanya berlaku untuk lintasan Hunimua-Waipirit dan tidak berlaku di jalur komersil lain seperti Galala-Namlea maupun di jalur perintis lainnya.

"Jadi kenapa hanya di jalur Hunimua-Waiprit? Karena lintasan ini cukup padat bagi penumpang dan waktu yang singkat untuk ABK. Durasi pemesanan dan pemeriksaan tiket tidak lama cukup singkat. Hanya ada satu jam 30 menit untuk bongkar dan 30 menit untuk angkut," paparnya.

Untuk biaya tambahan ini model transkasi yang dipakai Perumda Panca Karya memang belum digital, dibayarkan secara langsung kepada petugas di atas kapal dan tercatat dalam pembukuan.

"Itu bukan pungli. Sebagaimana yang diviralkan," timpalnya sembari menyentil unggahan salah satu pengguna media sosial yang menyebut kalau ada biaya tambahan bagi penumpang di kelas ekonomi.

"Memang kami akui jika ada kesalahan dalam percetakan, itu sebenarnya bukan suplesi. Kami sementara lagi upgrade sistemnya, ke depan transaksi untuk pasilitas tambahan di atas kapal ini akan online. Kita rencana menggunakan qris, bukan lagi manual," tutupnya. (ji5)