Peneguhan 41 Aggota Sidi Gereja Protestan Maluku Jemaat GPM Ebenhaezer Klasis Kota Ambon, Minggu (29/3). (Ist)

Diteguhkan dalam Anugerah, Diutus Memelihara Kehidupan: 41 Sidi Baru  di Jemaat GPM Ebenhaezer

27

JEMAAT GPM Ebenhaezer Klasis Kota Ambon merayakan berkat istimewa melalui ibadah Minggu Palmarum pada Minggu, 29 Maret 2026, pukul 09.00 pagi. Ibadah yang berlangsung khidmat tersebut dirangkaikan dengan peneguhan 41 anggota sidi baru, termasuk kehadiran warga yang turut bersekutu bersama jemaat.

Sebanyak 41 anggota sidi baru diteguhkan sebagai anggota sidi jemaat dewasa melalui prosesi yang sarat makna iman. Pelayanan firman dipimpin oleh Pdt. Meity Hitipeuw/Paays dengan dasar pembacaan Alkitab dari Markus 11:8–11 dan Yohanes 19:16b–27, yang mengarahkan jemaat pada pemahaman akan panggilan mengikuti Kristus.

Pdt. Meity menegaskan bahwa mengikuti Yesus bukanlah perjalanan pribadi yang dijalani sendiri, melainkan panggilan untuk hidup dalam persekutuan kasih sebagai satu tubuh Kristus. Kaki salib menjadi tempat di mana perbedaan latar belakang, status sosial, dan hubungan darah kehilangan makna, digantikan oleh kesatuan sebagai keluarga Allah yang saling menopang dan memelihara.

Peneguhan sidi dipahami sebagai awal perjalanan kedewasaan iman, bukan akhir dari sebuah proses. Para anggota sidi baru menerima tanggung jawab untuk menjaga kesatuan jemaat, hadir bagi yang lemah, serta menjadi sumber penghiburan bagi mereka yang berduka. Sejak peneguhan tersebut, mereka tidak lagi sekadar didampingi, tetapi diutus untuk terlibat aktif dalam pelayanan dan kesaksian gereja.

Peristiwa Yesus memasuki Yerusalem yang disambut dengan seruan “Hosana” menjadi refleksi penting bagi jemaat agar tidak hanya setia saat suasana penuh sukacita, tetapi juga tetap teguh ketika menghadapi jalan salib. Kesetiaan iman diuji bukan pada momen perayaan, melainkan pada keteguhan mengikuti Kristus dalam setiap situasi kehidupan.

Pengaruh budaya media sosial dan tren sesaat menjadi perhatian khusus dalam pembinaan iman jemaat. Pdt. Meity mengajak anggota sidi baru untuk membangun iman yang autentik melalui relasi pribadi dengan Yesus, yang diwujudkan melalui doa, pembacaan firman, serta keterlibatan nyata dalam pelayanan.

Panggilan gereja sebagai alat pemeliharaan Allah turut ditekankan di tengah berbagai tantangan kehidupan, seperti kerusakan lingkungan, ketidakadilan sosial, dan krisis mental. Kaum muda gereja didorong untuk memanfaatkan potensi, tenaga, dan kreativitas sebagai wujud partisipasi aktif dalam pelayanan, baik di jemaat maupun di tengah masyarakat.

Suasana liturgi Palmarum dipenuhi seruan “Hosana! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan” sebagai ungkapan syukur dan komitmen iman. Peneguhan 41 anggota sidi baru menjadi tanda anugerah Allah sekaligus momentum pembaruan panggilan bagi Jemaat GPM Ebenhaezer untuk terus setia bersaksi dan melayani.

Kontributer: Betty Anthoineta Sahertian