Diterpa Sorotan, Perumda Panca Karya Tegaskan Terus Berbenah di Tengah Warisan Masalah

4

Ambon, JejakInfo.id – Sorotan publik terhadap kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Provinsi Maluku, khususnya Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Panca Karya, mendapat tanggapan langsung dari Direktur Utama Perumda Panca Karya, Muhammad Rany Tualeka.

Menanggapi sejumlah pemberitaan yang mendorong Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa melakukan audit sekaligus mengevaluasi kinerja tiga BUMD yang saat ini beroperasi di Maluku, Tualeka menegaskan bahwa pihaknya tidak memandang kritik sebagai serangan terhadap perusahaan. Sebaliknya, kritik dinilai sebagai bentuk kepedulian yang harus dijadikan motivasi untuk terus memperbaiki diri.

Kepada JejakInfo.id di ruang kerjanya, Rabu (29/7), Tualeka mengatakan setiap masukan yang disampaikan masyarakat maupun media merupakan energi positif bagi manajemen untuk bekerja lebih baik.

"Kami menyambut baik setiap kritik dan masukan terhadap pembenahan BUMD di Maluku, khususnya Perumda Panca Karya. Kritik itu bukan untuk menjatuhkan, tetapi menjadi spirit dan motivasi bagi kami untuk terus menjaga kepercayaan, berbenah, dan memberikan yang terbaik bagi pembangunan daerah," ujarnya.

Meski demikian, Tualeka mengakui bahwa Perumda Panca Karya saat ini masih berada dalam fase transisi manajemen. Direksi yang baru, kata dia, mewarisi berbagai persoalan yang telah berlangsung sejak periode sebelumnya dan hingga kini masih terus diselesaikan.
Menurutnya, tantangan yang dihadapi tidak hanya menyangkut aspek internal perusahaan, tetapi juga operasional armada di lapangan.

Sejak dipercaya memimpin Perumda Panca Karya oleh Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, langkah pertama yang dilakukan adalah melakukan konsolidasi internal agar perusahaan memiliki fondasi yang lebih kuat sebelum menjalankan berbagai program pengembangan.

Di saat yang sama, manajemen juga harus menghadapi kenyataan bahwa sejumlah armada tidak dapat beroperasi karena memasuki masa docking atau pemeliharaan. Selain itu, perusahaan juga masih dibebani berbagai kewajiban, termasuk utang yang harus ditangani oleh manajemen baru, di samping berbagai persoalan lain yang hingga kini masih dalam proses penyelesaian.

Tualeka tidak menampik bahwa selama masa kepemimpinannya belum banyak capaian besar yang dapat dipersembahkan kepada masyarakat Maluku. Namun, ia menegaskan kondisi tersebut bukan karena kurangnya komitmen, melainkan karena manajemen harus lebih dahulu menyelesaikan berbagai persoalan mendasar yang diwariskan dari periode sebelumnya.

Di balik berbagai tantangan tersebut, lanjutnya, seluruh jajaran direksi terus bekerja mempercepat pemulihan operasional perusahaan, termasuk mengupayakan agar armada yang belum beroperasi dapat kembali melayani masyarakat.

Selain itu, Perumda Panca Karya juga terus membangun komunikasi dan menjalin kerja sama dengan berbagai pihak sebagai bagian dari strategi memperkuat perusahaan sekaligus menjaga kepercayaan yang telah diberikan pemerintah daerah.

"Saat ini sudah ada lima armada Perumda Panca Karya yang kembali beroperasi. Sementara empat armada lainnya masih menjalani proses pemeliharaan. Kami menargetkan pada Agustus mendatang KMP Bahtera Nusantara 02 sudah dapat kembali beroperasi," jelasnya.

Lebih lanjut, Tualeka menegaskan bahwa seluruh kondisi perusahaan, termasuk tantangan yang sedang dihadapi serta rencana pengembangan ke depan, telah disampaikan secara terbuka dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi III DPRD Provinsi Maluku.

Dalam forum tersebut, kata dia, manajemen juga memaparkan Rencana Bisnis (Renbis) perusahaan sebagai pedoman untuk membangun Perumda Panca Karya menjadi lebih sehat dan profesional.

Terkait isu penyertaan modal dari Pemerintah Provinsi Maluku yang belakangan ikut menjadi perhatian publik, Tualeka memberikan penegasan bahwa hingga saat ini Perumda Panca Karya masih menjalankan operasional perusahaan dengan kemampuan anggaran yang dikelola sendiri oleh manajemen.

Ia menepis anggapan yang berkembang bahwa perusahaan telah memperoleh penyertaan modal dari pemerintah daerah.

"Saya kira tanggapan mengenai penyertaan modal harus dipahami dan diteliti secara komprehensif. Jangan menggiring opini seolah-olah penyertaan modal itu sudah diberikan. Faktanya, hingga saat ini kami masih menjalankan operasional perusahaan dengan anggaran yang dikelola sendiri oleh manajemen," tegasnya.

Menurut Tualeka, manajemen menyadari sepenuhnya besarnya tanggung jawab yang kini diemban. Karena itu, di tengah berbagai persoalan yang masih diwarisi dari masa lalu, seluruh jajaran direksi tetap berkomitmen menjaga kepercayaan pemerintah dan masyarakat melalui kerja nyata.

Ia optimistis, dengan semangat kebersamaan dan komitmen yang kuat, Perumda Panca Karya akan mampu bangkit menjadi perusahaan daerah yang lebih sehat, produktif, dan memberi kontribusi nyata bagi pembangunan Maluku.

"Kami akan terus bekerja bersama Pemerintah Provinsi Maluku. Dengan komitmen yang kami miliki, kami ingin memberikan yang terbaik demi mewujudkan Par Maluku Pung Bae," tutup Tualeka.

Ia menambahkan, seluruh upaya yang dilakukan manajemen merupakan bagian dari dukungan terhadap visi Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dan Wakil Gubernur Abdullah Vanath dalam membangun daerah melalui penguatan BUMD yang sehat, profesional, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Maluku. (ji1)