-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026



Jakarta, JejakInfo.id – Dari timur Indonesia, dua anak muda Maluku melangkah mantap ke panggung nasional. Veral H. Pattipelohy, SH., MH dan Cilindra Johand Ruimasa, ST, terpilih sebagai bagian dari 80 peserta terbaik dalam Program Kaderisasi Profesional Muda Gereja yang digelar oleh Sabam Sirait Institut bekerja sama dengan STFT Jakarta.
Program yang berlangsung hampir tiga bulan, sejak 28 Maret hingga 20 Juni 2026 ini bukan sekadar ruang belajar biasa. Ia menjadi kawah candradimuka bagi generasi muda Kristen dari seluruh penjuru negeri—tempat ide, nilai, dan kepemimpinan ditempa dalam satu tarikan napas yang serius.
Veral dan Cilindra datang membawa mandat dari tanah asalnya. Veral diutus oleh GPM, sementara Cilindra mendapat kepercayaan dari AMGPM. Namun lebih dari sekadar representasi institusi, kehadiran keduanya menjadi penanda bahwa generasi muda Maluku tak tinggal diam dalam arus besar pembentukan kepemimpinan nasional.
Di antara lima bidang yang ditawarkan: politik, bisnis, akademisi, kepemimpinan keagamaan, dan hukum—keduanya kompak memilih politik. Sebuah pilihan yang tidak ringan, sekaligus menyiratkan keberanian. Mereka sadar, ruang kebijakan adalah medan strategis, tempat arah bangsa ditentukan dan kepentingan publik diperjuangkan.
Selama program berlangsung, para peserta digembleng dengan pendekatan yang tak setengah-setengah. Materi disusun segar dan relevan dengan dinamika zaman, sementara para mentor hadir bukan hanya sebagai pengajar, tetapi juga penuntun arah. Diskusi, refleksi, hingga simulasi kepemimpinan menjadi bagian dari keseharian mereka.
Bagi Veral, pengalaman ini membuka cara pandang baru. Politik, baginya, bukan sekadar arena kekuasaan, melainkan ruang pelayanan. Sebuah jalan pengabdian yang menuntut integritas sekaligus keberpihakan yang jelas.
Senada dengan itu, Cilindra melihat kekuatan program ini terletak pada perpaduan antara gagasan dan pendampingan. Ia merasakan bagaimana proses yang intensif mampu membentuk cara berpikir sekaligus karakter kepemimpinan yang lebih matang.
Program ini memang dirancang bukan hanya untuk melahirkan individu cerdas, tetapi juga pribadi yang kokoh secara moral. Nilai kasih, etika, dan tanggung jawab sosial menjadi fondasi yang terus ditanamkan.
Langkah Veral dan Cilindra mungkin baru awal. Namun dari sini, sebuah pesan mengemuka: generasi muda Maluku tidak sekadar siap hadir, tetapi juga siap mengambil peran.
Di tengah tantangan bangsa yang kian kompleks, mereka datang membawa harapan bahwa masa depan Indonesia bisa dipimpin oleh tangan-tangan muda yang berpikir jernih, bekerja tulus, dan berdiri teguh pada nilai. (ji1)
