Foto ilustrasi.

Malam Mencekam di Rutan Polresta Ambon, Tahanan Baru Tewas dalam Hitungan Jam

85

Ambon, JejakInfo.id — Malam baru saja menapaki dini hari ketika suasana di Rumah Tahanan Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease berubah drastis. Di balik jeruji yang semestinya sunyi, pecah keributan yang berujung maut.

Seorang tahanan baru, MP (32), bahkan belum genap satu jam merasakan dinginnya lantai sel. 

Ia masuk sekitar pukul 00.30 WIT, setelah diamankan dalam kasus dugaan pemerkosaan. Namun waktu yang singkat itu cukup untuk memicu ketegangan yang tak terkendali.

Di dalam sel, sembilan tahanan lain sudah lebih dulu berada. Belum diketahui pasti apa yang memantik emosi, tetapi suasana cepat memanas. Bentrokan tak terelakkan. Dalam ruang sempit itu, perkelahian berubah menjadi pengeroyokan brutal.

Jeritan dan kegaduhan memecah kesunyian malam. Saat petugas akhirnya mengendalikan situasi, beberapa tahanan sudah terkapar dengan luka-luka. MP berada dalam kondisi paling parah.

Ia sempat dilarikan ke RS Bhayangkara sekitar pukul 03.30 WIT. Namun nyawanya tak tertolong.

Kasi Humas Polresta Pulau Ambon dan PP Lease, Ipda Janet Luhukay, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebutkan sembilan tahanan yang terlibat masing-masing berinisial BP, CL, PS, PB, YT, AB, PW, RL, dan DRL. 

Kasi Humas mengaku, beberapa tahanan mengalami luka-luka dan sempat dilarikan ke rumah sakit. Sementara korban MP dinyatakan meninggal dunia dan dibawa petugas jaga ke RS Bhayangkara sekitar pukul 03.30 WIT.

“Korban MP baru dimasukkan ke rutan sekitar pukul 00.30 WIT. Selanjutnya terjadi perkelahian antar sesama tahanan yang melibatkan sembilan orang lainnya,” ungkapnya, Senin (27/4).

Peristiwa ini tak hanya menyisakan duka, tetapi juga tanda tanya besar tentang pengawasan di dalam rutan. Bagaimana bentrokan bisa terjadi begitu cepat setelah seorang tahanan baru dimasukkan?

Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) langsung bergerak. Delapan anggota piket jaga yang bertugas malam itu kini diperiksa. Setiap detik sebelum dan saat kejadian ditelusuri, mencari celah yang mungkin menjadi pintu masuk kelalaian.

“Bidang Propam telah melakukan pemeriksaan terhadap delapan anggota piket jaga yang bertugas saat kejadian,” kata Kasi Humas.

Di sisi lain, penyelidikan terus berjalan untuk mengungkap apa sebenarnya yang terjadi di dalam sel pada malam tragis itu. Apakah ini sekadar luapan emosi sesaat, atau ada pemicu lain yang lebih dalam?

Saat ini, tambah Kasi Humas, kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap penyebab pasti bentrokan tersebut, termasuk mengevaluasi sistem pengamanan di dalam rumah tahanan.

Polresta Pulau Ambon dan PP Lease menegaskan akan mengambil tindakan tegas terhadap seluruh pihak yang terbukti terlibat akan diproses sesuai aturan hukum yang berlaku. (ji5)