-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026


Ambon, JejakInfo.id — Prestasi membanggakan kembali datang dari dunia pendidikan Maluku. Dua siswa SMP Kristen Kalam Kudus Ambon berhasil membawa nama daerah ke panggung nasional setelah dinyatakan lolos sebagai finalis Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) Jenjang Dikdas dan Dikmen Tingkat Nasional Tahun 2026.
Kedua siswa tersebut tergabung dalam Tim Riset Vanguard, yakni Evania Natalia Titioka sebagai ketua tim dan Gavriella Nathania Tappangan sebagai anggota. Mereka berhasil menembus babak final untuk kategori Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) jenjang SMP.
Kepastian tersebut tertuang dalam surat Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 1983/H3/PN.00/2026 tertanggal 13 September 2026.
Yang membuat capaian ini semakin istimewa, penelitian yang dibawa kedua siswa tersebut tidak sekadar berbicara tentang teori. Mereka mengangkat kekayaan pangan lokal Maluku, khususnya sagu, dan mengaitkannya dengan kebutuhan pangan masa kini.
Karya penelitian mereka berjudul “Eksplorasi Varian Olahan Sagu Tradisional sebagai Alternatif Pangan Lokal untuk Mendukung Program Makan Bergizi Gratis di Kota Ambon.”
Melalui penelitian tersebut, Evania dan Gavriella mencoba menggali kembali potensi sagu sebagai bagian dari kekayaan pangan tradisional Maluku. Sagu tidak hanya dipandang sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai sumber pangan lokal yang memiliki peluang untuk dikembangkan dan diperkenalkan lebih luas.
Gagasan tersebut menjadi kekuatan tersendiri karena menghubungkan kearifan lokal dengan isu nasional. Di tengah perhatian terhadap pemenuhan pangan bergizi bagi masyarakat, kedua siswa ini justru melihat potensi yang tumbuh dan telah lama dikenal di tanah Maluku.
Lebih membanggakan lagi, Tim Vanguard menjadi satu-satunya perwakilan Provinsi Maluku pada kategori IPS jenjang SMP yang berhasil melaju ke final OPSI Nasional 2026.
Dalam pengumuman Puspresnas, terdapat 20 tim finalis dari berbagai provinsi di Indonesia yang akan berkompetisi pada kategori SMP IPS. Mereka akan memperlihatkan hasil penelitian masing-masing sekaligus mempertanggungjawabkan gagasan yang telah dikembangkan di hadapan para penilai.
Babak final OPSI Nasional 2026 akan berlangsung secara luring pada 24–30 September 2026 di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ).
Bagi Evania dan Gavriella, perjalanan menuju final tentu bukan sekadar soal meraih gelar juara. Mereka membawa sebuah cerita dari Ambon tentang bagaimana generasi muda Maluku memandang kekayaan daerahnya dan mencoba mengolahnya menjadi gagasan yang relevan dengan kebutuhan bangsa.
Di panggung nasional nanti, penelitian tentang sagu tersebut akan menjadi kesempatan bagi keduanya untuk memperkenalkan salah satu identitas pangan Maluku kepada peserta dan penilai dari berbagai daerah di Indonesia.
Para finalis diwajibkan mengonfirmasi kehadiran dan mempersiapkan seluruh kebutuhan presentasi serta pameran paling lambat 23 September 2026 pukul 21.00 WIB.
Rangkaian final akan diisi dengan berbagai tahapan, mulai dari pemasangan poster, penilaian pameran, presentasi hasil penelitian, hingga acara penutupan pada 30 September 2026.
Kini, harapan Maluku ikut bertumpu pada dua siswa muda tersebut. Dari Ambon, Evania dan Gavriella akan membawa sebuah penelitian yang berangkat dari kekayaan lokal untuk berhadapan dengan gagasan-gagasan terbaik pelajar Indonesia.
Apa pun hasil akhirnya, keberhasilan menembus final OPSI Nasional 2026 telah menjadi pencapaian penting. Prestasi itu sekaligus menunjukkan bahwa ide besar tidak selalu harus lahir dari tempat yang besar—terkadang ia tumbuh dari kekayaan sederhana yang selama ini hidup di sekitar kita.
Dan bagi Maluku, sagu yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat kini mendapat kesempatan untuk berbicara di panggung penelitian pelajar tingkat nasional. (ji7)



