Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Maluku, Jasmono. (Ist)

Ekonomi Maluku Melaju 5,31 Persen, Lampaui Nasional dan Perlihatkan Arah Kebangkitan Daerah

17

Ambon, JejakInfo.id – Perekonomian Maluku menunjukkan performa yang semakin menjanjikan. Di tengah dinamika ekonomi global dan tantangan yang masih membayangi berbagai sektor, Provinsi Maluku justru mampu mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,31 persen (year on year) pada Triwulan II Tahun 2026.

Angka tersebut tidak hanya mengalami peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang berada di level 3,39 persen, tetapi juga melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat 5,29 persen.

Capaian itu diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku dalam rilis resmi yang digelar di Aula Kantor BPS Provinsi Maluku, Rabu (5/8/2026).

Hasil tersebut menjadi sinyal kuat bahwa roda perekonomian Maluku terus bergerak ke arah yang lebih baik dengan ditopang oleh aktivitas produksi, konsumsi, serta investasi yang semakin meningkat.

Tak hanya pada triwulan kedua, tren positif juga terlihat secara kumulatif sepanjang Semester I Tahun 2026. Ekonomi Maluku berhasil tumbuh 5,24 persen, mencerminkan daya tahan ekonomi daerah yang semakin kuat sekaligus menunjukkan efektivitas berbagai program pembangunan yang dijalankan pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan.

Pertumbuhan ekonomi Maluku ditopang oleh sejumlah sektor unggulan yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian daerah. Lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan kembali menjadi motor utama dengan kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi, disusul sektor administrasi pemerintahan, perdagangan, konstruksi, hingga industri pengolahan yang sama-sama menunjukkan perkembangan positif.

Sektor pertanian menjadi penyumbang pertumbuhan paling dominan dengan kontribusi mencapai 1,18 persen. Peningkatan tersebut didorong oleh membaiknya produksi padi, melonjaknya produksi ternak sapi hingga 22,17 persen, serta meningkatnya hasil perikanan yang mencapai sekitar 153 ribu ton, atau naik 4,39 persen dibandingkan Triwulan II Tahun 2025.

Kinerja sektor perikanan ini sekaligus menegaskan bahwa potensi kemaritiman Maluku masih menjadi kekuatan utama dalam menopang pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan wilayah laut yang luas dan sumber daya perikanan yang melimpah, sektor ini terus menjadi salah satu andalan dalam mendorong aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan pendapatan daerah.

Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga masih menjadi fondasi utama perekonomian Maluku. Kontribusinya mencapai sekitar 70 persen terhadap struktur ekonomi daerah dan menjadi sumber pertumbuhan terbesar dengan sumbangan 4,11 persen. Kondisi tersebut menggambarkan bahwa aktivitas ekonomi masyarakat terus bergerak dan daya beli relatif tetap terjaga.

Selain konsumsi rumah tangga, peningkatan belanja pemerintah, pertumbuhan investasi, serta aktivitas perdagangan dan impor turut memberikan dorongan signifikan terhadap akselerasi ekonomi Maluku pada triwulan ini. Kombinasi berbagai faktor tersebut menciptakan ruang pertumbuhan yang lebih kuat dan memperluas peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Mewakili Gubernur Maluku, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Maluku, Jasmono, menyampaikan apresiasi kepada Badan Pusat Statistik Provinsi Maluku atas konsistensinya menghadirkan data statistik yang akurat, kredibel, dan menjadi rujukan utama dalam penyusunan kebijakan pembangunan.

Menurutnya, data yang dipublikasikan BPS bukan sekadar angka statistik, melainkan instrumen penting yang menjadi dasar pemerintah dalam menyusun arah pembangunan yang lebih terukur, efektif, dan tepat sasaran.

"Atas nama Pemerintah Provinsi Maluku, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada BPS Provinsi Maluku yang telah bekerja secara profesional dalam menyajikan berbagai indikator strategis daerah. Data ini akan menjadi landasan penting bagi pemerintah dalam menyusun perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran, efektif, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat," ujar Jasmono.

Ia menjelaskan, berbagai indikator yang dirilis BPS, mulai dari pertumbuhan ekonomi, kondisi ketenagakerjaan, Indeks Ketimpangan Gender, hingga hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) Triwulan II Tahun 2026, akan menjadi pijakan penting dalam merumuskan berbagai kebijakan strategis pemerintah daerah.

Karena itu, sinergi seluruh pemangku kepentingan dinilai menjadi kunci agar capaian positif tersebut dapat terus dipertahankan sekaligus ditingkatkan pada periode-periode berikutnya.

"Kami berharap seluruh data makroekonomi yang telah dipublikasikan hari ini dapat menjadi pedoman bersama dalam memperkuat sinergi pembangunan serta mempercepat akselerasi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Provinsi Maluku," tambahnya.

Rilis resmi BPS Provinsi Maluku tersebut turut dihadiri Kepala BPS Provinsi Maluku beserta jajaran, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb), Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku, Kepala BKKBN, serta para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Maluku.

Dengan capaian pertumbuhan yang berhasil melampaui rata-rata nasional, Maluku kini memiliki modal yang semakin kuat untuk mempercepat pembangunan di berbagai sektor. Tantangan ke depan adalah menjaga momentum pertumbuhan tersebut agar mampu menciptakan lebih banyak lapangan kerja, memperkuat investasi, meningkatkan daya saing daerah, dan menghadirkan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah kepulauan Maluku. (ji2)