-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026


Langgur, JejakInfo.id — Festival Pesona Meti Kei (FPMK) 2026 kembali menghadirkan kekayaan budaya Kepulauan Kei melalui empat agenda unggulan yang memadukan tradisi leluhur, kreativitas, dan semangat kebersamaan masyarakat. Berlangsung pada 19–23 Oktober 2026, festival ini diharapkan semakin memperkuat daya tarik pariwisata Kabupaten Maluku Tenggara.
Empat agenda yang disiapkan meliputi Karnaval Budaya, Lomba Goyang Meti Kei, Van Kurkurat, dan tradisi menangkap ikan Wer Warat. Masing-masing kegiatan menawarkan pengalaman berbeda bagi masyarakat dan wisatawan untuk mengenal lebih dekat identitas budaya Kepulauan Kei.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Maluku Tenggara, Budi Toffi, mengatakan Festival Pesona Meti Kei tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga ruang untuk menjaga warisan budaya, mengembangkan kreativitas masyarakat, dan memperkenalkan kekhasan daerah kepada khalayak yang lebih luas.
Salah satu tradisi yang menjadi perhatian adalah Wer Warat, yakni kegiatan menangkap ikan menggunakan teknik hela tali yang melibatkan kebersamaan masyarakat pesisir.
“Wer Warat bukan sekadar aktivitas menangkap ikan, tetapi juga mencerminkan semangat gotong royong, kebersamaan, tanggung jawab, dan kearifan masyarakat pesisir dalam memanfaatkan hasil laut,” ujar Budi di Langgur, Minggu (18/10/2026).
Menurutnya, tradisi tersebut memiliki nilai budaya yang kuat karena menggambarkan eratnya hubungan masyarakat Kei dengan laut sebagai sumber penghidupan. Lebih dari itu, Wer Warat menjadi warisan kebersamaan yang terus dijaga dan diteruskan dari generasi ke generasi.
Tahun ini, tradisi Wer Warat dijadwalkan berlangsung pada Jumat (23/10/2026), mulai pukul 09.00 WIT, di Pantai Hoar, Ohoi Danar Sare, Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan.
Melalui kegiatan ini, pengunjung dapat menyaksikan secara langsung cara masyarakat pesisir mempertahankan tradisi penangkapan ikan secara turun-temurun. Lokasi pelaksanaan Wer Warat pun dapat berganti setiap tahun, mengikuti tradisi dan kesiapan masyarakat setempat.
Karnaval Budaya hingga Goyang Meti Kei
Selain tradisi pesisir, FPMK 2026 juga menghadirkan Karnaval Budaya yang dijadwalkan berlangsung pada Senin (19/10/2026).
Karnaval dimulai dari Balai Ohoi Langgur dan berakhir di Landmark Larvul Ngabal, Langgur. Kegiatan ini menjadi panggung bagi masyarakat untuk menampilkan kekayaan seni, busana, dan ekspresi budaya daerah dalam suasana yang meriah.
Sementara itu, Van Kurkurat dijadwalkan berlangsung di Pantai Ohoi Kolser pada Kamis (22/10/2026). Agenda ini turut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan tradisi masyarakat setempat kepada pengunjung festival.
Tak kalah menarik, Lomba Goyang Meti Kei akan berlangsung pada 20–22 Oktober 2026 di Taman Landmark Larvul Ngabal, Langgur.
Budi menjelaskan, kompetisi senam kreasi khas Kei tersebut dirancang untuk memberikan ruang bagi pelajar dan masyarakat dalam menyalurkan kreativitas melalui gerakan yang memadukan unsur olahraga, hiburan, dan budaya lokal.
Panitia membuka tiga kategori perlombaan, yakni tingkat sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), serta gabungan sekolah menengah atas (SMA) dan kategori umum.
Setiap tim terdiri atas 10–15 orang, dengan peserta putra, putri, maupun campuran. Masyarakat yang ingin berpartisipasi juga tidak dikenakan biaya pendaftaran.
Berdasarkan pengumuman panitia, pendaftaran telah dibuka pada 7–15 Oktober 2026 melalui Dinas Pariwisata Kabupaten Maluku Tenggara.
Melalui kompetisi ini, pelajar dan masyarakat diharapkan tidak hanya menunjukkan kemampuan dan kreativitas, tetapi juga ikut memperkenalkan budaya Kepulauan Kei melalui kegiatan yang dekat dengan kehidupan generasi muda.
Festival Pesona Meti Kei 2026 merupakan bagian dari kalender Karisma Event Nusantara (KEN). Puncak festival dijadwalkan berlangsung di Pantai Ngurbloat, Kabupaten Maluku Tenggara, pada Sabtu (24/10/2026).
Perpaduan tradisi pesisir, pertunjukan budaya, dan kompetisi kreatif diharapkan mampu memberikan pengalaman yang berkesan bagi pengunjung sekaligus memperluas pengenalan terhadap potensi wisata Kepulauan Kei.
Bagi Maluku Tenggara, festival ini bukan sekadar perayaan tahunan. Keterlibatan masyarakat dalam setiap agenda menjadi bagian penting untuk memastikan tradisi tetap hidup, kreativitas generasi muda terus berkembang, dan kekayaan budaya daerah semakin dikenal.
Dengan mengangkat warisan leluhur sekaligus membuka ruang bagi ekspresi generasi muda, Festival Pesona Meti Kei 2026 diharapkan memperkuat posisi Maluku Tenggara sebagai destinasi wisata yang menawarkan keindahan alam, keunikan tradisi, dan keramahan masyarakatnya. (ji4)
