Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Universitas Pattimura berlangsung di Lantai III Gedung Registrasi Universitas Pattimura, Senin (24/8). (Ist)

Empat Nama Berebut Kursi Kepala Biro Unpatti, Tiga Akan Dikirim ke Kementerian

38

Ambon, JejakInfo.id — Kursi Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Sistem Informasi Universitas Pattimura (Unpatti) mulai memasuki babak penentuan. Empat nama dinyatakan memenuhi persyaratan administrasi dan kini bersaing dalam tahapan asesmen untuk memperebutkan posisi strategis tersebut.

Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPT Pratama) itu berlangsung di Lantai III Gedung Registrasi Universitas Pattimura, Senin (24/8/2026).

Empat peserta yang mengikuti tahapan seleksi masing-masing Metty Elizabeth Abrahamsz, S.E., M.Si., Lussi R. Loppies, S.Pi., M.Si., Christian Pattiruhu, S.H., M.H., dan Robert D. Pesiwarissa, S.E., M.M.

Mereka harus melewati rangkaian asesmen yang tidak hanya menguji kemampuan administratif, tetapi juga gagasan dan kapasitas kepemimpinan untuk membawa Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Sistem Informasi Unpatti ke arah yang lebih baik.

Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum Unpatti, Prof. Dr. Pieter Kakisina, S.Pd., M.Si., mengatakan seluruh peserta yang lolos administrasi telah mengikuti tahapan penyusunan makalah, presentasi hingga wawancara.

“Dari peserta yang memenuhi syarat administrasi terdapat empat orang. Tadi telah dilakukan proses penyusunan makalah, kemudian dilanjutkan dengan presentasi dan wawancara,” ucap Kakisina.

Seluruh rangkaian asesmen telah diselesaikan pada hari yang sama. Namun, perjalanan belum berakhir bagi keempat peserta.

Dari empat nama tersebut, hanya tiga yang nantinya akan direkomendasikan kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk menjalani proses penetapan lebih lanjut.

“Dari empat calon ini, kita akan merekomendasikan tiga orang ke Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk selanjutnya ditetapkan dan diangkat sebagai Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Sistem Informasi Universitas Pattimura,” ungkapnya.

Artinya, satu nama akan tersisih sebelum tiga kandidat terbaik dibawa ke kementerian.

Siapa yang masuk dalam tiga besar masih menunggu keputusan panitia seleksi. Hasilnya akan diumumkan melalui sistem yang telah disiapkan sesuai mekanisme yang berlaku.

Di balik proses seleksi tersebut, Unpatti membutuhkan sosok yang bukan hanya mampu menjalankan rutinitas birokrasi. Kepala biro yang baru dituntut memiliki keberanian untuk melakukan pembenahan dan membawa perubahan, terutama dalam menghadapi tuntutan transformasi pendidikan tinggi.

Kakisina berharap kandidat yang nantinya ditetapkan mampu menunjukkan komitmen kuat serta memiliki visi untuk memperbaiki dan mengembangkan tata kelola universitas.

“Saya berharap calon yang nantinya ditetapkan oleh Menteri sebagai Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Sistem Informasi Universitas Pattimura dapat menjalankan tugas dengan baik, memiliki komitmen yang tinggi, serta mampu melakukan perubahan-perubahan di Universitas Pattimura, khususnya di bidang akademik, kemahasiswaan, dan sistem informasi,” tuturnya.

Posisi tersebut memiliki peran penting karena bersentuhan langsung dengan denyut utama aktivitas perguruan tinggi. Mulai dari layanan akademik, urusan kemahasiswaan hingga sistem informasi yang menopang berbagai layanan universitas.

Karena itu, kepemimpinan baru diharapkan tidak sekadar melanjutkan pekerjaan yang sudah berjalan, tetapi mampu menghadirkan terobosan yang membuat layanan kampus semakin cepat, efektif dan responsif terhadap kebutuhan mahasiswa maupun sivitas akademika.

Seleksi ini pun menjadi bagian dari upaya Unpatti mencari figur yang mampu menjawab tantangan tersebut.

Empat nama telah melewati pintu asesmen. Tiga akan melangkah ke kementerian. Dan satu nama nantinya akan dipercaya memegang kendali Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Sistem Informasi Universitas Pattimura. (ji6)

1 Menyukai postingan ini