-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026



Ambon, JejakInfo.id — Kepulan asap dan sisa-sisa bara masih menyelimuti kawasan permukiman Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Jumat (28/8/2026), ketika Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa tiba di lokasi kebakaran.
Enam rumah dan puluhan kamar kos dilaporkan hangus dalam kebakaran yang terjadi Jumat pagi tersebut. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam musibah yang menghanguskan permukiman warga itu.
Gubernur Hendrik Lewerissa datang langsung ke lokasi selepas melakukan kunjungan kerja di Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, untuk menghadiri peletakan batu penjuru pembangunan Pastori Sekretaris Klasis GPM Pulau-Pulau Lease.
Di tengah kepungan bangunan yang terbakar, Gubernur melihat langsung kondisi warga yang terdampak. Ia juga memastikan penanganan terhadap korban berjalan dan kebutuhan dasar masyarakat mulai dipenuhi.
Lewerissa memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Ambon, terutama jajaran Pemadam Kebakaran, yang bergerak cepat memadamkan kobaran api sehingga kebakaran dapat ditangani.
“Sebagaimana kita ketahui, tadi pagi terjadi peristiwa kebakaran yang menghanguskan enam rumah dan puluhan kos-kosan. Kita bersyukur semuanya sudah tertangani dengan baik oleh Pemerintah Kota Ambon dengan mengerahkan armada Pemadam Kebakaran,” kata Lewerissa.
Menurutnya, langkah cepat juga dilakukan Pemkot Ambon dengan mengarahkan warga yang kehilangan tempat tinggal untuk sementara mengungsi di Balai Desa Batu Merah.
Pemerintah Provinsi Maluku pun tidak tinggal diam.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit, Pemprov Maluku menyalurkan bantuan berupa selimut, tikar lipat atau matras, perlengkapan wanita, makanan siap saji serta sejumlah kebutuhan lainnya.
Bantuan tersebut diharapkan dapat sedikit meringankan beban warga yang harus kehilangan tempat tinggal dan harta benda akibat kebakaran.
“Kami berharap langkah-langkah yang dilakukan ini setidaknya bisa meringankan beban masyarakat, terutama para korban, untuk menghadapi situasi yang tidak mudah ini,” ujar Lewerissa.
Gubernur juga meminta para korban tetap kuat dan tidak kehilangan harapan. Ia memastikan pemerintah akan terus melihat kebutuhan masyarakat terdampak dan mengambil langkah yang memungkinkan untuk membantu proses pemulihan.
“Para korban tetap semangat melalui kondisi sulit ini. Percayalah, pemerintah tidak tutup mata dan akan melakukan apa yang bisa dilakukan,” tegasnya.
Kemarau Ekstrem, Warga Diminta Waspada
Dari lokasi kebakaran, Lewerissa juga menyampaikan pesan penting kepada masyarakat.
Kondisi cuaca yang kering dan kemarau ekstrem saat ini membuat potensi kebakaran semakin tinggi. Karena itu, masyarakat diminta tidak lengah terhadap aktivitas apa pun yang dapat memicu munculnya api.
Menurut Lewerissa, persoalan kebakaran bukan hanya mengancam kawasan permukiman, tetapi juga hutan dan lahan di sejumlah wilayah Maluku.
“Di tengah suasana El Nino dengan kondisi kemarau yang ekstrem seperti saat ini, kita harus berhati-hati karena sangat mudah terjadi bencana kebakaran,” ujarnya.
Pemerintah, kata dia, terus melakukan langkah pencegahan dan penanganan terhadap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Namun, upaya tersebut tidak akan maksimal tanpa dukungan masyarakat.
Kesadaran warga menjadi salah satu kunci untuk mencegah bencana meluas. Masyarakat diminta berhati-hati dalam setiap aktivitas yang berpotensi menimbulkan api, terutama di tengah kondisi lingkungan yang kering.
“Karena begitu terjadi bencana kebakaran di hutan dan lahan maupun permukiman, sulit tertangani dalam kondisi ekstrem seperti sekarang,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, Lewerissa kembali menyampaikan penghargaan kepada Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena beserta seluruh jajarannya, khususnya petugas Pemadam Kebakaran yang bekerja cepat menghadapi kebakaran di Batu Merah.
“Sebagai Gubernur, saya berterima kasih kepada Pak Wali Kota dan jajarannya, khususnya Pemadam Kebakaran yang bergerak cepat menangani kebakaran di Batu Merah ini,” katanya.
Pemkot Tetapkan Tanggap Darurat 14 Hari
Sementara itu, Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena mengatakan Pemkot Ambon telah menetapkan masa tanggap darurat pascakebakaran selama 14 hari.
Masa tersebut akan digunakan pemerintah untuk memastikan kebutuhan dasar para korban terpenuhi sekaligus memantau perkembangan kondisi warga yang berada di lokasi pengungsian.
“Masa tanggap darurat pascakebakaran ini kita lakukan selama 14 hari, tetapi nanti bisa diperpanjang sesuai kondisi dan kebutuhan,” kata Wattimena.
Selama masa tanggap darurat, pemerintah akan memusatkan perhatian pada kebutuhan masyarakat terdampak, mulai dari tempat tinggal sementara hingga kebutuhan dasar lainnya.
Penanganan juga dilakukan secara terpadu dengan melibatkan perangkat daerah terkait serta dukungan dari Pemerintah Provinsi Maluku.
Kehadiran Gubernur Maluku bersama Wali Kota Ambon di tengah warga Batu Merah menjadi pesan bahwa musibah tersebut tidak dibiarkan dihadapi masyarakat seorang diri.
Api memang telah dipadamkan. Namun, bagi warga yang rumahnya hangus dan tempat tinggalnya berubah menjadi puing, perjuangan belum selesai.
Kini, pemerintah dihadapkan pada pekerjaan berikutnya: memastikan warga terdampak dapat melewati masa sulit, mendapatkan kebutuhan dasar, dan perlahan kembali menata kehidupan setelah kebakaran. (ji7)


