Komisaris Independen Bank Maluku Malut, Faizal Kelian. (Ist)

Faizal Kelian Dorong Cabang Bank Maluku Malut Maksimalkan Potensi ASN dan APBD

91

Ambon, JejakInfo.id — Komisaris Independen Bank Maluku Malut, Faizal Kelian, menegaskan pentingnya jajaran komisaris memahami kondisi riil di lapangan sebelum memberikan masukan maupun koreksi kepada jajaran direksi.

Hal itu disampaikan Faizal saat melakukan kunjungan ke sejumlah kantor cabang Bank Maluku Malut di wilayah Pulau Seram didampingi Komisaris Non Independen, Maichel Papilaya dan Direktur Kepatuhan, Abidin, Jumat (4/8/2026).

Menurutnya, kunjungan ke Cabang Piru, Bula dan Cabang Masohi dan cabang-cabang pembantu bukan sekadar menjalankan fungsi pengawasan, tetapi juga menjadi momentum untuk melihat langsung kondisi pelayanan dan kinerja pegawai.

“Kalau mau memberikan nasihat, kita harus tahu lapangan itu seperti apa. Apa yang memang bisa kita koreksi, kita sampaikan koreksi,” kata Faizal.

Namun, kata dia, ada hal yang jauh lebih penting dari sekadar melakukan evaluasi, yakni memberikan motivasi kepada para karyawan agar terus meningkatkan kinerja.

Faizal berharap seluruh pegawai bekerja sesuai ketentuan dan aturan yang berlaku sehingga kinerja bank semakin baik dan mampu menghasilkan keuntungan yang lebih besar.

“Ujungnya, kalau laba atau keuntungan bank meningkat, itu bisa dikembalikan dalam bentuk dividen kepada daerah atau pemegang saham. Dari situ, perputaran ekonomi di Maluku juga bisa semakin meningkat,” ujarnya.

Bekas Kepala Cabang Mandiri Taspen Ambon itu mengakui, secara umum kinerja tiga cabang dan Cabang Pembantu di Pulau Seram yang dikunjungi tergolong baik. Meski demikian, masih terdapat sejumlah ruang yang perlu dioptimalkan.

“Dari tiga cabang yang kita kunjungi ini, kinerjanya bagus-bagus. Namun memang masih membutuhkan beberapa improvisasi untuk meningkatkan potensi-potensi yang ada,” katanya.

Salah satu potensi yang dinilai masih dapat dikembangkan adalah pengelolaan sektor aparatur sipil negara (ASN) dan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).

Faizal mengatakan, Bank Maluku Malut selama ini memiliki kedekatan dengan aktivitas keuangan ASN dan pemerintah daerah. Namun, masih terdapat potensi yang belum dikelola secara maksimal oleh sejumlah cabang.
“Bank Maluku sendiri lebih banyak mengelola ASN dan APBD. Masih banyak ASN dan APBD yang belum dikelola secara maksimal oleh teman-teman di cabang-cabang,” jelasnya.
Karena itu, pihaknya mendorong jajaran cabang untuk lebih aktif melihat peluang yang ada dan mengelolanya secara optimal.

Jajaran Komisaris, Direksi dan Kacab Bank Maluku Malut Masohi bersama Bupati dan Ketua DPRD Malteng.

Pemda Beri Respon Positif

Dalam kunjungan tersebut, jajaran komisaris dan direktur kepatuhan juga bertemu dengan sejumlah kepala daerah di Pulau Seram.

Faizal menyebut respons pemerintah daerah terhadap Bank Maluku Malut cukup positif. Ia mencontohkan pertemuan dengan Bupati Seram Bagian Timur dan Bupati Maluku Tengah.

“Kami berkunjung ke tiga cabang dan bertemu dengan dua bupati. Kebetulan Bupati Seram Bagian Barat sedang bertugas di luar daerah,” ungkapnya.

Menurut Faizal, dukungan pemerintah daerah terhadap bank milik daerah tersebut penting karena pertumbuhan kinerja bank pada akhirnya juga memberikan manfaat kembali kepada daerah.

Jika laba meningkat, dividen yang diterima pemegang saham daerah juga berpotensi bertambah dan masuk sebagai pendapatan asli daerah (PAD).

“Kalau bank ini tumbuh dan labanya meningkat, ujungnya akan dikembalikan dalam bentuk dividen kepada daerah. Dividen itu masuk ke PAD dan bisa ikut meningkatkan perekonomian di daerah,” katanya.

Terkait kemungkinan pemerintah daerah meningkatkan kepemilikan saham di Bank Maluku Malut, Faizal menyebut peluang tersebut masih terbuka.

Ia mengatakan, pemerintah daerah pada prinsipnya menunjukkan niat untuk kembali memperkuat penyertaan modal. Namun, kondisi ekonomi saat ini menjadi salah satu pertimbangan.

“Alhamdulillah, mereka akan lebih berpartisipasi lagi. Cuma melihat kondisi ekonomi yang ada sekarang ini, mungkin belum saatnya,” ujarnya.

Pria asal Geser, Seram Bagian Timur ini menegaskan, niat untuk menambah modal tetap ada. Pemerintah daerah, kata dia, akan terlebih dahulu melihat perkembangan dan kinerja Bank Maluku Malut sebelum mengambil keputusan terkait penambahan modal.

“Yang sudah barang tentu, mereka akan melihat dulu kinerjanya seperti apa. Baru nanti akan ada penambahan modal ke depan,” tandasnya. (ji1)

1 Menyukai postingan ini