-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026



Ambon, JejakInfo.id – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Pattimura (Unpatti) terus memperkuat langkahnya menjadi lembaga pendidikan tenaga kependidikan yang mampu melahirkan guru-guru profesional sekaligus berdaya saing global. Melalui berbagai program internasional yang tengah disiapkan, FKIP Unpatti ingin membuktikan bahwa kualitas calon guru dari Maluku mampu bersaing di tingkat nasional maupun dunia.
Dekan FKIP Unpatti, Prof. Dr. Izaak Wenno, M.Pd, menegaskan, tanggung jawab utama lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK) adalah mencetak lulusan yang memiliki kompetensi sebagai guru profesional. Namun, di saat yang sama, mahasiswa juga harus dibekali keterampilan dan kemampuan yang memungkinkan mereka berkarier di berbagai bidang.
"Target utama kami memang melahirkan guru-guru hebat dan profesional. Tetapi lulusan FKIP juga harus memiliki kompetensi yang membuat mereka mampu bekerja di berbagai sektor sesuai perkembangan zaman," ujarnya di sela-sela Orientasi Akademik Program Pendidikan Profesi Guru bagi Guru Tertentu Tahap II Tahun 2026, yang berlangsung di Lantai V, Ballroom Manise Hotel, Rabu (8/7).
Komitmen tersebut, kata Prof. Wenno, diwujudkan melalui penyelenggaraan Forum Komunikasi (FORKOM) FKIP/LPTK se-Indonesia yang puncak kegiatannya akan berlangsung pada 5–8 November, mendatang di Universitas Pattimura. Menurutnya, penyelenggaraan FORKOM tahun ini akan menghadirkan konsep baru yang belum pernah dilakukan oleh penyelenggara sebelumnya.
Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah peluncuran berbagai kompetisi berskala nasional hingga internasional yang dirancang khusus untuk mengasah kemampuan mahasiswa calon guru.
"Kami ingin menunjukkan bahwa dari Bumi Raja-Raja, Maluku, FKIP Universitas Pattimura mampu menghadirkan gagasan-gagasan besar. Kami ingin membangun branding bahwa FKIP Unpatti memiliki kualitas yang tidak kalah dengan FKIP di berbagai perguruan tinggi lain di Indonesia," katanya.
Beragam kegiatan telah disiapkan, mulai dari International Micro Teaching Competition, lomba karya tulis ilmiah tingkat internasional, debat Bahasa Inggris, debat Bahasa Indonesia, lomba pop song, kompetisi vlog bertema kearifan lokal, hingga musikalisasi puisi.
Musikalisasi puisi menjadi salah satu kegiatan yang paling membedakan FORKOM tahun ini. Menurutnya, kegiatan tersebut sengaja dihadirkan sebagai identitas budaya Maluku yang dikenal sebagai Kota Musik Dunia.
"Bagi kami, sastra dan musik merupakan bagian dari identitas Maluku. Lewat musikalisasi puisi kami ingin memperkenalkan kekayaan budaya sekaligus menunjukkan bahwa pendidikan dapat dipadukan dengan seni dan kreativitas," jelasnya.
Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan tersebut mampu menjadi wadah bagi mahasiswa FKIP Unpatti untuk mengukur kemampuan mereka dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, baik di Indonesia maupun mancanegara.
Tidak hanya berhenti pada kompetisi internasional, FKIP Unpatti juga terus memperluas jejaring kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi di kawasan ASEAN, di antaranya Filipina, Thailand, Vietnam, Kamboja, dan Laos.
Kerja sama itu akan diwujudkan melalui program Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Internasional dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional yang dijadwalkan berlangsung pada November mendatang di Filipina.
Program tersebut diharapkan menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam mengenal sistem pendidikan di luar negeri sekaligus meningkatkan kompetensi global mereka.
Selain memperluas jejaring di kawasan ASEAN, FKIP Unpatti juga terus membangun kolaborasi dengan berbagai institusi pendidikan di Eropa dan Asia. Sejumlah dosen dan mahasiswa telah terlibat dalam program pengajaran Bahasa Indonesia di beberapa negara seperti Hungaria, Turki, dan Korea Selatan.
Sebagai bagian dari penguatan kerja sama internasional, FKIP Unpatti juga akan menghadirkan akademisi dari Korea Selatan, Prof. Mi Yong, yang dijadwalkan berkunjung ke Ambon. Kehadirannya akan diisi dengan kuliah umum mengenai pendidikan berkualitas sekaligus memperkuat hubungan akademik antara kedua institusi.
Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi bukti bahwa Maluku mulai mendapat perhatian dunia internasional sebagai daerah yang memiliki potensi besar dalam pengembangan pendidikan.
"Prof. Mi Yong melihat Ambon sebagai daerah yang unik di Indonesia. Ini menjadi kesempatan bagi kami untuk memperkenalkan Maluku kepada dunia melalui pendidikan," ungkapnya.
Seluruh rangkaian kegiatan FORKOM tahun ini mengusung tema "Manggorebe Tomomaju – Harmony in Diversity", sebuah filosofi yang menggambarkan semangat membangun Maluku dan Indonesia melalui keberagaman, kolaborasi, serta pendidikan yang berkualitas.
Melalui tema tersebut, FKIP Unpatti berharap dapat melahirkan gagasan-gagasan baru yang tidak hanya memperkuat kualitas pendidikan di Indonesia, tetapi juga menjadi kontribusi nyata Maluku bagi perkembangan pendidikan di tingkat internasional. (ji6)


