-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026



Jakarta, JejakInfo.id — Ceramah mantan Wapres RI Jusuf Kalla di Masjid Universitas Gadjah Mada beberapa waktu lalu menuai protes dari komunitas Kristen.
Dalam kesempatan tersebut, Jusuf Kalla berujar bahwa umat Islam dan Kristen mempercayai konsep syahid yang sama.
Menurut dia, ini yang menyebabkan mereka tidak segan saling membunuh ketika berhadapan dalam konflik, seperti di Poso dan Ambon.
Menanggapi pernyataan tersebut, DPP GAMKI bersama lembaga Kristen dan sejumlah organisasi kemasyarakatan lainnya menyampaikan pernyataan sikap.
”Pertama, menyatakan bahwa agama Kristen tidak pernah mengajarkan membunuh orang Islam akan syahid masuk surga, justru agama Kristen mengajarkan untuk mengasihi sesama manusia bahkan musuh sekalipun," bunyi pernyataan sikap bersama yang dibacakan Ketua Umum DPP GAMKI Sahat Marthin Philip Sinurat, Minggu (12/4), dilansir jpnn.com.
Kedua, dia mengungkapkan, pihaknya mengecam keras pernyataan Jusuf Kalla yang menyakiti hati umat Kristen.
Selain itu, pernyataan tersebut dinilai menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.
"Ketiga, bersama ini kami yang terdiri dari berbagai Lembaga Kristen dan Organisasi Masyarakat akan melaporkan Bapak Jusuf Kalla ke-Kepolisian RI,” tandasnya.
Organisasi lainnya yang membuat pernyataan bersama ini adalah: Pakar Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI), Asosiasi Pendeta Indonesia (API), Gerakan Perjuangan Masyrakat Pluralisme, DPP Si Pitung, DPP Horas Bangso Batak, DPP Pasukan Manguni Makasiouw, DPP Aliansi Timur Indonesia, Tim Manguni, Timur Indonesia Bersatu, Pemuda Batak Bersatu, Advokat Raja-Raja Batak, Gaharu Nusantara Bersinar, Diaspora, Tegas Jaga Indonesia, Patriot Garda Indonesia, Badan Kerja Sama Gereja dan Lembaga, Forum Jurnalis Batak, Garda Borgo Manguni, Seknas Indonesia Maju, dan Kejayaan Nusantara Cerdas.
Seusai membacakan tiga poin tersebut, perwakilan lembaga Kristen dan ormas berangkat ke markas Polri untuk melaporkan JK. (*/ji1)




