Sambutan ucapan terima kasih Ketua DPD GAMKI Provinsi Maluku, Dr. Samuel Patra Ritiauw, M.Pd., di Gedung Gereja Ebenhaezer, Negeri Itawaka, Saparua, Maluku Tengah, Minggu (11/10). (Ist)

GAMKI Maluku Dukung Kepemimpinan Hendrik Lewerissa, Tegaskan Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

14

Itawaka, JejakInfo.id — Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPD GAMKI) Provinsi Maluku menegaskan sikap mendukung Pemerintah Provinsi Maluku di bawah kepemimpinan Gubernur Hendrik Lewerissa. Dukungan tersebut ditegaskan sebagai komitmen untuk berjalan bersama pemerintah dalam mendorong pembangunan dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat Maluku.

Pernyataan tersebut disampaikan Ketua DPD GAMKI Provinsi Maluku, Dr. Samuel Patra Ritiauw, M.Pd., saat menyampaikan ucapan terima kasih dalam ibadah Minggu di Gereja Ebenhaezer, Negeri Itawaka, Minggu (11/10/2026). Momen tersebut berlangsung di sela-sela kegiatan GAMKI Mengabdi 2026.

Pernyataan itu mendapat respons positif dari warga jemaat Negeri Noloth dan Negeri Itawaka. Kedua negeri yang dikenal dengan sebutan Titasomi Louhata Kakerissa dan Leilisal Beinusa Amapatti tersebut menjadi bagian penting dari suasana kebersamaan dalam kegiatan pengabdian GAMKI di tengah masyarakat.

Di hadapan jemaat, Ritiauw menegaskan bahwa dukungan GAMKI kepada pemerintah bukan sekadar pernyataan politik organisasi, melainkan komitmen untuk mengambil bagian dalam perjalanan pembangunan Maluku.

“DPD GAMKI Maluku menyatakan sikap mendukung Pemerintah Provinsi Maluku di bawah kepemimpinan Bapak Hendrik Lewerissa. GAMKI akan selalu bersama-sama dengan pemerintah dan mendukung setiap kebijakan yang bertujuan membawa kebaikan bagi masyarakat,” tegasnya

Meski menyatakan dukungan, GAMKI menegaskan bahwa posisinya tidak berarti membenarkan seluruh kebijakan pemerintah tanpa evaluasi. Sebagai organisasi kepemudaan, GAMKI berkomitmen menjadi mitra kritis yang tetap memberikan masukan, menyampaikan aspirasi, serta mengawal kebijakan agar pelaksanaannya benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Menurut Ritiauw, dukungan dan sikap kritis bukanlah dua hal yang bertentangan. Keduanya justru harus berjalan beriringan demi memastikan arah pembangunan tetap berpihak kepada kepentingan rakyat.

“GAMKI akan selalu menjadi mitra kritis pemerintah. Kami mendukung kebijakan-kebijakan Pemerintah Provinsi Maluku agar dapat berjalan dengan baik dan mencapai tujuan yang diharapkan,” ungkapnya.

Sikap tersebut menegaskan bahwa hubungan antara pemerintah dan elemen masyarakat sipil tidak cukup dibangun melalui dukungan semata. Dibutuhkan komunikasi, keterbukaan, keberanian menyampaikan kritik yang konstruktif, serta kesediaan untuk bersama-sama mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Maluku.

Ritiauw juga menekankan bahwa ketika berbicara tentang Pemerintah Provinsi Maluku, pembicaraan itu tidak dapat dilepaskan dari kehidupan masyarakat, termasuk warga jemaat di Negeri Noloth dan Negeri Itawaka.

Pernyataan tersebut mengandung pesan bahwa keberhasilan pemerintah tidak semata-mata diukur dari program dan kebijakan yang dirumuskan, tetapi juga dari sejauh mana kebijakan tersebut dirasakan manfaatnya oleh masyarakat hingga ke negeri-negeri.

Bagi GAMKI, pembangunan Maluku harus menyentuh kebutuhan nyata rakyat, memperkuat kehidupan sosial masyarakat, membuka ruang bagi generasi muda, serta menghadirkan harapan bagi mereka yang selama ini menantikan perubahan.

Karena itu, dukungan yang disampaikan GAMKI di tengah ibadah Minggu dan kegiatan pengabdian masyarakat tersebut menjadi penegasan bahwa pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan banyak pihak, termasuk organisasi kepemudaan, gereja, dan masyarakat di tingkat negeri.

Melalui kegiatan GAMKI Mengabdi 2026, GAMKI Maluku tidak hanya hadir untuk membangun kedekatan dengan masyarakat, tetapi juga memperkuat semangat pelayanan, persaudaraan, dan kepedulian terhadap masa depan Maluku.

Respons positif dari warga jemaat Noloth dan Itawaka menjadi gambaran pentingnya membangun hubungan yang erat antara organisasi kepemudaan dan masyarakat. Sebab, pengabdian tidak berhenti pada kehadiran dalam sebuah kegiatan, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata yang membawa manfaat bagi kehidupan bersama.

Pada akhirnya, dukungan GAMKI kepada Pemerintah Provinsi Maluku di bawah kepemimpinan Hendrik Lewerissa membawa pesan bahwa perjuangan membangun daerah membutuhkan kebersamaan, tetapi kebersamaan itu harus tetap disertai tanggung jawab untuk mengingatkan, mengoreksi, dan memastikan kepentingan rakyat selalu menjadi prioritas.

Bagi GAMKI Maluku, mendukung pemerintah berarti ikut mengambil bagian dalam pembangunan, sedangkan menjadi mitra kritis berarti menjaga agar pembangunan tidak kehilangan arah dan tetap berpihak kepada masyarakat. Sebab, ukuran keberhasilan kepemimpinan bukan hanya terletak pada kebijakan yang dibuat, melainkan pada perubahan nyata yang dirasakan rakyat Maluku. (ji3)

1 Menyukai postingan ini