Delapan jam lampu padam di Pulau Saparua menyambut HUT Pattimura ke-208, Kamis (15/5/2025).

Gelap Gulita Sambut HUT Pattimura di Saparua

979

JEJAKINFO.ID – Besok, perayaan HUT ke-208 Pattimura dilangsungkan di Lapangan Saparua, depan Benteng Duurstede. 

Menjelang perayaan hari Pahlawan Nasional asal Maluku itu, seantero warga dibuat kecewa pihak PLN Unit Saparua.

Sudah delapan (8) jam lampu di seluruh negeri di Pulau Saparua tak kunjung nyala. Sementara perayaan HUT Pahlawan Thomas Matulessy akan digelar, Kamis (15/5/2025), pagi.

Masyarakat pada tiga jazirah di Saparua harus menikmati padamnya lampu hingga saat ini.

Padahal persiapan menyambut hari bersejarah Pahlawan asal Saparua yang gugur saat mengusir kolonial Belanda itu sudah harus dilakukan dari sekarang.

Entah apa yang menjadi alasan padamnya lampu. Namun patut diduga, ada permainan kotor yang dilakoni pihak PLN Unit Saparua untuk merauf keuntungan dari momentum itu.

PLN akan beralasan bahwa demi kelancaran HUT Pattimura ke-208, maka listrik dipadamkan, dan disiapkan untuk melayani acara pada besok hari.

Jika itu menjadi alasan pihak PLN, maka keberadaan satu unit mesin genset berkapasitas 100 KV yang telah ditempatkan di lokasi kegiatan sudah difungsikan untuk mendistribusi aliran listrik selama delapan jam ini.

Kontek, salah satu pemuda asal Itawaka, Saparua kepada JejakInfo.id mempertanyakan kinerja PLN Unit Saparua.

"Kami kecewa dengan pihak PLN Unit Saparua. Sudah delapan jam lampu mati," sesalnya.

Seharusnya, kata Kontek, pihak PLN menjaga kondisi kelistrikan menjelang HUT Pattimura. Warga harus dihargai menyambut momen hari Pahlawan Pattimura.

"Ini perayaan hari Pahlawan yang akan dilaksanakan di Saparua. Negara juga harus menghargainya. Bukan dihargai dengan padamnya lampu delapan jam," ungkapnya dengan nada sangat kecewa.

Ia menduga, padamnya lampu yang begitu lama di Saparua menjadi bukti bahwa pihak PLN Saparua mencari keuntungan lewat perayaan momentum ini.

Sama halnya dengan Kontek, Nikson salah satu warga Porto yang ditemui di sela-sela persiapan acara itu mengaku kecewa.

"Ini rekayasa PLN untuk mencari keuntungan. Untungnya dimana? Ya di minyak (solar). Jangan gunakan momen ini untuk pancuri minyak," katanya kecewa.

Ia lantas meminta Gubernur Maluku untuk mengambil sikap tegas atas perilaku pihak PLN Unit Saparua.

"Saya minta pak Gubernur bersikap. Bila perlu copot saja kepala PLN Saparua. Ini bentuk kejahatan," pintanya. (JI01)