Sambutan Gubernur Hendrik Lewerissa dan foto bersama Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarko di acara pelantikan Kepala Pemerintahan Negeri Siri Sori Islam, Sabtu (23/5). (Ist)

Raja Siri Sori Islam Resmi Dilantik, Gubernur Maluku: Jaga Adat dan Persatuan Orang Basudara

72

Saparua, JejakInfo.id — Negeri Siri Sori Islam, Kecamatan Saparua Timur, Kabupaten Maluku Tengah akhirnya resmi memiliki pemimpin definitif. Syarifudin Pattisahusiwa dikukuhkan sebagai Raja Siri Sori Islam oleh Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, dalam prosesi adat dan pemerintahan yang berlangsung khidmat di negeri Louhata Amapati, Sabtu (23/5).

Pelantikan tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting daerah dan nasional, di antaranya Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto, Kapolda Maluku Irjen Pol Dadang Hartanto, Anggota DPD RI Bisri Latuconsina, beberapa kepala daerah dan wakil kepala daerah di Maluku, Wakil Ketua DPRD Maluku Johan Lewerissa, para raja dan beberapa beberapa saniri negeri di kecamatan Saparua dan Saparua Timur hingga tokoh adat dan tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menegaskan bahwa pelantikan seorang raja bukan sekadar seremoni pemerintahan, melainkan peneguhan kembali jati diri masyarakat adat Maluku.

“Hari ini kita tidak hanya melantik seorang raja, tetapi juga meneguhkan kembali marwah negeri, menyambung warisan leluhur, dan memelihara napas peradaban orang Maluku yang berdiri kokoh di atas nilai persaudaraan, kehormatan, dan kearifan adat,” ujarnya.

Menurutnya, seorang raja di Maluku memikul tiga amanah sekaligus, yakni sebagai pemimpin pemerintahan berdasarkan undang-undang, pemimpin masyarakat adat, serta pemimpin moral dan spiritual bagi masyarakatnya.

Gubernur yang akrab disapa HL juga mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai persaudaraan di tengah derasnya arus globalisasi dan perubahan sosial yang semakin cepat. Ia menilai pelantikan Raja Siri Sori Islam menjadi momentum memperkuat kembali semangat Siwalima dan budaya hidup orang basudara.

“Potong di kuku rasa di daging, ale rasa beta rasa, sagu salempeng dibagi dua. Nilai-nilai ini harus tetap hidup sebagai kekuatan moral untuk menjaga persatuan di bumi raja-raja,” katanya.

HL memberi apresiasi kepada masyarakat Siri Sori Islam yang dinilai mampu melewati proses panjang pergantian kepemimpinan secara damai dan bermartabat. Selama kurang lebih dua tahun tujuh bulan, negeri tersebut dipimpin penjabat raja sebelum akhirnya menetapkan Syarifudin Pattisahusiwa dari matarumah parentah Pattisahusiwa sebagai raja definitif.

Ia menyebut proses yang berlangsung santun dan menghormati adat itu layak menjadi contoh bagi negeri-negeri adat lainnya di Maluku.

Selain itu, Gubernur mengingatkan Raja Siri Sori Islam bersama Saniri Negeri agar bijak menghadapi tantangan zaman, termasuk pengaruh perkembangan informasi yang dapat membawa dampak positif maupun negatif bagi masyarakat.

“Hindari penyalahgunaan kewenangan yang dapat berujung pada persoalan hukum. Pemimpin harus tegas, arif, dan mampu menjaga martabat adat secara adil,” pesannya.

Pemerintah Provinsi Maluku, lanjut HL, berkomitmen memperkuat eksistensi negeri-negeri adat sebagai penjaga identitas dan kebudayaan Maluku.

“Nilai-nilai leluhur jangan sampai luntur ditelan zaman. Justru harus menjadi kekuatan untuk membangun kesejahteraan dan menjaga martabat masyarakat adat,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, HL mengajak seluruh masyarakat Siri Sori Islam dan Saparua Timur mendukung kepemimpinan raja yang baru demi menjaga keamanan, persatuan, dan kelancaran pembangunan negeri.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Penjabat Raja Muhamat Rahayu Toisuta atas pengabdiannya selama memimpin Siri Sori Islam.

“Selamat kepada Bapak Syarifudin Pattisahusiwa beserta keluarga. Semoga menjadi pemimpin yang amanah, adil, dan membawa kesejahteraan bagi masyarakat,” tutupnya.

Suasana pengambilan sumpah jabatan kepala pemerintahan Negeri Siri Sori Islam, Kec. Saparua Timur

Sementara itu, Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur sekaligus harunya melihat besarnya antusiasme masyarakat. Menurutnya, pelantikan ini bukan sekadar seremoni pemerintahan, tetapi jawaban atas harapan panjang, kesabaran, dan doa masyarakat Negeri Siri Sori Islam.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah dan pribadi, saya mengucapkan selamat kepada Bapak Syarifudin Patisahusiwa atas pelantikannya sebagai Upulatu Negeri Siri Sori Islam. Semoga amanah ini dijalankan dengan penuh tanggung jawab, kebijaksanaan, dan cinta yang tulus kepada masyarakat,” ujar Bupati.

Ia mengaku tersentuh melihat begitu banyak anak negeri yang rela pulang dari perantauan demi menghadiri pelantikan tersebut. Menurutnya, kehadiran mereka menjadi bukti kuat bahwa ikatan persaudaraan masyarakat Siri Sori Islam tidak pernah luntur oleh jarak maupun waktu.

“Saya yakin banyak anak-anak negeri yang meninggalkan pekerjaan dan kesibukan mereka hanya untuk pulang menyaksikan sejarah ini. Mereka pulang karena cinta kepada tanah kelahiran,” katanya.

Bupati juga menilai, kebersamaan yang terlihat dalam acara itu menjadi pesan penting bagi Maluku Tengah bahkan Maluku secara umum, bahwa persatuan masyarakat masih hidup dan terus terjaga.

Dalam kesempatan tersebut, Zulkarnain mengingatkan bahwa tantangan pembangunan negeri ke depan tidaklah mudah. Perubahan zaman yang semakin cepat serta tingginya tuntutan masyarakat membutuhkan kerja sama seluruh elemen negeri.

“Membangun negeri tidak bisa hanya dibebankan kepada Raja. Raja tidak bisa berjalan sendiri, saniri tidak bisa bekerja sendiri, dan pemerintah negeri juga tidak bisa berdiri sendiri,” tegasnya.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara tokoh adat, tokoh agama, perempuan, pemuda, hingga seluruh masyarakat untuk menjaga persatuan dan bersama-sama membangun negeri.

Selain itu, Bupati turut mengingatkan agar pengelolaan anggaran desa dilakukan secara transparan, bijaksana, dan akuntabel demi kepentingan masyarakat.

“Anggaran desa bukan sekadar angka dalam dokumen, tetapi harapan masyarakat untuk menghadirkan pembangunan dan kesejahteraan,” tandasnya.

Menutup sambutannya, Zulkarnain menyatakan keyakinannya bahwa di bawah kepemimpinan Upulatu yang baru dan dukungan penuh masyarakat, Negeri Siri Sori Islam akan semakin maju dan mampu melahirkan berbagai karya besar bagi Maluku Tengah maupun Maluku. (ji1)