-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026


Langgur, JejakInfo.id — Gelombang laut tinggi memaksa Rumah Sakit Kapal Nusa Waluya 2 menunda satu hari pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat Kei Besar, Kabupaten Maluku Tenggara.
Kapal yang membawa tim Dokter Share tersebut mengalami perlambatan perjalanan akibat kondisi laut yang kurang bersahabat. Akibatnya, pelayanan yang semula dijadwalkan dimulai Senin (7/9/2026), baru akan dibuka pada Selasa (8/9/2026).
Pelayanan kesehatan gratis ini akan berlangsung hingga 1 November 2026 atau sekitar dua bulan dan dipusatkan di depan Pelabuhan Elat, Pulau Kei Besar.
Ketua Tim Pelayanan Kesehatan Dokter Share atau Rumah Sakit Kapal Nusa Waluya 2, Tasia Risma Lidya Simaremare, mengatakan perjalanan yang biasanya dapat ditempuh sekitar dua hari molor menjadi empat hari karena kapal harus menghadapi gelombang besar.
“Yang tadinya kami akan mulai tanggal 7 September, terpaksa dimundur menjadi tanggal 8 September sampai 1 November. Pelayanan kurang lebih dua bulan,” ujar Tasia.
Tasia meminta dukungan pemerintah daerah, kepala puskesmas, tenaga kesehatan, hingga masyarakat untuk menyampaikan perubahan jadwal tersebut kepada warga.
Menurut dia, penyebarluasan informasi penting agar masyarakat tidak datang pada jadwal sebelumnya dan dapat mempersiapkan diri untuk mendapatkan pelayanan.
“Mohon dukungan informasi dari kepala puskesmas kepada masyarakat untuk bisa diinformasikan pelayanan medis dimulai pada tanggal 8 September 2026,” katanya.
Meski sempat tertunda akibat cuaca, Tim Dokter Share memastikan seluruh pelayanan tetap berjalan. Masyarakat Kei Besar dapat memanfaatkan layanan kesehatan tersebut tanpa dipungut biaya.
Rumah Sakit Kapal Nusa Waluya 2 membawa berbagai fasilitas medis, mulai dari ruang poliklinik, ruang rawat inap, Unit Gawat Darurat (UGD), hingga ruang operasi.
Untuk mendapatkan pelayanan, masyarakat cukup membawa identitas diri, seperti KTP atau Kartu Keluarga.
“Masyarakat cukup membawa tanda bukti diri seperti KTP atau Kartu Keluarga. Kami persilakan masyarakat Kei Besar datang dan menikmati pelayanan kesehatan gratis,” kata Tasia.
Sekitar 50 orang terlibat dalam misi pelayanan kesehatan tersebut. Sebanyak 33 orang merupakan tenaga kesehatan, sementara lainnya adalah anak buah kapal yang mendukung operasional rumah sakit kapal.
Tasia menjelaskan, pelayanan tersebut dapat terlaksana berkat dukungan para donatur Dokter Share. Kapal tongkang yang digunakan telah dipersiapkan untuk mendukung pelayanan kesehatan masyarakat Kei Besar selama kurang lebih dua bulan.
Kehadiran Rumah Sakit Kapal Nusa Waluya 2 mendapat sambutan positif dari Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara.
Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, menyampaikan apresiasi kepada Tim Dokter Share yang datang memberikan pelayanan kesehatan gratis, terutama bagi masyarakat Kei Besar.
“Atas nama Pemerintah Daerah saya ucapkan banyak-banyak terima kasih kepada tim Dokter yang peduli terhadap kesehatan masyarakat Maluku Tenggara, khususnya Kei Besar,” ujar Thaher.
Ia meminta jajaran kesehatan di Kei Besar ikut mendukung pelaksanaan pelayanan agar berjalan lancar dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Bupati juga meminta puskesmas dan tenaga kesehatan setempat membantu memenuhi kebutuhan ruangan maupun tenaga apabila diperlukan selama pelayanan berlangsung.
Dengan dimulainya pelayanan pada Selasa (8/9/2026), masyarakat Kei Besar kini memiliki kesempatan memanfaatkan berbagai layanan medis secara gratis hingga 1 November mendatang. (ji4)


