Gubernur Hendrik Lewerissa, Wakil Gubernur Abdullah Vanath dan Ketua TP PKK Maluku, Ny. Maya Baby Lewerissa berpose dengan anak-anak, para penerima bingkisan kasih di momentum Halal Bihalal. (Ist)

Gerindra Maluku Perkuat Nilai Persaudaraan dan Toleransi di Momentum Halal Bihalal

34

Ambon, JejakInfo.id — Suasana hangat Idulfitri 1447 Hijriah masih terasa kuat di Gedung Islamic Centre, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Selasa (7/4). 

Di tengah semangat saling memaafkan, keluarga besar Partai Gerindra Maluku bersama relawan LAWAMENA berkumpul dalam satu momen yang lebih dari sekadar tradisi tahunan: Halal Bihalal yang sarat makna kebersamaan.

Mengusung tema “Sucikan Hati, Sambung Silaturahmi, Perkuat Persatuan Umat untuk Keamanan dan Kedamaian Bangsa dalam Menghadapi Situasi dan Tantangan Global”, acara ini menghadirkan beragam elemen masyarakat. Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, tampak hadir bersama jajaran pengurus partai, kader, relawan, hingga tokoh agama, pemuda, dan perempuan.

Semua larut dalam suasana kekeluargaan yang terasa akrab, seolah menegaskan kembali makna “orang basudara” yang menjadi identitas kuat Maluku.

Ketua DPD Gerindra Maluku yang juga Gubernur, Hendrik Lewerissa, dalam sambutannya tidak sekadar menyampaikan pesan seremonial.

Ia mengajak seluruh yang hadir untuk memaknai Idulfitri sebagai ruang syukur dan perjumpaan yang tulus.

“Katong berkumpul ini sebagai orang basudara, bukan hanya sebagai bagian dari partai,” ujarnya dalam dialeg Melayu-Ambon disambut anggukan para hadirin.

Bagi HL, Halal Bihalal bukan agenda rutin tanpa arti. Ia menekankan, inilah momentum untuk memperkuat simpul-simpul hubungan antara struktur partai, kader, dan relawan yang selama ini menjadi ujung tombak di lapangan.

Mereka, katanya, bukan hanya bergerak saat kontestasi politik, tetapi juga memastikan program pemerintah benar-benar menyentuh masyarakat.

Di tengah arus modernitas yang kerap memicu persaingan baik sosial, ekonomi, maupun politik ia mengingatkan pentingnya menjaga nilai persaudaraan. Ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, hingga ukhuwah basyariyah, menurutnya, harus terus dirawat agar harmoni tetap terjaga.

Laporan Ketua Panitia, Saodah Tethool.

Tak berhenti pada pesan moral, kegiatan ini juga diisi dengan aksi nyata. Bantuan sembako dan santunan dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Sebuah bentuk kepedulian yang ingin menegaskan bahwa kehadiran partai harus terasa langsung di tengah rakyat.

“Katong harus terus tanamkan nilai persaudaraan, toleransi, dan kebersamaan yang akan membawa kemajuan dan kebaikan par Maluku pung bae,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia, Saodah Tethool, menyebut kegiatan ini sebagai wujud rasa syukur sekaligus upaya merawat hubungan kekeluargaan yang telah terjalin.

Ia berharap tradisi seperti ini terus menjadi ruang memperkuat harmoni di Maluku.

Menambah kedalaman makna acara, Ketua MUI Maluku, Abdullah Latuapo, menyampaikan hikmah Halal Bihalal.

Dalam tausiyahnya, ia mengingatkan bahwa Idulfitri bukan sekadar perayaan, melainkan titik awal untuk memperbaiki hubungan dengan sesama, menguatkan iman, sekaligus meneguhkan komitmen hidup rukun di tengah perbedaan.

Di penghujung acara, yang tersisa bukan hanya rangkaian seremoni, melainkan rasa kebersamaan yang kembali dipererat. Sebuah pengingat bahwa di Maluku, persaudaraan selalu punya tempat utama. (ji2)