Penyampaian keterangan pers terkait pelaksanaan Musda X DPD Partai Golkar Kota Ambon, Jumat (24/4). (Ist)

Golkar Ambon Panaskan Mesin Musda: Pendaftaran Ketua Dibuka Besok

25

Ambon, JejakInfo.id — Suasana politik internal Partai Golkar Kota Ambon mulai menghangat. Menjelang Musyawarah Daerah (Musda) X yang dijadwalkan berlangsung pada 30 April 2026, DPD II Golkar Kota Ambon resmi mengumumkan pembukaan pendaftaran calon ketua, yang dimulai besok.

Keputusan ini lahir dari rapat pleno pengurus yang sekaligus menandai dimulainya rangkaian agenda penting partai berlambang beringin itu. Untuk memastikan jalannya Musda tetap terarah dan tertib, struktur kepanitiaan pun telah dibentuk. Ir. Sandry Dumalang dipercaya sebagai Ketua Komite Pengarah, Saka Ririhena, ST., MT memimpin Steering Committee (SC), sementara posisi Organizing Committee (OC) diemban Sutan Marsida, ST.

Ketua SC, Saka Ririhena, menegaskan bahwa tahapan Musda akan berjalan sesuai petunjuk pelaksanaan yang ditetapkan DPP Golkar. Pintu pendaftaran calon ketua dibuka selama tiga hari, mulai 25 hingga 27 April 2026, bertempat di Sekretariat DPD II Golkar di kawasan Karang Panjang, Ambon.

“Besok pendaftaran resmi dibuka dan akan berlangsung hingga 27 April pukul 00.00 WIT. Kami mengundang kader terbaik untuk mengambil bagian dalam proses ini,” ujarnya, Jumat (24/4).

Setelah masa pendaftaran ditutup, proses berlanjut ke tahap verifikasi selama dua hari, yakni 28 hingga 29 April. Hasilnya akan dibawa ke rapat pleno pada malam 29 April untuk menetapkan kandidat yang memenuhi seluruh persyaratan.

Golkar tidak membuka ruang bagi calon sembarangan. Selain wajib memiliki kartu tanda anggota, kandidat juga dituntut menunjukkan rekam jejak prestasi, dedikasi, dan loyalitas terhadap partai. Mereka juga harus bebas dari keterlibatan organisasi terlarang, serta memiliki visi-misi yang selaras dengan arah perjuangan Golkar.

Namun, ada satu syarat yang menjadi penentu utama: dukungan minimal 50 persen pemilik hak suara dalam Musda. Tanpa itu, langkah menuju kursi ketua dipastikan terhenti.

"Sudah tentu calon pemimpin Golkar Kota Ambon mesti sehat jasmani dan rohani. Serta terpenting dan utama ialah saat mendaftar harus didukung oleh 50 persen pemilik hak suara Musda. Itu syarat mutlak," jelasnya.

Lebih dari sekadar pergantian kepemimpinan, Musda kali ini memikul harapan besar. Golkar Ambon ingin bangkit dari hasil Pemilu 2024 yang membuat partai ini kehilangan dua kursi di DPRD, sekaligus melepas posisi pimpinan dewan.

"Kita punya keinginan itu, sebab Golkar ini partai besar dan punya akar kuat di masyarakat. Tantangan kedepan tentu berat tapi dengan kepemimpinan baru nanti, optimisme Golkar kembali jaya di Pileg bisa terwujud," pesannya.

Siapa pun yang terpilih nanti, tambah dia, mempunyai tanggung jawab mengembalikan kejayaan Golkar. "Ini bukan sekadar target, tapi keharusan," tandasnya.

Di sisi lain, Ketua OC Sutan Marsida memastikan seluruh persiapan teknis terus dimatangkan. Mulai dari lokasi pelaksanaan hingga konsolidasi internal di tingkat kecamatan dan kelurahan, semuanya dikebut dalam sepekan ke depan.

“Kami ingin Musda berjalan aman, lancar, dan demokratis. Itu komitmen kami, sejalan dengan semangat karya kekaryaan yang menjadi ruh Golkar,” ujarnya.

Dengan tahapan yang kini resmi bergulir, perhatian publik pun tertuju pada siapa figur yang akan muncul dan membawa Golkar Ambon kembali ke puncak kejayaannya. Musda bukan sekadar agenda rutin, melainkan panggung penentuan arah masa depan partai di Kota Ambon. (ji1)