Sebanyak 30 ton komoditas perikanan unggulan Maluku resmi dilepas untuk diekspor ke empat negara, yakni Amerika Serikat, Vietnam, Jepang, dan Singapura oleh Gubernur Hendrik Lewerissa, Selasa (22/9). (Ist)

Gubernur HL Lepas Ekspor 30 Ton Komoditas Perikanan Maluku ke Empat Negara, Nilainya Capai Rp3,8 Miliar

11

Ambon, JejakInfo.id — Dari perairan Maluku menuju pasar dunia. Sebanyak 30 ton komoditas perikanan unggulan Maluku resmi dilepas untuk diekspor ke empat negara, yakni Amerika Serikat, Vietnam, Jepang, dan Singapura.

Pelepasan ekspor senilai US$250.384,69 atau sekitar Rp3,8 miliar tersebut dipimpin langsung Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa di Tawiri, Ambon, Selasa (22/9/2026).

Ekspor yang dilakukan PT Peduli Laut Maluku itu menjadi bagian dari langkah Pemerintah Provinsi Maluku mendorong sektor kelautan dan perikanan agar tidak hanya menjadi penopang ekonomi daerah, tetapi juga semakin kuat menembus pasar internasional.

Kegiatan tersebut dilaksanakan berkolaborasi dengan Badan Karantina Indonesia yang dipimpin Abdul Kadir Karding.

Sejumlah komoditas perikanan menjadi muatan ekspor kali ini, di antaranya fresh whole tuna atau tuna utuh segar, frozen tuna atau tuna beku, serta kepiting bakau.

Bagi Maluku, pengiriman komoditas tersebut bukan sekadar aktivitas perdagangan. Ekspor langsung dari daerah dinilai memiliki arti strategis karena dapat memperpendek rantai distribusi sekaligus memberikan ruang yang lebih besar bagi pelaku usaha dan masyarakat untuk memperoleh manfaat ekonomi dari kekayaan laut Maluku.

Gubernur Hendrik Lewerissa menegaskan, kemudahan jalur ekspor langsung atau direct call dari Maluku harus terus diperkuat. Menurutnya, konektivitas perdagangan yang semakin terbuka akan menjadi salah satu kunci untuk menggerakkan perekonomian daerah.

“Semangat maritim dan kejayaan perdagangan Maluku harus kita hidupkan kembali di era modern. Kemudahan ekspor langsung dari daerah akan memberikan dampak positif bagi perekonomian, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Lewerissa.

Ia menilai, potensi kelautan Maluku yang besar harus diikuti dengan sistem logistik dan konektivitas yang mampu membawa hasil produksi daerah langsung ke pasar tujuan.

Dengan demikian, hasil tangkapan nelayan maupun produksi pelaku usaha perikanan tidak berhenti sebagai komoditas mentah di daerah, tetapi dapat memiliki nilai ekonomi yang lebih besar ketika masuk ke pasar internasional.

Penguatan ekspor juga dinilai dapat menciptakan efek berantai bagi perekonomian. Aktivitas perdagangan akan membutuhkan dukungan transportasi, jasa kepelabuhanan, pengolahan, penyimpanan, tenaga kerja, hingga berbagai usaha pendukung lainnya.

Di sela-sela pelepasan ekspor komoditas perikanan unggulan Maluku.

Karena itu, Pemprov Maluku terus mendorong terciptanya ekosistem perdagangan yang terintegrasi, sehingga pertumbuhan sektor perikanan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Langkah tersebut sejalan dengan komitmen Pemprov Maluku untuk memperkuat iklim investasi dan konektivitas daerah, sekaligus mengintegrasikan berbagai sektor unggulan, mulai dari perikanan, pertanian, perkebunan hingga kehutanan.

Gubernur berharap, penguatan konektivitas dan akses pasar dapat meningkatkan daya saing produk Maluku sekaligus memperluas pasar bagi komoditas unggulan daerah.

“Potensi yang kita miliki harus mampu diolah menjadi kekuatan ekonomi. Maluku tidak boleh hanya dikenal sebagai daerah yang kaya sumber daya alam, tetapi juga harus mampu menjadi daerah yang menghasilkan produk berdaya saing dan memiliki akses kuat ke pasar internasional,” tegasnya.

Pelepasan ekspor 30 ton komoditas perikanan ini pun menjadi penanda bahwa potensi laut Maluku memiliki peluang besar untuk terus dikembangkan sebagai salah satu mesin pertumbuhan ekonomi daerah.

Dengan penguatan jalur ekspor langsung, Maluku diharapkan semakin terhubung dengan pusat-pusat perdagangan dunia, sementara manfaat dari kekayaan laut dapat kembali dirasakan oleh masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada sektor kelautan. (ji1)