-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026




Ambon, JejakInfo.id — Suasana malam takbiran pada sejumlah ruas jalan di Kota Ambon, Jumat (20/3), dipenuhi gema takbir yang bersahutan. Warga tumpah ruah, membawa semangat kemenangan sekaligus harapan akan kedamaian.
Di tengah atmosfer religius itu, tepatnya di areal Gong Perdamaian Dunia (GPD), Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa bersama Kapolda Maluku Irjen Dadang Hartanto, Pangdam XV/Pattimura Mayjen Putranto Gatot Sri Handoyo, Kabinda Marsha TNI R. Harys Mahhendro, Dankodaeral IX Laksda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, Ketua DPRD Kota Ambon Morits Libreght Tamaela, Sekkot Ambon Robby Sapulette, Kapolresta Ambon Kombes Pol. Yoga Putra Prima Setya, Dandim 1504 Kolonel Hari Sandra dan pejabat terkait lainnya mengikuti video conference pemantauan malam takbiran jelang Idulfitri secara nasional bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dan jajaran.
Di sela-sela momen ini Gubernur Maluku menyampaikan pesan yang sederhana namun penting: jaga keamanan, jaga kebersamaan.
Bagi orang nomor satu di Maluku itu, Idulfitri bukan sekadar perayaan, melainkan momentum untuk merawat nilai-nilai persaudaraan yang telah lama menjadi jati diri masyarakat Maluku—“hidup orang basudara” di bumi raja-raja.
“Atas nama pemerintah daerah dan keluarga, saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah kepada seluruh umat Muslim Maluku, di mana pun berada. Semoga hari kemenangan ini mempererat solidaritas kita semua,” ucapnya di hadapan warga yang memadati GPD.
Namun, di balik ucapan selamat itu, terselip pesan yang tak kalah penting. Gubernur mengingatkan agar euforia perayaan tidak mengaburkan kewaspadaan. Ia meminta masyarakat menghindari hal-hal yang dapat mengganggu ketertiban.
“Jadikan Idulfitri sebagai ruang untuk bersilaturahmi, bukan sebaliknya. Mari kita jaga agar suasana tetap aman dan damai,” tegasnya.
Seruan serupa juga ditujukan kepada seluruh elemen masyarakat lintas agama. Ia mengajak semua pihak untuk terus menjaga harmoni yang selama ini terpelihara di Maluku.
“Mari bersama kita rawat solidaritas dan kerukunan antarumat beragama,” ujarnya.
Di tengah keramaian, kolaborasi musik hadrat dan terompet, wajah-wajah penuh suka cita tampak jelas. Anak-anak, orang tua, hingga pemuda larut dalam kebersamaan. Malam itu bukan hanya tentang gema takbir, tetapi juga tentang harapan, bahwa kedamaian di Maluku akan terus terjaga, hari ini dan seterusnya. (ji1)




