-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026



Ambon, JejakInfo.id — Suasana pagi di SMA Negeri 2 Ambon, Senin (13/4), terasa berbeda. Wajah-wajah tegang para siswa kelas XII berpadu dengan langkah pasti para guru dan panitia.
Di tengah atmosfer penuh harap itu, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa hadir membuka langsung sampul Ujian Sekolah. Sebuah penanda dimulainya babak penentuan bagi ribuan pelajar di Maluku.
Kehadiran orang nomor satu di provinsi ini bukan sekadar seremoni. Di hadapan Kepala Dinas Pendidikan, para guru, serta siswa, Gubernur menyampaikan pesan yang menohok sekaligus menenangkan: ujian bukan hanya soal angka, melainkan soal masa depan.
“Ini bukan rutinitas tahunan. Ini gerbang,” ucapnya tegas.
Bagi para siswa, ujian sekolah menjadi titik akhir dari perjalanan tiga tahun yang penuh dinamika. Namun bagi pemerintah, momen ini adalah cermin untuk melihat sejauh mana kualitas pendidikan di Maluku benar-benar berjalan. Dari ruang-ruang kelas di kota hingga sekolah-sekolah di pelosok, hasil ujian menjadi peta yang menunjukkan masih ada atau tidaknya kesenjangan yang harus dijembatani.
Di tengah tekanan untuk meraih nilai tinggi, Gubernur mengingatkan satu hal yang tak boleh ditawar: kejujuran. Ia menegaskan, prestasi tanpa integritas hanya akan melahirkan generasi rapuh.
“Maluku ke depan butuh pemimpin yang kuat karakternya. Itu dimulai dari kejujuran hari ini,” katanya, menatap para siswa.
Pesan itu terasa relevan, terutama di era ketika persaingan semakin ketat. Nilai ujian kini bukan hanya menentukan kelulusan, tetapi juga menjadi tiket menuju berbagai peluang. Mulai dari perguruan tinggi lewat jalur SNBP, SNBT, hingga seleksi mandiri, sampai pintu masuk ke sekolah kedinasan, TNI/Polri, bahkan dunia kerja.
Namun lebih dari itu, ujian juga menjadi tolok ukur kemampuan dasar siswa, seperti literasi dan numerasi. Dua hal yang kini menjadi perhatian serius pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan secara menyeluruh.
Di akhir kunjungannya, Gubernur tak lupa menyampaikan pesan kepada para guru dan pengawas. Ia meminta agar ujian dijalankan dengan penuh tanggung jawab, sekaligus menghadirkan suasana yang tenang dan manusiawi bagi para siswa.
“Bimbing mereka dengan dedikasi dan kasih sayang. Di ruangan ini, masa depan sedang ditentukan,” ujarnya.
Pagi itu, lembar demi lembar soal mulai dikerjakan. Di baliknya, tersimpan harapan besar bukan hanya milik siswa, tetapi juga masa depan pendidikan Maluku. (ji5)




