Bupati Sherly Tjoanda, Wakil Bupati Sarbin Sehe, Plt Kepala BPJN Maluku Utara meninjau langsung proses pemadaman api di TPA Buku Deru-Deru, Kota Ternate, Kamis (15/10). (Ist)

Haji Mito Turun Langsung Padamkan Api TPA Buku Deru-Deru, Kebakaran Capai 70 Persen Penanganan

9

Ternate, JejakInfo.id — Kepulan asap akibat kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Buku Deru-Deru, Kota Ternate, Maluku Utara, menjadi perhatian serius karena dampaknya tidak hanya mengancam lingkungan dan kesehatan masyarakat, tetapi juga mengganggu aktivitas penerbangan.

Di tengah kondisi tersebut, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku Utara, Ir. Abdul Hamid Payapo, S.T., M.T., yang akrab disapa Haji Mito, turun langsung memimpin peninjauan dan mendukung upaya pemadaman kebakaran pada Kamis (15/10/2026).

Dalam penanganan tersebut, Haji Mito hadir bersama jajaran BPJN Maluku Utara untuk melihat langsung perkembangan pemadaman serta memastikan dukungan yang diperlukan dapat dikoordinasikan dengan instansi teknis lainnya dan pemerintah daerah. Bupati Sherly Tjoanda/Laos dan Wakil Bupati Sarbin Sehe turut hadir menyaksikan upaya penanganan kebakaran di lokasi.

Kebakaran TPA Buku Deru-Deru menjadi persoalan yang membutuhkan penanganan cepat dan kerja sama lintas instansi. Asap yang menyelimuti kawasan sekitar menimbulkan kekhawatiran terhadap kualitas udara dan keselamatan masyarakat, terutama apabila kondisi tersebut terus berlangsung dan meluas.

Haji Mito menegaskan bahwa persoalan kebakaran TPA tidak dapat dipandang semata-mata sebagai urusan pemadaman api. Dampak asap terhadap kehidupan masyarakat dan aktivitas transportasi juga harus menjadi perhatian bersama. Gangguan jarak pandang dan kondisi udara yang tidak kondusif berpotensi memengaruhi keselamatan penerbangan.

Ia menyoroti adanya gangguan penerbangan di tengah kondisi kabut asap yang menyelimuti wilayah Maluku Utara. Sejumlah penerbangan dilaporkan mengalami pembatalan. Kondisi ini menunjukkan bahwa dampak kebakaran dapat menjalar ke berbagai sektor, mulai dari kesehatan masyarakat hingga konektivitas antardaerah.

Karena itu, Haji Mito menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh pihak dalam mempercepat penanganan kebakaran, sekaligus mengantisipasi dampak lanjutan yang dapat merugikan masyarakat.

Plt. Kepala BPJN Maluku Utara, Ir. Abdul Hamid Payapo, S.T., M.T., berada di lokasi kebakaran.

Penanganan Kebakaran Capai Sekitar 70 Persen

Berdasarkan pemantauan pada Kamis (15/10/2026), sebut Haji Mito, penanganan kebakaran TPA Buku Deru-Deru dilaporkan telah mencapai sekitar 70 persen. Meski demikian, upaya pemadaman dan pengendalian api masih terus dilakukan secara bersama-sama agar kondisi di lokasi segera terkendali.

"Kolaborasi antara BPJN Maluku Utara, balai-balai teknis Kementerian Pekerjaan Umum, serta pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam mendukung percepatan penanganan. Kerja sama tersebut mencakup dukungan logistik, pengarahan alat berat, serta kesiapan memberikan bantuan tambahan selama masa tanggap darurat," paparnya.

Keterlibatan berbagai instansi diperlukan mengingat kebakaran di kawasan tempat pembuangan akhir memiliki tantangan tersendiri. Material sampah yang terbakar dapat menyulitkan proses pemadaman, sementara asap yang dihasilkan berpotensi terus mengganggu lingkungan apabila titik-titik api belum sepenuhnya dikendalikan.

Dalam situasi seperti ini, lanjut Haji Mito, koordinasi yang cepat dan dukungan peralatan yang memadai menjadi faktor penting agar petugas dapat bekerja lebih efektif. Pemantauan lanjutan juga diperlukan untuk memastikan titik api yang masih tersisa dapat ditangani dan tidak kembali memicu kebakaran.

BPJN Pastikan Dukungan Lintas Instansi
Peninjauan langsung yang dilakukan Haji Mito bersama jajaran BPJN Maluku Utara menegaskan perhatian terhadap penanganan bencana yang berdampak luas bagi masyarakat. Meski BPJN memiliki tugas utama di bidang penyelenggaraan jalan nasional, dukungan koordinasi lintas instansi menjadi penting ketika kondisi darurat membutuhkan keterlibatan berbagai unsur pemerintah.

Proses pemadaman api oleh petugas.

Sinergi antara pemerintah daerah, BPJN, dan balai teknis Kementerian Pekerjaan Umum diharapkan dapat mempercepat penanganan di lapangan, terutama melalui penyediaan dukungan yang dibutuhkan sesuai kewenangan dan kemampuan masing-masing instansi.

Di sisi lain, penanganan kebakaran perlu berjalan seiring dengan upaya melindungi warga dari paparan asap. Masyarakat di kawasan terdampak diharapkan mengikuti imbauan petugas dan menggunakan perlindungan yang sesuai ketika harus beraktivitas di luar ruangan. Kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, serta warga yang sensitif terhadap gangguan pernapasan, perlu mendapat perhatian khusus.

Kebakaran TPA Buku Deru-Deru menjadi pengingat bahwa persoalan pengelolaan sampah dan risiko kebakaran membutuhkan perhatian berkelanjutan. Setelah api berhasil dikendalikan, evaluasi terhadap penyebab kebakaran, pengawasan kawasan TPA, dan langkah pencegahan perlu menjadi bagian dari tindak lanjut agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

"Dengan dukungan lintas instansi dan penanganan yang terus berlanjut, kebakaran TPA Buku Deru-Deru diharapkan segera dapat dikendalikan sepenuhnya. Prioritas utama saat ini adalah memastikan keselamatan masyarakat, mengurangi dampak asap, serta memulihkan kondisi lingkungan dan aktivitas warga yang terdampak," pungkas Haji Mito. (ji7)

1 Menyukai postingan ini