-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026


Tulehu, JejakInfo.id — Suasana Lapangan Kampus Universitas Darussalam (Unidar) Tulehu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Selasa (29/9/2026) sore, berubah menjadi lautan kader Partai Gerindra.
Ratusan kader memadati kawasan kampus untuk mengikuti pembukaan sekaligus pelaksanaan Diklat Laskar Partai Gerindra Provinsi Maluku Tahun 2026.
Sejak memasuki kawasan kampus, semangat konsolidasi partai sudah terasa. Puluhan spanduk dan baliho terpasang di sepanjang jalan, sementara ratusan kader berdiri berjejer menanti kedatangan Ketua DPD Partai Gerindra Maluku, Hendrik Lewerissa.
Begitu tiba, Lewerissa atau yang akrab disapa HL langsung memimpin apel akbar. Dari lapangan, HL kemudian bergerak menuju aula untuk memberikan pemantapan dan penguatan kapasitas kepada lebih dari 300 peserta Diklat Laskar.
Di hadapan para kader, HL menekankan pentingnya memahami Gerindra bukan sekadar sebagai kendaraan politik, tetapi sebagai wadah perjuangan yang memiliki garis ideologi, disiplin dan komitmen kebangsaan.
Doktrin perjuangan yang disampaikan HL juga sejalan dengan pesan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, kepada para kader.
Dalam berbagai kesempatan, kata HL, Ketua Umum Prabowo Subianto mengingatkan kader bahwa berbakti dan bekerja untuk rakyat merupakan tindakan mulia. Ia juga menegaskan bahwa loyalitas kader harus ditempatkan kepada rakyat dan bangsa, bukan kepada dirinya sebagai pribadi.
Bahkan, Prabowo pernah menyampaikan kepada kadernya agar tetap mendukung perjuangan selama berada di jalan yang benar. Pesan tersebut menegaskan bahwa kader Gerindra harus menempatkan kepentingan rakyat dan bangsa di atas kepentingan pribadi.
Prabowo juga mengingatkan bahwa memperbaiki kehidupan rakyat tidak cukup hanya dengan berbicara, marah atau mengkritik. Menurutnya, perjuangan harus diwujudkan melalui pelaksanaan tugas dan kewajiban sebagai warga negara serta kerja nyata untuk rakyat.
"Nilai tersebut juga tercermin dalam sumpah kader Gerindra yang menempatkan kepentingan rakyat Indonesia di atas kepentingan pribadi maupun golongan, sekaligus menegaskan komitmen membela NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945," tandas HL.
Baret Merah untuk Wali Kota Tual
Puncak awal di hari pertama kegiatan menjadi momen yang menarik perhatian ketika HL menyematkan baret merah kepada Wali Kota Tual, H. Akhmad Yani Renuat.
Penyematan baret tersebut bukan sekadar pelengkap kegiatan Diklat Laskar. Bagi Renuat, momen itu memiliki makna tersendiri karena menjadi simbol bahwa dirinya telah berada dalam barisan keluarga besar Partai Gerindra.
Renuat sebelumnya telah dinyatakan sebagai kader Partai Gerindra ketika menerima Kartu Tanda Anggota (KTA) dalam proses pencalonannya pada Pilkada Kota Tual. Namun, penyematan baret merah oleh Ketua DPD Gerindra Maluku dalam forum pendidikan dan penguatan kader memberikan nuansa berbeda.
Bagi Renuat, baret tersebut menjadi sebuah kehormatan sekaligus kebanggaan. Ia menyambut penyematan itu sebagai bagian dari perjalanan dirinya bersama Gerindra dan sebagai penegasan atas komitmennya berada dalam barisan perjuangan partai.
Karena penyematan berlangsung dalam suasana internal kegiatan partai, momen tersebut tidak sempat terdokumentasikan secara khusus. Meski demikian, peristiwa itu meninggalkan kesan mendalam bagi Renuat.
Ia mengaku bangga dapat menjadi bagian dari keluarga besar Partai Gerindra Maluku. Bagi dirinya, baret yang dikenakan bukan sekadar atribut, tetapi simbol kebersamaan, loyalitas dan tanggung jawab untuk menjalankan amanah yang telah diberikan.
Makna itu menjadi semakin kuat karena baret merah selama ini identik dengan semangat keberanian, kedisiplinan dan kesiapan dalam menjalankan tugas. Dalam konteks Diklat Laskar Gerindra, penyematan baret tersebut menjadi simbol kesiapan kader untuk bergerak dan bekerja bagi kepentingan rakyat.
Kepala Daerah Kader Gerindra Turut Hadir
Diklat Laskar Gerindra Maluku tersebut juga dihadiri sejumlah wakil kepala daerah yang merupakan kader Partai Gerindra.
Mereka antara lain Wakil Bupati Buru Selatan, Gerson Eliaser Selsily; Wakil Bupati Seram Bagian Timur, Muhammad Mifta Thoha Wattimena; serta Wakil Bupati Kepulauan Tanimbar, Juliana Chatarina Ratuanak.
Kehadiran para kepala daerah dan kader dari berbagai daerah itu memperlihatkan bahwa konsolidasi Gerindra di Maluku tidak hanya berlangsung pada level struktur partai, tetapi juga melibatkan kader yang kini mengemban amanah di pemerintahan.
Melalui Diklat Laskar tersebut, Gerindra Maluku hendak memperkuat kembali pemahaman kader tentang ideologi, disiplin, loyalitas organisasi dan pengabdian kepada masyarakat.
Sebab, sebagaimana garis perjuangan Gerindra, kader bukan hanya dituntut hadir ketika momentum politik tiba. Kader dituntut terus bekerja, menyerap aspirasi dan memperjuangkan kepentingan rakyat.
Baret merah yang disematkan HL kepada Wali Kota Tual pun menjadi salah satu simbol dari semangat tersebut: masuk dalam barisan berarti siap memikul tanggung jawab perjuangan. (ji1)
