Ketua DPRD Kabupaten Maluku Tenggara, Stevanus Layanan saat membacakan Teks Proklamasi saat Upacara HUT RI ke-81 di Langgur, Senin (17/8). (Ist)

HUT RI ke-81, DPRD Malra Targetkan 2027 Lebih Baik: “Hasil Pembangunan Harus Dirasakan Masyarakat”

4

Langgur, JejakInfo.id — Kemerdekaan bagi masyarakat Maluku Tenggara tidak boleh berhenti pada upacara dan perayaan setiap 17 Agustus. Di usia Republik Indonesia yang ke-81, kemerdekaan harus diterjemahkan menjadi pembangunan yang benar-benar hadir dalam kehidupan masyarakat.

Pesan itu disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Maluku Tenggara, Stevanus Layanan, seusai mengikuti Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Lapangan Upacara Kantor Bupati Maluku Tenggara, Senin (17/8/2026).

Stevanus menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya warga Maluku Tenggara. Namun, di balik ucapan tersebut, ia menyelipkan harapan yang lebih besar: agar masyarakat tidak hanya menjadi penonton pembangunan, tetapi benar-benar merasakan manfaatnya.

“Semoga di usia 81 tahun kemerdekaan ini, semua orang di Maluku Tenggara bisa menikmati hasil pembangunan,” ujar Stevanus.

Menurutnya, cita-cita para pejuang kemerdekaan harus terus diteruskan melalui kerja nyata pemerintah bersama masyarakat. Pembangunan tidak boleh hanya terlihat dalam bentuk proyek atau angka-angka anggaran, tetapi harus bermuara pada peningkatan kesejahteraan dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Stevanus mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Pembangunan di Maluku Tenggara belum sepenuhnya memenuhi harapan masyarakat dan masih menghadapi berbagai tantangan. Namun, kondisi tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti bergerak.

Ia menegaskan, pemerintah daerah bersama DPRD tetap berupaya menjaga agar pelayanan publik dan pembangunan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.

Bagi Stevanus, peringatan kemerdekaan justru menjadi waktu yang tepat untuk melakukan evaluasi. Setelah 81 tahun Indonesia merdeka, pemerintah harus terus bertanya apakah kemerdekaan itu sudah benar-benar dirasakan sampai ke masyarakat di daerah.

Karena itu, ia mengajak masyarakat Maluku Tenggara menjadikan peringatan HUT RI sebagai momentum untuk memperkuat persatuan sekaligus mendukung proses pembangunan.

“Marilah kita mengucap syukur atas kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan. Kita juga harus bersyukur atas seluruh proses pembangunan yang sedang berjalan maupun yang akan dilaksanakan oleh pemerintah,” katanya.

Fiskal Terbatas, Program Harus Tetap Jalan

Di balik optimisme pembangunan tersebut, Stevanus tidak menutup mata terhadap persoalan yang sedang dihadapi daerah.

Keterbatasan fiskal menjadi salah satu tantangan terbesar pemerintah daerah. Kebijakan efisiensi anggaran turut memengaruhi kemampuan daerah dalam merealisasikan sejumlah program yang sebelumnya telah direncanakan.

Bahkan, kata dia, terdapat sejumlah program prioritas pemerintah kabupaten yang telah mendapat persetujuan DPRD, tetapi belum seluruhnya dapat direalisasikan.

“Banyak program prioritas pemerintah kabupaten yang telah disetujui DPRD, namun belum bisa direalisasikan karena keterbatasan fiskal akibat dampak efisiensi,” jelasnya.

Situasi tersebut, menurut Stevanus, membutuhkan kemampuan pemerintah dan DPRD untuk menentukan mana yang harus didahulukan.

Ketika anggaran terbatas, kebutuhan dasar masyarakat harus menjadi perhatian utama. Setiap rupiah anggaran harus diarahkan kepada program yang memberikan manfaat paling besar bagi masyarakat.

Karena itu, efisiensi tidak boleh dimaknai sebagai alasan untuk mengurangi semangat pembangunan. Sebaliknya, kondisi tersebut harus mendorong pemerintah daerah dan DPRD bekerja lebih cermat dalam menentukan prioritas.

DPRD dan Pemkab Satukan Langkah

Stevanus menegaskan DPRD dan Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara akan terus memperkuat kolaborasi.

Menurutnya, pembangunan tidak mungkin hanya dibebankan kepada pemerintah. Masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan juga memiliki peran penting dalam memastikan program pembangunan berjalan sesuai kebutuhan daerah.

Kolaborasi legislatif dan eksekutif menjadi semakin penting ketika daerah menghadapi ruang fiskal yang terbatas.

Program harus disusun berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat, dilaksanakan secara efektif, serta dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

Stevanus bahkan menjadikan 2027 sebagai target untuk menghadirkan capaian yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.

“DPRD dan Pemerintah Kabupaten akan berupaya sehingga tahun 2027 bisa lebih baik dari tahun 2026. Merdeka!” tegasnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa peringatan 81 tahun kemerdekaan bukan sekadar melihat perjalanan masa lalu, tetapi juga menentukan arah masa depan Maluku Tenggara.

Bagi Stevanus, ukuran keberhasilan pembangunan pada akhirnya sederhana: sejauh mana masyarakat merasakan manfaatnya.

Sebab, kemerdekaan yang sesungguhnya bukan hanya terbebas dari penjajahan, tetapi ketika masyarakat memiliki kesempatan untuk hidup lebih sejahtera, memperoleh pelayanan publik yang layak, dan menikmati hasil pembangunan secara adil. (ji4)