Anggota DPRD Maluku Tengah Fraksi Partai Gerindra, Fredy Bakarbessy. (Ist)

Jagokan Belanda di Piala Dunia 2026, Fredy Bakarbessy: Saatnya Akhiri Status Juara Tanpa Mahkota

33

MASOHI, JejakInfo.id – Demam Piala Dunia 2026 mulai menyebar hingga ke Maluku. Di tengah antusiasme publik menantikan turnamen sepak bola “kasta raksasa” di dunia itu, Anggota DPRD Maluku Tengah dari Daerah Pemilihan Kecamatan Salahutu, Fredy Bakarbessy, secara terang-terangan menyatakan dukungannya kepada Timnas Belanda.

Bagi Fredy, inilah saat yang tepat bagi De Oranje untuk mengakhiri penantian panjang dan menghapus label sebagai “juara tanpa mahkota”.

“Belanda sudah beberapa kali tampil di final, tetapi belum pernah mengangkat trofi. Mereka selalu punya tim yang kuat dan permainan yang menarik. Saya berharap tahun ini menjadi waktunya Belanda juara dunia,” kata Fredy saat ditemui di Masohi, Minggu (7/6).

Politikus jebolan Partai Gerindra itu menilai peluang Belanda cukup menjanjikan pada edisi kali ini. Menurutnya, perjalanan tim asuhan Ronald Koeman menuju fase gugur relatif terbuka sehingga dapat menjadi modal penting untuk melangkah lebih jauh.

“Kalau melihat peta persaingan di fase awal, peluang mereka cukup besar untuk lolos dan melangkah ke babak berikutnya. Dari situ kepercayaan diri tim bisa terus meningkat,” ujarnya.

Kecintaan Fredy terhadap sepak bola Belanda ternyata bukan hal baru. Sejak muda, ia mengaku mengagumi gaya permainan khas Negeri Kincir Angin yang melahirkan banyak legenda dunia.

Nama-nama seperti Johan Cruyff, Marco van Basten, Ruud Gullit, Ronald Koeman, Ruud van Nistelrooy, Arjen Robben, Wesley Sneijder, Robin van Persie hingga Giovanni van Bronckhorst menjadi deretan pemain yang membentuk kecintaannya terhadap tim Oranje.

“Kalau yang paling berkesan bagi saya tentu Johan Cruyff, Ruud Gullit, dan Marco van Basten. Mereka adalah ikon sepak bola dunia,” tuturnya.

Dukungan Fredy kepada Belanda juga semakin kuat karena adanya sejumlah pemain berdarah Maluku yang menjadi bagian penting dalam skuad Oranje saat ini. Kehadiran mereka menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Maluku yang memiliki ikatan sejarah panjang dengan Belanda.

Ia optimistis kombinasi pemain muda berbakat dan pengalaman yang dimiliki skuad Belanda saat ini mampu membawa mereka menembus partai puncak dan akhirnya meraih gelar juara dunia pertama dalam sejarah.

“Sudah terlalu lama Belanda menunggu. Saya yakin mereka bisa sampai ke final dan kali ini membawa pulang trofi yang selama ini selalu lepas dari genggaman,” katanya.

Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko memang menjadi salah satu ajang olahraga paling dinanti insan sepak bola dunia termasuk di Tanah Air. Di berbagai daerah, dukungan terhadap tim-tim unggulan mulai bermunculan.

Di Maluku, harapan itu kini mengarah kepada Belanda. Bagi para pendukungnya, termasuk Fredy Bakarbessy, Piala Dunia 2026 bukan sekadar turnamen sepak bola, melainkan momentum bagi De Oranje untuk menuntaskan sejarah panjang yang belum sempurna dan mengubah status “juara tanpa mahkota” menjadi juara dunia yang sesungguhnya. (ji1)