-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026



JejakInfo.id – Perjalanan panjang Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) tidak hanya diwarnai oleh semangat kaum muda Gereja Protestan Maluku dalam pelayanan dan pengabdian, tetapi juga oleh kiprah dan jejak penting para perempuan, kader yang menjadi penopang gerakan ini sejak awal berdirinya.
Dalam dinamika organisasi yang terus berkembang, peran perempuan AMGPM semakin menonjol sebagai agen perubahan, penggerak solidaritas, serta teladan dalam pelayanan berbasis kasih dan tanggung jawab iman.
Perempuan Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) terus menunjukkan kiprah dan peran strategis dalam perjalanan organisasi, di berbagai tingkatan, dari ranting hingga daerah; kader perempuan AMGPM tidak hanya hadir sebagai anggota pendukung, tetapi juga mengambil peran strategis sebagai penggerak organisasi dengan dedikasi dan loyalitas tinggi.
Jejak ini menjadi bukti bahwa kaderisasi di tubuh AMGPM telah membuka ruang setara bagi perempuan untuk tumbuh, dan memimpin. Hal ini sekaligus menunjukkan juga bahwa di AMGPM, kader perempuan tidak lagi menunggu giliran. Mereka menciptakan peluang. Mereka memimpin.
Ini bukan sekadar tentang keterwakilan. Ini tentang pengakuan akan kapasitas dan integritas. Tentang keberanian untuk melangkah maju, dan kesediaan untuk memikul amanat pelayanan organisasi.
Dalam konteks menjelang Pemilihan Ketua Umum PB AMGPM, refleksi atas jejak kekaderan perempuan menjadi penting. Ia bukan sekadar catatan sejarah, melainkan sumber inspirasi dan motivasi bagi generasi penerus untuk melanjutkan semangat kepemimpinan yang berkeadilan gender dan berkarakter pelayanan.
Salah satu figur yang mencerminkan perjalanan panjang kaderisasi itu adalah Ivana Eunike Tuhumena, SE.,M.Si, sosok yang telah menapaki tangga kepemimpinan AMGPM dari tingkat ranting hingga daerah. Ivana Tuhumena, adalah salah satu kader perempuan AMGPM yang memiliki jejak kekaderan AMGPM, yang saat ini merupakan Ketua AMGPM Daerah Kota Ambon Periode 2020-2025 dan memutuskan untuk maju bertarung menerobos hegemoni dan dominasi Patriarkhi Kepemimpinan tertinggi di AMGPM.
Sejak awal belajar di AMGPM, Ivana menunjukkan konsistensi dan ketulusan dalam mengabdi. Ia memulai pelayanannya sebagai Sekretaris Ranting I AMGPM Cabang Bethel (1999–2001), kemudian dipercaya sebagai Ketua Ranting I selama dua periode (2001–2005). Kepemimpinannya terus berlanjut saat ia mengemban tanggung jawab sebagai Bendahara II Cabang Bethel (2005–2010) dan Ketua Bidang IV AMGPM Cabang Bethel (2005–2010).
Kepercayaan kader terhadap dedikasinya semakin kuat ketika Ivana terpilih menjadi Ketua AMGPM Cabang Bethel (2010–2013), lalu melangkah ke tingkat daerah sebagai Sekretaris AMGPM Daerah Kota Ambon (2015–2020) dan akhirnya dipercaya sebagai Ketua AMGPM Daerah Kota Ambon (2020–2025).
Perjalanan panjang itu memperlihatkan bahwa Ivana adalah sosok kader tulen yang tumbuh bersama AMGPM, memahami denyut organisasi dari bawah, mengakar dalam pelayanan, dan matang dalam pengalaman.
“Ivana adalah contoh nyata kader AMGPM sejati. Ia tidak hanya cerdas dan visioner, tetapi juga punya hati yang melayani. Kepemimpinannya lahir dari proses, bukan dari pencitraan,” ungkap Niko Talle, salah satu senior AMGPM Daerah Kota Ambon, saat ditemui di sela-sela perhelatan Kongres.
Menjelang Pemilihan Ketua Umum AMGPM Periode 2025–2030, nama Ivana Tuhumena muncul sebagai representasi kader perempuan yang kuat, berwawasan, dan menginspirasi. Banyak kalangan menilai bahwa perjalanan kaderisasinya menjadi simbol harapan baru bagi AMGPM untuk melangkah maju dengan kepemimpinan yang berakar pada kasih dan integritas.
“Usi Iv memimpin dengan visi yang jelas dan hati yang terbuka. Bagi banyak kader muda, kehadirannya adalah pengingat bahwa menjadi pemimpin berarti siap melayani, bukan dilayani,” ujar salah satu kader AMGPM Daerah Pulau Ambon.
Di tengah semangat tema besar Kongres: “Mengabdi Untuk Pekerjaan Tuhan dan Menjadi Dewasa Dalam Pelayanan”, sosok Ivana, menghadirkan harapan akan kepemimpinan yang inklusif, kuat secara visi, dan berorientasi pada pelayanan. Ia membawa pesan sederhana namun dalam: bahwa kepemimpinan sejati tidak lahir dari ambisi, tetapi dari panggilan untuk melayani dan membangun menuju Terang Kristus.
Turut berkontestasi di tengah hegemoni Patriakhy yang selama ini mendominasi kepemimpinan AMGPM, Ivana melangkah dengan keyakinan bahwa setiap proses kaderisasi adalah bentuk penyertaan Tuhan. Dan dalam setiap langkah itu, AMGPM menegaskan kembali jati dirinya sebagai wadah lahirnya pemimpin muda yang tidak memandang perbedaan gender, yang sanggup menerobos ekslusivitas kepemimpinan patriarkhi.
"Kita butuh pemimpin yang telinganya peka pada suara kader, namun hatinya hanya tunduk pada suara Tuhan Yesus Kristus sang Kepala AMGPN. Yang tidak terjebak dalam politik internal, tetapi terikat pada panggilan dan amanat pelayanan. Di tengah dunia yang cepat berubah, pemimpin AMGPM harus hadir sebagai penafsir zaman - yang mengerti bahasa digital, sosial dan politik, serta, dan spiritual, dan menjawabnya dengan kasih yang nyata. Maka hari ini, saat Kongres memanggil kita memilih, mari berdoa, agar Tuhan menuntun hati kita menemukan pemimpin yang bukan hanya bisa memimpin, tetapi mampu menyalakan visi, mewujudkan amanat pelayanan dan menuntun generasi muda Gereja ke masa depan yang gilang gemilang," ujar Denny Boy Lekahena (DBL), mantan Pengurus AMGPM, daerah Kota Ambon, yang juga adalah kolega Ivana pada kepengurusan AMGPM Daerah Kota Ambon Periode 2015-2020. (ji5)


