Pelaksana Tugas Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Maluku Tenggara, Jopy Ubra. (Ist)

Jelang Idulfitri, Pemkab Malra Hadirkan Pasar Murah untuk Warga

6

Langgur, JejakInfo.id — Menjelang Hari Raya Idulfitri, Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara terus berupaya menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan dengan harga terjangkau.

Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah menggelar pasar murah melalui program Gerakan Pangan Murah. Program ini dihadirkan untuk menekan lonjakan harga yang kerap terjadi menjelang hari besar keagamaan.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Maluku Tenggara, Jopy Ubra, mengatakan pasar murah merupakan bentuk intervensi pemerintah daerah untuk menjaga keseimbangan harga pangan di pasaran.

Menurutnya, menjelang Idulfitri, permintaan terhadap bahan kebutuhan pokok hampir selalu meningkat. Kondisi tersebut kerap berdampak pada kenaikan harga yang cukup signifikan.

Karena itu, pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap kebutuhan pokok dengan harga yang lebih ringan.

“Pasar murah ini merupakan langkah pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga pangan sekaligus membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” ujar Ubra, Senin (16/3).

Ia menjelaskan, sebelum pelaksanaan pasar murah kali ini, Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara juga telah menggelar kegiatan serupa di dua wilayah yang mayoritas penduduknya beragama Muslim.

Langkah ini menjadi bentuk kepedulian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat yang tengah bersiap menyambut Idulfitri.

“Tujuan kegiatan ini agar masyarakat yang berpenghasilan rendah bisa mendapatkan bahan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, Dinas Ketahanan Pangan menggandeng sejumlah mitra dan sponsor untuk memastikan ketersediaan bahan pangan tetap terjaga.

Beberapa pihak yang ikut mendukung program ini antara lain Alfamidi, Perum Bulog, Gita, TS, serta Toko Dava.

Komoditas yang dijual dalam Gerakan Pangan Murah ini meliputi beras, gula pasir, minyak goreng, telur, hingga minyak tanah. Seluruh bahan pokok tersebut dijual dengan harga yang lebih murah dibanding harga pasar.

Ubra juga menegaskan pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk membatasi siapa saja yang ingin berbelanja dalam kegiatan ini, termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN).

Menurutnya, meskipun program ini diprioritaskan untuk masyarakat berpenghasilan rendah, pemerintah tetap tidak dapat melarang kelompok lain untuk berbelanja.

“Memang tujuan utama kegiatan ini untuk masyarakat kurang mampu, tetapi kalau ada ASN yang berbelanja kami tidak bisa membatasi, karena kami tidak memiliki kewenangan untuk itu,” jelasnya.

Melalui Gerakan Pangan Murah ini, Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara berharap harga bahan pokok tetap terkendali dan laju inflasi menjelang Idulfitri dapat ditekan.

Lebih dari itu, pasar murah diharapkan menjadi solusi nyata bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokok di tengah meningkatnya permintaan menjelang hari raya. (ji4)