-
Discover
-
Spotlight
- Jelajahi Orang
JejakInfo.id 2026


Piru, JejakInfo.id — Sebuah jembatan yang selama ini menjadi bagian penting dari akses masyarakat Dusun Layuen, Desa Lumoly, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), kini memasuki babak baru.
Jembatan Garuda di wilayah tersebut resmi diresmikan Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto melalui konferensi video (vicon) bersama Presiden RI Prabowo Subianto, Kamis (13/8).
Peresmian berlangsung sekitar pukul 10.30 WIT. Pangdam XV/Pattimura hadir didampingi Danrem 151/Binaiya Brigjen TNI Raffles Manurung, Kasiter Korem 151/Binaiya Kolonel Inf. Dian Aksmita, Dandim 1513/SBB Letkol Arh. Jaka Putra Dinda, serta sejumlah pejabat utama Kodam XV/Pattimura dan Korem 151/Binaiya.
Jembatan di Dusun Layuen tersebut menjadi salah satu dari 2.500 titik Jembatan Garuda dan 3.000 titik fasilitas air bersih yang diresmikan secara serentak di berbagai daerah di Indonesia oleh Presiden Prabowo Subianto.
Momentum nasional itu diikuti jajaran Kodam dan Korem dari berbagai wilayah melalui vicon. Dari SBB, peresmian Jembatan Garuda dilakukan langsung oleh Pangdam XV/Pattimura.
Yang menarik, pembangunan jembatan tersebut dikerjakan dalam waktu relatif singkat. Danrem 151/Binaiya menyebut proses pengerjaannya hanya membutuhkan waktu 28 hari.
Bagi masyarakat Layuen, kehadiran jembatan ini bukan sekadar bertambahnya sebuah bangunan fisik. Jembatan menjadi penghubung yang diharapkan mampu memangkas hambatan mobilitas sekaligus membuka akses yang lebih luas bagi aktivitas sosial dan ekonomi warga.
Wakil Bupati SBB Selfinus Kainama, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat dan jajaran TNI terhadap kebutuhan dasar masyarakat di wilayah Saka Mese Nusa.
“Atas nama Pemerintah Daerah Seram Bagian Barat dan seluruh masyarakat, kami mengucapkan selamat datang kepada Pangdam XV/Pattimura bersama Danrem 151/Binaiya dan rombongan di bumi Saka Mese Nusa,” ujar Kainama.
Menurutnya, pembangunan Jembatan Garuda dan penyediaan fasilitas air bersih merupakan gambaran nyata sinergi antara TNI dan masyarakat.
Kainama menilai peresmian tersebut menjadi momentum penting karena SBB turut menjadi bagian dari program nasional yang secara serentak menghadirkan ribuan jembatan dan fasilitas air bersih di berbagai daerah.
“Hari ini kita menjadi saksi sebuah peristiwa yang sangat penting dan monumental, yaitu launching 2.500 Jembatan Garuda dan 3.000 titik air bersih yang diresmikan secara terpusat dan daring oleh Presiden RI,” katanya.
Pemerintah Kabupaten SBB, lanjutnya, memberikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden RI, Kepala Staf Angkatan Darat, Panglima TNI, Pangdam XV/Pattimura, Danrem 151/Binaiya, Dandim 1513/SBB beserta seluruh jajaran yang telah memberikan perhatian terhadap pembangunan infrastruktur dasar di daerah tersebut.
Bagi pemerintah daerah, pembangunan jembatan dan fasilitas air bersih memiliki dampak yang jauh lebih besar daripada sekadar pembangunan fisik.
“Pembangunan Jembatan Garuda serta titik air bersih di Dusun Layuen, Desa Lumoly, bukan hanya pembangunan fisik semata, tetapi merupakan pilar penting untuk membuka keterisolasian, memperlancar konektivitas warga, menggerakkan perekonomian lokal, serta menjamin hak dasar masyarakat terhadap akses air bersih yang layak dan sehat,” jelas Kainama.
Karena itu, Pemkab SBB menyatakan kesiapannya untuk terus memperkuat sinergi dengan TNI dan Polri dalam mengawal berbagai program strategis nasional yang diarahkan bagi kemajuan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Namun, peresmian bukan menjadi akhir dari tanggung jawab. Di hadapan masyarakat Dusun Layuen, Wakil Bupati menitipkan pesan agar jembatan yang telah dibangun dengan susah payah tersebut tidak dibiarkan rusak begitu saja.
Ia meminta masyarakat bersama-sama menjaga, merawat dan memelihara fasilitas tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Jembatan yang sudah dibangun harus dijaga, dirawat dan dipelihara dengan sebaik-baiknya agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka waktu yang panjang,” harapnya.
Kini, Jembatan Garuda Layuen bukan hanya menjadi bagian dari catatan pembangunan infrastruktur di SBB. Jembatan itu diharapkan menjadi pintu yang semakin terbuka bagi pergerakan masyarakat, tumbuhnya aktivitas ekonomi dan membaiknya akses pelayanan dasar di wilayah tersebut. (ji5)
