Jembatan Merah Putih, Kota Ambon, Provinsi Maluku. (Ist)

JMP di Persimpangan Citra: Dari Ikon Kebanggaan Menjadi Titik Rawan

173

Ambon, JejakInfo.id — Keindahan Jembatan Merah Putih (JMP) yang selama ini menjadi simbol kemajuan dan kebanggaan warga Maluku, kini dihadapkan pada kenyataan yang mengusik. 

Insiden tragis yang merenggut nyawa seorang remaja 21 tahun menjadi alarm keras bahwa ruang publik ini membutuhkan perhatian serius.

Peristiwa itu bukan yang pertama. Dalam beberapa waktu terakhir, jembatan yang menghubungkan Galala dan Poka tersebut kerap menjadi lokasi percobaan mengakhiri hidup. Pernah, seorang pria berhasil diselamatkan oleh petugas dan warga saat mencoba melompat. Namun kali ini, upaya penyelamatan tak lagi datang tepat waktu.

Tak hanya itu, bayang-bayang kejahatan jalanan juga ikut menghantui. Warga yang melintas di atas bentangan jembatan kerap menjadi sasaran empuk para "begal"

Keindahan JMP yang seharusnya menghadirkan rasa bangga, justru mulai diselimuti rasa waswas.

Tokoh politik Maluku, Hendrik Watubun, mengaku terkejut saat membaca kabar tersebut. Ia menilai kejadian ini tidak boleh lagi dianggap sebagai peristiwa biasa.

Menurutnya, persoalan mengakhiri hidup memang bersifat personal, namun penggunaan fasilitas umum untuk tujuan itu meninggalkan dampak psikologis yang luas bagi masyarakat. Setiap orang yang melintasi JMP, kata dia, berpotensi membawa pulang rasa takut dan trauma.

“Jangan sampai jembatan ini kehilangan maknanya. Ini adalah maskot Maluku dan Kota Ambon, bukan tempat untuk tragedi,” ujarnya dengan nada prihatin.

Ia juga menyoroti maraknya aksi begal yang memperburuk citra JMP. Karena itu, ia mendesak agar langkah konkret segera diambil, bukan sekadar wacana.

Pemasangan kamera pengawas (CCTV) dan pembangunan pos kontrol dinilai menjadi kebutuhan mendesak. Kehadiran pengawasan di titik-titik strategis diharapkan mampu mencegah aksi kriminal sekaligus meminimalisir kejadian yang tidak diinginkan.

“Kasihan, jembatan ini seolah berubah fungsi. Dari simbol kebanggaan, malah dikenal sebagai lokasi percobaan bunuh diri dan tempat rawan kejahatan,” tegasnya.

Kini, publik menunggu langkah nyata. Sebab bagi warga Ambon, JMP bukan sekadar infrastruktur. Ia adalah wajah kota, yang seharusnya memberi rasa aman, bukan ketakutan.

Kasatker Wilayah I BPJN Maluku, Ir. Abdul Hamid Payapo, ST.,MT

BPJN Bergerak Cepat, Rekaman CCTV Dikumpulkan Guna Pulbaket

Insiden memilukan di JMP menggugah respons cepat dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku.

Peristiwa yang merenggut nyawa itu bukan hanya meninggalkan duka, tetapi juga mendorong langkah konkret untuk memperkuat pengamanan di salah satu ikon daerah tersebut.

Kasatker Wilayah I BPJN Maluku, Ir. Abdul Hamid Payapo, ST.,MT menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban. Ia menegaskan, kejadian ini tidak dipandang sebagai peristiwa biasa.

“Ini menjadi perhatian serius bagi kami,” ujarnya singkat namun tegas.

Pria yang akrab disapa Mito itu mengungkapkan, pasca insiden pihaknya langsung berkoordinasi dengan petugas kepolisian untuk menindaklanjuti kebutuhan data dan bukti kejadian.

Salah satu langkah yang tengah dipersiapkan adalah hasil rekaman kamera pengawas (CCTV), sebagai upaya pihak kepolisian menyelidiki motif dibalik insiden tersebut.

"Kita punya 14 unit CCTV yang dipasang di titik-titik pada bentangan jembatan. Ini sudah dibangun sejak 2025. Jadi data yang terekam nanti akan diserahkan ke petugas," akuinya.

Tak berhenti di situ, komunikasi internal juga terus dilakukan. Mito menyebut dirinya tengah berkoordinasi dengan PPK 1.1 Satker Wilayah I, Pegi Hehanussa guna memastikan rekaman dan bukti-bukti sampai di tangan petugas kepolisian.

Ia mengaku, bahwa di lokasi JMP juga sudah ditempatkan larangan bagi pejalan kaki. Mengenai tinggi pagar jembatan, sebutnya, sudah sesuai standar nasional.

Di tengah bayang-bayang kejadian tragis, komitmen untuk menghadirkan rasa aman di JMP kini mulai terlihat nyata. Langkah ini diharapkan bukan sekadar respons sesaat, melainkan awal dari upaya serius mengembalikan wajah JMP sebagai kebanggaan warga Maluku. Bukan lagi tempat yang menyimpan ketakutan. (ji1)