Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Tahisane (IPPTAS) Ambon, Corneles Matinahoruw (kaos hitam). (Ist)

Ketua IPPTAS Imbau Masyarakat Percayakan Proses Hukum kepada Kepolisian

14

Ambon, JejakInfo.id — Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Tahisane (IPPTAS) Ambon, Corneles Matinahoruw, mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) pasca bentrokan yang melibatkan warga Desa Ariate, Kecamatan Seram Barat, dan warga Dusun Tanah Goyang, Desa Loki, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).

Dalam keterangannya kepada media ini, Minggu (31/5), Corneles meminta masyarakat menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kasus tersebut kepada pihak kepolisian yang saat ini tengah melakukan penyelidikan.

"Kami mengimbau seluruh masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh berbagai isu yang berpotensi mencederai nilai-nilai persaudaraan yang selama ini terjalin sebagai warga Saka Mese Nusa," ujar Corneles.

Ia juga mengajak masyarakat dari kedua wilayah, baik Ariate maupun Tanah Goyang, untuk bersama-sama menjaga stabilitas keamanan dengan mengedepankan sikap tertib, damai, dan menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

Selain itu, IPPTAS mendesak pihak kepolisian agar bertindak secara profesional, objektif, dan transparan dalam menegakkan hukum, tanpa dipengaruhi kepentingan atau tekanan dari pihak mana pun yang berpotensi memicu kegaduhan di tengah masyarakat.

"Kami berharap aparat penegak hukum dapat menjalankan tugasnya secara adil dan transparan sehingga masyarakat memperoleh kepastian hukum yang berkeadilan," katanya.

Corneles juga berharap peristiwa bentrokan tersebut tidak terulang kembali karena dapat menimbulkan kesenjangan sosial serta merusak hubungan persaudaraan yang telah lama terjalin antara warga Tanah Goyang dan Ariate.

Sebagai penutup, ia menegaskan bahwa masyarakat Kaibobo dan Ariate merupakan masyarakat yang mencintai perdamaian dan menginginkan kehidupan yang aman, harmonis, serta penuh rasa persaudaraan.

"Pada prinsipnya, kami masyarakat Kaibobo dan Ariate cinta damai. Mari bersama-sama menjaga persatuan dan menghindari segala bentuk tindakan yang dapat memecah belah hubungan orang basudara," tutupnya.

Sebelumnya, bentrokan antara warga Desa Ariate dan Dusun Tanah Goyang terjadi di Kecamatan Seram Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat, pada Sabtu (30/5) dini hari.

Akibat peristiwa tersebut, dua warga dilaporkan mengalami luka-luka akibat sabetan senjata tajam yang diduga parang. Kedua korban diketahui bernama Vino Kakihari dan Rafli Bufakar. Selain itu, polisi juga telah mengamankan empat orang untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. (ji5)